Bukan Janda Tapi Perawanan

Bukan Janda Tapi Perawanan
Berjalan kaki menemani Raffa


__ADS_3

"Raffa yang ketakutan berbisik pada anjel." Mama,, mama."! Raffa memeluk anjel dengan erat ketika melihat laki-laki keluar dari ruangan tempat anjel bekerja tadi." Raffa yang ketakutan saat melihat William yang sedang menatap nya."


William menatap junior tanpa berkedip sedikit pun." Memperhati kan Raffa dengan teliti." Lho kok,, pak William ada di sini.?" Tanya Desti sambil menatap William dan juga anjel silih berganti." Desti merasa heran dan juga tak percaya dengan apa yang dia lihat barusan."


"Ada apa dengan anjel dan pak William gumam Desti di dalam hati nya.?" Kemudian anjel menjawab pertanyaan Desti." Oh begini tadi aku meminta Pak William untuk membenar kan lampu yang rusak." Tolong jangan ganggu Pak William."


Masa sih anjel.?" Aku gak percaya deh pak William mau mengerjakan pekerjaan seperti itu." Bisik Desti pelan di telinga anjel." Ayo sekarang kita pulang dulu." Ajak anjel pada Desti dan juga anak nya Raffa untuk pulang."


"Ketika anjel meningal kan William sendiri di belakang mereka." William masih memperhati kan anak nya anjel." Dia pikir aku ini tukang betulin lampu apa." Siapa juga yang sedang benerin lampu dasar wanita aneh."


Di depan halaman perusahaan NUSANTARA group Desti berpamitan pada anjel untuk pulang duluan." Desti yang masih capek karena perjalanan jauh dari luar kota karena tugas kantor." Kemudian mampir ke rumah anjel dan menemani Raffa ketika anjel belum pulang ke rumah."


"Badan Desti sangat lelah dan ingin cepat pulang ke rumah untuk segera istirahat dan juga tidur." Di sana tinggal anjel dan Raffa di halaman perusahaan NUSANTARA group." Mama,, mama! Boleh gak kalau kita jalan-jalan dulu sebentar.?" Tanya junior pada mama nya dengan ragu."


Pada saat itu anjel sedang mencari taksi untuk pulang ke rumah." Mama,, mama aku cuma ingin menikmati pemandangan kota di malam hari." Anjel pun mengerti dengan permintaan putra nya dan mengangguk kan kepala nya."


"Oke deh,, anak mama tersayang."


"Tapi janji lho cuma sebentar aja setelah ini kita langsung pulang ke rumah ya." Ucap anjel dan tersenyum manis pada anak nya tersayang."

__ADS_1


Hore,, Hore,, asik." Makasih mama sayang."!!


Raffa merasa senang dan bahagia sekali karena ini pertama kali diri nya berjalan-jalan dengan mama nya di malam hari." Kalau begitu mama gendong ya."?? Mama gak mau kamu kecapekan berjalan."


"Anjel pun kemudian jongkok dan meminta Raffa untuk naik ke punggung nya." Raffa pun kemudian naik ke punggung anjel dan tersenyum manis pada nya." Anjel pun melaju berjalan di trotoar jalan dan bercanda riang bersama anak nya."


Pemandangan di sepanjang jalan banyak kendaraan berlalu lalang yang masih rame cahaya lampu di sepanjang jalan menerangi mereka berdua." Bintang yang berkelap-kelip dan juga bulan yang menghiasi langit terlihat indah udara dingin di malam hari berhembus."


"Raffa yang di gendong nya menyandar kan kepala nya di punggung anjel." Anjel melangkah tanpa tujuan karena dia ingin mengabul kan permintaan putra nya itu sebelum pulang ke rumah." Anjel rela berkorban apa aja demi membuat anak nya bahagia."


Ehmmmm,, mama! Mama boleh gak Raffa bertanya sesuatu pada mama.?" Tanya Raffa yang tiba-tiba." Suara Raffa yang lembut hampir membuat anjel tidak mendengar ucapan Raffa karena kalah dengan suara kendaraan yang melintas berlalu lalang."


"Emang nya junior mau tanya apa sama mama.?" Anjel yang menghenti kan langkah nya kemudian menoleh ke arah putra nya itu." Mama di sekolah Raffa melihat teman-teman semua pada punya papa." Kenapa Raffa tidak memiliki papa seperti mereka."


"Ketika di usir oleh orang tua nya anjel kembali ke rumah kontrakan bersama Raffa membesar kan Raffa sendiri." Walau pun Raffa bukan anak kandung nya tapi kasih sayang nya benar-benar tulus dan murni." Di waktu itu Raffa masih berusia 3 bulan."


Sedang kan anjel masih kuliah dan melanjut kan kuliah nya dengan cara daring." Walau di saat itu anjel di usir oleh orang tua nya." Namun orang tua nya tidak lupa mengirim kan uang Anjel untuk biyaya hidup dan juga kuliah nya."


"Walau di usir oleh orang tua nya anjel masih di membiayai anjel sampai anjel lulus kuliah nya." Sekarang anak yang telah rawat dari bayi hingga tumbuh besar kini menanyakan papa nya." Hati ibu mana yang tidak sedih dan sakit."

__ADS_1


Begitu juga dengan hati nya anjel." Mama,, mama maaf kan aku." Raffa memeluk tubuh anjel dengan erat." Raffa merasa menyesali pertanyaan yang ia perbuat." Raffa yang masih kecil mencoba untuk menghibur anjel."


"Kalau gitu Raffa tidak lagi minta mama untuk mencari kan papa buat Raffa." Raffa kan sudah punya mama yang kuat." Ucap Raffa mencoba menghibur anjel." Walau usia nya masih 4 tahun Raffa termasuk anak yang pintar di banding kan teman-teman sebaya nya."


Dia anak yang perhatian,, peka,, dan juga pintar di sekolah mau pun di rumah yang membuat anjel sangat bangga pada Raffa." Ia rela berkorban supaya Raffa menjadi anak yang pintar dan menyekolahkan nya di sekolah yang mahal." Dan juga menghabis kan gaji nya."


"Anjel yang berpura-pura menghilang kan ke sedihan nya dan tersenyum ceria pada anak nya." Apa Raffa benar-benar ingin punya papa.?" Tanya anjel pada putra nya." Raffa merasa senang mendengar pertanyaan anjel."


Ia kemudian mengangguk kan kepala nya." Karena dia sangat mengingin kan sesosok ayah." Ya mama,, Raffa ingin sekali punya papa." Kalau mama sudah menikah kan,, mama gak perlu lagi capek-capek bekerja untuk ke butuhan kita biyar papa yang membiayai ke hidupan kita."


"Dan kita menjadi keluarga yang sangat bahagia." Mama juga gak lagi repot-repot menjaga Raffa karena ada papa yang akan menjaga kita nanti nya." Kalau Raffa punya papa,, mama tidak akan sedih lagi karena ada papa yang akan menghibur mama nanti nya."


Raffa yang masih bersemangat bercerita tentang ke ingginan nya punya papa baru." Di sisi lain anjel mencoba tersenyum karena perasaan nya sekarang dalam suasana hati yang rumit." Ia kemudian mengangguk kan kepala nya saat anak nya bertanya."


"Ya,, apa yang Raffa bilang ke mama itu semua benar." Nanti mama cari kan papa yang terbaik untuk mu ya nak."


Hore! Hore! Janji ya mama.?" Asik deh."


"Ya deh,, kalau mama gak lupa ya.?"

__ADS_1


Ih mama,, kok gitu sih."!!


He... He... He,, anjel tertawa dan kembali berjalan kaki."


__ADS_2