
"Y iya dong." Deni sekarang ini mengalih kan pandangan tidak lagi menatap anjel." Ke sempat bagus seperti ini masa kamu sama Desti akan melewat kan begitu saja." Kan jadi nya sayang sekali." Kalau aku emang harus pulang tidak bisa menginap." Ucap anjel dengan nada pelan."
Mereka sambil berjalan menuju arah meja makan di mana Desti duduk." Kan kamu tau sendiri aku seorang janda beranak satu." Masa aku tega ninggalin junior di rumah sendiri kan kasian gak ada teman nya di rumah." Anjel mencoba untuk menjelas kan ke Deni."
"Alah cuma sekali ini aja kan." Apa kamu lupa dulu kamu juga pernah meninggal kan junior sendiri saat ada tugas di luar kota." Tanya Deni yang sedikit memaksa anjel supaya bisa menginap di hotel ini." Jelas berbeda dong ini kan kita sedang bersenang-senang kalau pas waktu itu kan tugas dari perusahaan mau gak mau kita harus nurut." Jawab anjel menegaskan ucap nya."
"Ah gak penting deh,, gak usah bahas itu lagi males aku." Anjel pun mengalih kan pembicaraan nya dan berjalan sedikit lebih cepat lagi." Karena dia tidak suka membahas mengenai menginap di hotel ini." Deni pun mulai terdiam dan tak lagi berbicara dengan anjel."
Kemudian mengikuti langkah kaki nya anjel." Setelah sampai di meja makan anjel pun berbincang-bincang dengan sahabat nya itu." Waktu pun telah berlalu tak terasa sudah pukul setengah sebelas malam waktu nya anjel untuk pulang ke rumah nya."
"Ketika anjel ingin beranjak pulang dan bangun dari tempat duduk nya." Tiba-tiba anjel merasa kan pusing yang sangat luar biyasa." Anjel merasa kan tiba-tiba tubuh nya bereaksi sangat aneh merasa sangat panas dan gatal serta ada denyut yang aneh di daerah sensitif nya seperti orang alergi terhadap makanan."
Deni yang pura-pura tidak tahu apa yang terjadi pun bertanya kepada anjel ketika melihat wajah anjel mulai memerah." Kamu kenapa anjel."? Apa kamu lagi sakit sekarang."? Tanya Deni yang pura-pura khawatir." Desti merasa curiga dan ganjil melihat anjel yang tiba-tiba seperti itu."!!
Desti pun bertanya." Anjel kamu kenapa."? Apa kamu tidak enak badan sekarang ini."? Tanya Desti yang mencemas kan sahabat nya." Ehmmmm,, aku juga binggung kenapa aku tiba-tiba seperti ini sekarang." Kali aku alergi makanan deh seperti nya kambuh lagi." Jawab anjel sambil memegang kepala nya yang pusing."
"Deni yang berdiri memegangi anjel pun menyuruh anjel duduk." Di wajah Deni terlihat senyum samar yang licik." Kamu duduk dulu aja anjel." Gimana kalau kamu istirahat dulu di kamar hotel di sini."
Kalau udah agak mendingan kamu bisa pulang dari pada nanti kamu pingsan di jalan kita tidak tahu dan membuat kawatir juga." Dion emang sebelum nya sudah merencanakan hal buruk ini terhadap anjel." Jangan khawatir tadi aku sudah memesan 1 kamar hotel untuk aku menginap itu bisa kamu pakek dulu."
__ADS_1
"Itu pun kalau kamu mau,, nanti aku yang akan mengantar kan kamu ke kamar hotel." Anjel pun tidak bisa berfikir jernih karena pengaruh obat itu yang sudah beraksi." Oke deh terserah kamu aja Jawab anjel tanpa berfikir panjang lagi."
Deni membantu anjel untuk berdiri dan mengantar nya ke kamar hotel." Desti yang melihat anjel sedikit cemas tapi setelah mendengar Deni akan mengantar anjel untuk beristirahat di kamar hotel untuk beristirahat sebentar merasa sedikit lega." Dan menyerah kan ke pada Deni."
"Deni pun mulai mengantar anjel ke kamar hotel yang udah di pesan Deni di lantai 4 yang tidak jauh dari ruangan pesta." Tolong dong lebih cepat dikit aku sudah mulai gak tahan nih." Ucap anjel yang merasa tubuh nya semakin bertambah aneh hingga kaki nya pun mulai bergetar."
Rasa nya seperti terbakar dan cepat-cepat ingin sampai ke kamar hotel dan menanggal semua pakaian nya karena udah gak kuat menahan panas tubuh." Ya sabar dong tunggu sebentar lagi sampai kita ke kamar no tiga ratus dua puluh."
"Sesampai di kamar hotel Deni mencari kunci kamar merogoh saku baju dan celana nya namun tak menemu kan." Deni pun teringat bahwa dia meninggal kan jas nya di ruang pesta mungkin kunci nya di sana." Aduh aku lupa anjel kunci nya tertinggal di saku jas ku."
