Bukan Mantan Tapi Suami

Bukan Mantan Tapi Suami
divisi audit


__ADS_3

dirga tersenyum kecil, dia sangat yakin kalau alfaris akan datang, dia tau kemampuan dan sikap alfaris jika menginginkan sesuatu sewaktu mereka satu kelas.


aku yakin dia pasti datang, " tegas dirga dengan senyum yang tak bisa di artikan oleh hasan dan papa arman ".


lalu kamu tau dari mana dia alfaris mahesa, bukanya dulu kamu sewaktu mencari dia kamu menunjukan poto nya dan kini penampilan nya jauh berubah ? " tanya papa arman mewakili hasan yang sama penasaran nya ".


aku selalu ingat dengan kawan dan lawan aku pah, alfaris adalah lawan sekaligus orang yang memotivasi aku belajar di kampus pah, penampilan dia memang berubah, namun mata dia tetap sama mata yang selalu fokus pada satu tujuan, " tegas dirga lagi membuat hasan dan papa arman kaget ".


andai di kampus dulu tak ada dia, mungkin aku tidak akan sekuat sekarang dalam memimpin perusahaan, aku yakin dengan dia bergabung di perusahaan akan membuat perusahaan kita lebih kuat dan kembali berjaya pah, " lanjut dirga lagi dengan yakin ".


pagi hari nya marsha memakai mobil milik nya menuju rumah sakit, bara sudah mengabarkan kalau sopir nya sudah mengundurkan diri dan bara sedang mencari pengganti nya, namun marsha menolak nya dan dia akan bekerja ke rumah sakit dengan memakai mobil nya sendiri tanpa sopir.


ada rasa kecewa saat bara mengabarkan kalau alfaris benar benar mengundurkan diri, namun dia teringat ucapan kaka nya semalam, entah kenapa dia berharap kalau alfaris datang ke kantor kaka nya itu.


bara pun akhir nya setuju dengan keputusan marsha yang menolak mencari sopir baru dan memberitahukan pada rendra dan di setujui oleh rendra.


bara memang hanya mengenal atasan nya itu rendra dia sama sekali tak mengenal sosok alfaris, masuk nya alfaris menjadi sopir marsha pun itu atas perintah rendra pada bara.


di kantor xmas dirga sedang gelisah, waktu menunjukan pukul sembilan namun orang yang dia tunggu tak kunjung tiba.


aku rasa dia tak akan datang bos, " ucap hasan karena tau bos nya itu gelisah menunggu kedatangan alfaris ".


dirga tak menghiraukan ucapan asisten nya itu, dia masih yakin kalau alfaris pasti datang.


tiba tiba pintu di ketuk, dan muncul sang sekertaris bersama seorang laki laki yang dirga tunggu, dirga tersenyum lalu meminta sekertaris nya itu meninggalkan ruangan nya.


alfaris duduk di sopa berhadapan dengan hasan, dirga pun ikut duduk di samping hasan.


tatapan alfaris sudah berbeda seperti biasa nya pada keluarga arman, hasan cukup heran namun tidak dengan dirga yang terlihat santai.

__ADS_1


apa mau anda ? " tanya alfaris langsung pada inti nya ".


santai lah, kamu calon adik ipar jadi sedikit hormat padaku, " jawab dirga dengan senyum aneh nya ".


hasan hanya menggeleng heran, bos nya itu entah benci atau suka pada sosok alfaris dia pun tak bisa membaca fikiran dirga.


alfaris mengeluarkan rokok dan membakar lalu menghisap nya, hasan lagi lagi di buat geleng kepala bagaimana bisa ruangan ber ac di tambah ruang cio di pakai tempat merokok oleh orang yang baru pertama kali masuk ke dalam kantor xmas itu.


dirga dan alfaris sama sama bisa membaca fikiran kedua nya, aku tau maksud kamu, aku hanya butuh kamu membantu perusahaan,jabatan apapun kamu isi, cara apa dan kapan jam kerja kamu aku tak peduli, " ucap dirga yakin ".


