
"Anjel tak menyangka jika pak William orang begitu perhitungan." Padahal dia itu kan orang kaya masa pelit begitu." Padahal cuma uang sedikit aja di permasalah kan sih." Kemudian anjel mendekati pak William."
Begini pak William,, sebelum nya aku minta maaf telah lancang jika kemarin aku terpaksa memakai kemeja kemeja dan jas anda." Itu di karena anda telah merobek semua pakaian saya." Bahkan pakaian dalam saya juga di robek bapak jadi aku meminjam nya supaya bisa pulang ke rumah."
"Untuk masalah uang." Anjel pun sibuk merogoh saku nya untuk mencari uang nya." Ternyata uang Anjel gak cukup untuk mengembali kan uang nya pak William." Masalah uang itu besok aku ganti pak William." Ucap anjel dengan suara lantang tapi sedikit terbata-bata."
Hah,, apa kata mu besok.?" Pak William mencoba untuk mengganggu anjel yang nampak nya wajah anjel sedang ragu." Pak William pun tersenyum pada anjel dan bertanya ke 6 nya lagi." Kenapa kamu tidak mengembali kan sekarang saja.?"
"Karena sekarang saya tidak membawa uang sebanyak itu." Jadi aku akan mengembali kan nya besok saja." Uang yang anjel bawa kemarin sudah habis untuk ongkos taksi." Oh besok,, setahu saya bukan kah besok kamu masih libur kerja nya.?" Ehmmmm,, apa jangan-jangan sebenar nya kamu ingin menipu ku ya."
Oh ya ampun aku lupa." Anjel hampir lupa karena diri nya telah mengambil libur selama 2 hari." Em itu... Anjel mencoba berfikir untuk mencari alasan yang tepat." Begini aja pak William besok uang nya aku titip kan Desti saja."
"Maksud mu Desti rekan kerja mu satu tim." Pak William mengingat jika Desti masih di kota Bandung karena masih ada pekerjaan." Bagaimana cara nya Desti bisa menemui ku." Pak William melangkah lebih dekat lagi dengan anjel."
Pak William berkata dan menyindir anjel." Apa kamu mencoba untuk menipu ku lagi." Tidak mungkin aku meniup pak William." Anjel kemudian mundur sedikit kebelakang." Karena anjel tidak ingin berdekatan dengan pak William."
__ADS_1
"Wangi parfum di tubuh pak William tercium dengan jelas di hidung mancung nya anjel." Membuat nya teringat dengan kejadian pada malam itu." Malam yang penuh perih dan juga kesakitan luar biasa." Tidak jangan dekati aku."
Anjel pun menjerit kemudian mendorong tubuh Pak William supaya jauh dari nya." Karena anjel trauma dan tidak ingin mengingat ke jadian itu." Pak William mengerti dengan ketakutan anjel." Dan kemudian dia mundur ke belakang beberapa langkah."
"Pak William mengulur kan tanggan nya mencoba untuk mengandeng tangan nya anjel." Ayo ikut aku.?" Aku akan mengambil uang dan pakaian ku di rumah kamu." Hah... Apa pak ke rumah ku.?" Dia itu bos seperti apa sih.?" Apa dia benar-benar udah gila.?"
Anjel pun mengikuti pak William kemudian masuk ke dalam mobil Pak William." Anjel yang duduk di dalam mobil pun merasa gelisah." Sambil memain kan jari nya." Topi yang menutupi kepala nya dengan poni serta rambut nya yang terurai panjang sebagian menutupi wajah nya."
"Anjel sangat tidak nyaman duduk berdua di dalam mobil karena pak William adalah bos nya bukan karena ia takut mengingat hal itu." Ada apa.?" Apa kamu sakit lagi.?" Pak William pun bertanya dan memecah kan keheningan." Sambil menatap anjel yang sedang gelisah."
"Aku ingin karyawan yang bekerja di perusahaan NUSANTARA group harus selalu sehat." Jika semua bolos kerja karena alasan sakit semua pekerjaan di kantor akan kacau." Apa lagi 5 teman kerja kamu lagi bertugas di luar kota."
Sedang kan teman kamu yang lain harus bekerja lembur di kantor pasti mereka akan kewalahan." Ucap pak William dia ingin seterusnya anjel harus masuk kerja." Sebenar nya bukan karena karyawan tidak di ijin kan sakit." Melain kan diri nya ingin lebih dekat dengan anjel."
Entah apa yang membuat nya ingin mengenal lebih jauh wanita yang pernah tidur dengan nya itu." Dan Pak William masih penasaran dengan setatus anjel yang masih janda beranak satu satu tapi kok masih perawan."
__ADS_1
"Karena di tempat tidur kemarin di hotel ada bercak darah." Apa dia melakukan operasi kewanitaan di rumah sakit mana.?" Gumam nya dalam hati nya." Saya tidak sakit,, saya sudah sembuh." Sebenar nya saya tidak enak aja jika di antara ke rumah oleh pak William."
Kalau masalah uang besok aku antar di kantor Pak." Karena besok saya sudah masuk kerja kok." Jadi pak William bisa menurun kan ku di sini saja." Pak William yang sedang mengemudi mobil nya." Berpura-pura tidak mendengar apa yang di ucap kan anjel barusan."
"Akhir nya pak William berhenti di sebuah klinik besar yaitu klinik Husada." Hah,, kok ke klinik Husada.?" Bukan nya tadi pak William akan ke rumah ku untuk mengambil uang dan baju nya kenapa malah pergi ke sini.?" Gumam nya di dalam hati."
Pak William yang sudah turun dari mobil menunggu anjel turun dari mobil nya." Anjel kamu turun dulu dari mobil sambil melambai kan tangan nya." Anjel ke mudian turun dari mobil nya Pak William dan kemudian menghapiri pak William."
"Maaf,, Pak William." Ini sebenar nya pak William anda salah mengantar saya ini bukan rumah saya." Tapi kenapa pak William menyuruh saya turun." Anjel yang masih heran dan binggung dengan maksud bos nya itu."
Pak William pun menjawab pertanyaan anjel yang membuat nya terkejut." Bukan nya kamu ini sedang sakit.?" Hah,, apa aku sakit.?" Aduh bagaimana ini aku harus menjelas kan nya." Sebenar nya yang sakit bukan tubuh nya tetapi....."!!
"Ayo cepat masuk." Pak William mengandeng tangan nya anjel kemudian masuk ke dalam klinik Husada." Eh tunggu dulu pak William,, saya benar sudah tidak sakit lagi." Ucap anjel." Selamat pagi Pak William,, silahkan masuk dulu dokter Cika sudah menunggu di dalam."
Pak William yang sedang mengandeng anjel mengajak nya untuk masuk ke ruangan dokter Cika." Karena dokter Cika sudah menunggu pak William." Karena tadi pak William sudah menghubungi nya." Karena tak perlu lagi untuk pak William menunggu mendaftar lagi."
__ADS_1
"Jadi mereka tak perlu menunggu lagi dan langsung masuk mengikuti perawat." Menuju ruang dokter Cika." Anjel yang merasa cemas mencoba untuk kabur dari klinik Husada."