Kamu tunggu dulu di sini ya jangan kemana-mana aku tinggal bentar untuk mengambil jas ku yang tertinggal di ruang pesta." Ucap Deni yang akan mengambil jas nya yang di Sampit kan di kursi pesta." Anjel pun mengangguk kan kepala nya."
"Anjel pun mulai lemas tak berdaya dan bersandar di pintu kamar hotel di sebelah kamar yang di pesan Deni sambil memijat kepala nya supaya sedikit sadar." Namun tanpa di sadari anjel tiba-tiba pintu kamar itu terbuka dari dalam."
"Entah anjel merasa nyaman saat di peluk oleh orang itu." Loh apa yang kamu lakukan di sini."?? Tanya William sambil melepas kan pelukan nya dari anjel." Tatap William seketika menjadi tajam ketika ia ingat bahwa tadi pagi anjel telah menabrak nya."
Anjel sedikit sadar dan menegak kan tubuh nya." Oh pak William,, maaf kan saya kalau tadi pagi telah menabrak bapak." Sebenar saya ingin masuk ke kamar ini pak." Anjel berusaha berbicara dengan jelas sambil menunjuk kamar di sebelah kamar pak William."
Aduh aku kok apes seperti ini malah bertemu dengan pak William gumam anjel dalam hati." Dengan malu nya anjel menunduk kan kepala nya agar tidak menatap pak William." Kamu aneh sekali kamu ingin masuk di kamar sebelah tapi mengapa mengetuk pintu ini."?
__ADS_1
"Pak William merasa heran dengan tingkah laku anjel yang aneh." Sebenar nya ini kamar Deni yang di pesan tapi karena aku pusing di suruh nya istirahat di sini." Tapi kunci nya ke tinggalan makan nya aku gak bisa masuk pak."
Oh,, kalau begitu silahkan sekarang menunggu di luar saja." Pak William pun mempersilah kan anjel keluar dari kamar nya." Namun sebalik nya justru anjel tidak ingin keluar dari kamar pak William." Anjel yang merasa binggung dan pusing tidak tahu harus berbuat apa lagi."
"Anjel merasa aneh ketika berdekattan dengan pak William seperti ada hasrat yang muncul." Pikiran nya semakin lama semakin kosong dan ingin sekali menanggal kan baju nya." Tanpa berfikir panjang anjel masuk ke kamar pak William."
Dan ia dengan cepat nya ia menutup pintu kamar pak William." Penuh hasrat yang sangat membara anjel mendorong tubuh William hingga terjatuh di kasur yang empuk." Eh apa yang ingin kamu lakukan pada ku."? Tanya pak William."
"Tanpa anjel sadari ia pun mulai menaiki tubuh pak William." Pak aku mohon bantu aku dong." Dengan posisi seperti itu pak William bisa melihat dua gunung kembar anjel yang memiliki tubuh putih yang mulus." Cepat lah pak." Anjel setengah sadar mengatakan itu ke pada pak William."
Minum yang di beri kan Deni ke pada nya membuat urat malu nya terasa hilang seketika." Dengan reaksi cepat pak William mengubah posisi nya menjadi terbalik." Posisi anjel sekarang menjadi di bawah dan pak William di atas nya."
"Apa kamu itu sebagai janda sudah tak mempunyai rasa malu lagi."? Masuk ke dalam kamar lelaki begitu saja terus bertindak semau nya sendiri dengan menyerang saya secara sepihak." Tanya pak William yang sekarang ini sedang marah ke pada anjel."
Adik nya Wildan sudah mencerita kan semua tentang siapa dan setatus nya anjel sebagai janda beranak satu." Yang menabrak nya tadi pagi saat di kantor." Yang bernama Anjelina liffia Novalita." Kenapa kamu memaksa ku untuk melakukan ini ke pada mu hah."?
"Pak William merasa ilfil dengan ucapan Sofia ke pada nya barusan." Ooh jadi ini rencana kamu masuk kesini kamu ingin menjebak ku supaya tidur dengan mu karena aku wakil CEO baru di perusahaan NUSANTARA." Dan kamu ingin sekali melototi hartaku dan meminta ku untuk bertanggung jawab setelah kita melakukan hubungan iya kan."
Bukan seperti itu pak yang aku maksud,, anjel menggeleng kepala nya dengan tubuh Lemas tak berdaya di atas tempat tidur karena pengaruh obat bius dari Deni." Terus alasan apa lagi yang akan kamu jelas kan ke pada ku."? Kenapa kamu memaksa ku untuk tidur dengan kamu hah."?
__ADS_1
"Pak William bertanya dan menaiki tubuh anjel dan tak sengja menekan tubuh Anjel." Asal kamu tau ya aku tak ingin melayani karyawan yang murahan dan juga tak punya malu seperti mu." Di dalam hati pak William berkata lain dia ingin sekali dekat dengan anjel dan tertarik pada nya."
Melihat ekspresi anjel yang seperti itu membuat hasrat meceruat." Pak William lelaki normal yang udah menduda selama 5 tahu semenjak di tinggal istri dan ank nya meninggal saat kecelakaan mobil." Semenjak anak istri nya meninggal dia belum pernah dekat dengan wanita lain."