alfaris tersenyum kecil sambil kembali menghisap rokok nya.


hasan lagi lagi di buat bingung, obrolan macam apa dari sebatang rokok yang di hisap jadi sebuah kebebasan memilih jabatan pekerjaan dan membebaskan jam kerja serta cara kerja nya pula.


dirga memberikan berkas yang tadi dia ambil dari meja kerja nya, dan memberikan pada alfaris, alfaris pun mulai membaca dan mencerna isi berkas tersebut beberapa menit.


masalah perusahaan kamu dari internal, bukan eksternal jadi aku mau jadi kepala divisi audit, aku tak minta bayaran apapun, aku hanya minta kamu memaksa marsha tetap aku yang antar jemput bekerja, " ucap alfaris akhir nya dengan penawaran nya".


dirga tersenyum kecil, kenapa kamu tak meminta aku memaksa adiku menikahimu saja, " ejek dirga pada alfaris ".


lagi dan lagi hasan hanya menggeleng kepala dengan sikap kedua laki laki itu.


jika kamu mampu maka paksa saja, " jawab alfaris mengolok balik pada dirga ".


dirga tertawa kecil dan menyetujui permintaan alfaris kalau adiknya akan kembali di antar jemput oleh alfaris.


kini mereka berada di ruang meeting, semua orang memandang orang asing yang berada di samping kiri cio dirga, dan di kanan ada hasan sang asisten.


alfaris hanya diam mendengarkan pembahasan sampai meeting selesai, semua masih heran dengan sosok alfaris yang misterius namun semua tak ada yang berani bertanya pada sosok cio dirga.

__ADS_1


apalagi penampilan alfaris hanya memakai jaket, serta jambang lebat dan kumis panjang hingga terlihat tua dari usia nya, terlihat seperti seorang bodyguard bukan seorang penting di perusahaan.


apa kamu sudah ada yang di curigai ? " tanya dirga setelah mereka hanya tinggal bertiga di ruang meeting ".


alfaris hanya menganggukan kepala nya tanda dia sudah mulai mencurigai seseorang.


pintu terbuka ternyata itu sosok marsha yang datang karena dirga tadi meminta marsha untuk datang ke kantor nya.


marsha menatap alfaris kesal lalu duduk di samping kaka nya sambil merangkul tangan kaka nya itu, alfaris hanya heran kanapa wanita yang di cintai nya itu datang di siang hari.


kita mau makan siang dimana ka ? " tanya marsha manja dan mengacuhkan tatapan heran dari alfaris ".


aku tak mengajakmu makan siang, aku ada rapat sama hasan di luar, kamu temani dia merapikan rambut dan penampilan nya agar layak bekerja di kantor ini, " ucap dirga sambil menatap alfaris ".


marsha ingin menolak, namun dirga berlalu bersama hasan meninggalkan diri nya dengan alfaris.


marsha berdiri dan berjalan menuju pintu, namun alfaris masih duduk dari tempat nya.


marsha membalikan tubuh nya dan menghentakan kaki nya kesal, kamu ga dengar ucapan ka dirga hah ? " kesal marsha lalu membalikan tubuh nya kembali berjalan keluar ruangan ".


alfaris tersenyum kecil lalu berdiri dan berjalan mengikuti marsha yang sudah masuk ke dalam lip.


entah kenapa sekarang saat bertemu alfaris dia merasa selalu kesal dan ingin memaki laki laki yang berada di dalam lip bersama nya itu.


alfaris hanya berdiri di belakang marsha yang terus menahan kesal nya.


kamu jutek sekarang, apa sedang datang bulan ? " tanya alfaris memecah keheningan ".


marsha membalikan tubuh nya dan menatap kesal pada sosok laki laki yang entah kenapa dia sekarang kesal pada laki laki itu.

__ADS_1


__ADS_2