
selesai makan marsha dan alfaris masuk ke dalam kamar lalu mereka tidur seperti biasa nya tanpa ada ke romantisan apapun karena alfaris selalu menjaga jarak dari marsha.
pagi hari alfaris bangun lalu sholat sementara marsha tetap tidur karena dia sedang datang bulan.
alfaris membuat kopi di dapur lalu berjalan ke arah halaman belakang menikmati suasana pagi hari di alam yang masih begitu asri.
marsha pun ikut bangun lalu mencari keberadaan suami nya.
aku ga bawa baju ganti, " ucap marsha setelah dia duduk di samping suami nya ".
kamu ga pantas tinggal di sini sha, pulang lah, orangku akan menjemput nanti siang, " ucap alfaris sambil menyodorkan dua kartu hitam yang berbeda logo ".
ini apa ? " tanya marsha heran ".
itu kartu debit untuk nafkah dariku, satu nya kartu untuk mobil sport di rumah aku dah membelikan untuk kamu pergi bekerja. " jelas alfaris memberitahukan ".
ia makasih, tapi kenapa kamu meminta aku pergi ? " tanya marsha merasa sakit atas pengusiran halus suami nya ".
kamu tak pantas tinggal di sini, kamu lihat rumah ini begitu sederhana, makanan di sini pun sama hal nya sangat sederhana.
marsha diam sesaat, dia mulai mengerti kenapa suami nya meminta agar diri nya pergi, hati marsha kini benar benar sakit, dia merasa kalau diri nya hanya menginginkan harta dari suami nya bukan kasih sayang dari suami nya.
padahal marsha hanya menginginkan perhatian dan kasih sayang dari suami nya, marsha tak pernah menuntut apapun dari suami nya bahkan saat status nya setengah di sembunyikan pun marsha tak merasa keberatan.
marsha sadar kesalahan nya di masa lalu saat menolak alfaris, tapi terlalu kejam dan sakit saat suami nya itu menghukum dengan cara seperti ini.
marsha pun kembali ke dalam kamar tanpa membawa kedua kartu tersebut.
alfaris nampak acuh, dia tau istri nya pasti marah dan sakit hari, namun ego nya mengatakan kalau istri nya memang hanya menginginkan harta nya lain dengan diri nya yang tulus mencintai istri nya.
marsha menangis dalam diam nya, dia menyembunyikan kepala nya di atas bantal.
siang hari nya helikopter mendarat di halaman depan rumah itu, nampak beberapa orang turun lalu menghampiri alfaris yang sedang berdiri di halaman depan.
__ADS_1
sementara marsha heran karena ada suara helikopter di pedesaan apalagi suara itu sangat terdengar dekat dan tiba tiba hilang suara tersebut.
sha kamu bisa pulang sekarang, " ucap alfaris yang sudah masuk ke dalam kamar ".
marsha pun mendudukan tubuh nya yang sedari tadi berada di atas ranjang.
kamu benar benar mengusir aku ? " tanya marsha dengan nada gemetar karena sedari tadi dia menahan kesal pada suami nya ".
alfaris nampak santai dan kembali menyerahkan dua kartu yang tadi di tinggalkan oleh nya.
marsha pun berdiri dan mengambil kedua kartu tersebut.
baik lah, aku akan pulang dan mengurus surat perceraian kita, " tegas marsha membuat alfaris bak di sambar petir ".
dia tau perbuatan pada istri nya itu kejam, tapi dia tak menyangka kalau istri nya akan mengatakan hal itu.
kamu jangan asal bicara sha, " jawab alfaris mulai terdengar gugup ".
untuk apa kita lanjutkan hubungan pernikahan ini ?
apa pernah peduli padaku ?
apa pernah kamu memperhatikanku ?
apa pernah aku menuntut hak ku ?
aku ini bukan barang yang kamu beli lalu kamu pajang, aku juga punya perasaan, di masa lalu memang aku pernah berbuat salah padamu ka, tapi selama satu bulan ini kamu sudah menghukumku, aku hanya diam dalam kesepianku, kamu tau ? aku selalu ke rumah papah agar tak merasa kesepian, kamu tau aku tak memakai kendaraan agar kamu mau mengantarkan ? kamu tau aku selalu manja karena ingin mendapat perhatian.
aku mencintaimu sedari dulu, hingga aku selalu menolak semua laki laki lain, aku menunggu kamu yang berjanji akan menikahiku karena sudah mencium pipiku di masa kecil dan memberikan boneka sebagai jaminan, aku memang menolak kamu karena ingin kamu berjuang membuktikan kamu agar bisa sukses dan di terima kedua orang tuaku.
aku bukan menginginkan kekayaah tapi menginginkan kamu yang bertanggung jawab, apa salah aku menginginkan hal itu hah ?
apa kamu tidak melihat cinta dan ketulusan dariku hah ? " ucap marsha menggebu meluapkan semua unek unek nya dengan air mata yang berjatuhan ".
__ADS_1
alfaris diam terpaku, dia tak menyangka kalau marsha mengingat masa kecil nya dan tak menyangka jika istri nya itu telah berkorban besar untuk nya.
alfaris menarik tangan marsha dan memeluk nya erat, kini bukan hanya marsha yang mengeluarkan air mata, alfaris pun sudah di banjiri air mata.
alfaris mengecup kening marsha lalu kembali memeluk erat istri nya itu, dia kehabisan kata kata bahkan kata maaf pun tak bisa ia keluarkan karena benar benar merasa bersalah telah memperlakukan dengan buruk istri yang sangat mencintai nya itu.
marsha akhir nya membalas pelukan suami nya meskipun tubuh nya terasa lemas karena sudah meluapkan semua unek unek nya itu.
alfaris memegang kedua pipi marsha dan menatap lekat wajah istri tercinta nya itu, marsha hanya menatap suami nya dengan senyum getir itu.
aku sangat mencintaimu, " ucap alfaris akhir nya sambil tersenyum pada istri nya ".
marsha hanya tersenyum, lalu marsha memberanikan diri berjinjitkan kaki nya dan mengecup singkat bibir suami nya.
alfaris tersenyum puas, lalu mulai sedikit menunduk dan mendekatkan wajah nya pada wajah istri nya.
jantung marsha berdegup kencang, namun dia tak mau melewatkan ini semua, dia juga menginginkan hal yang sama seperti suami nya.
kini bibir alfaris sudah menenpel di bibir marsha, marsha pun mulai memejamkan mata nya.
alfaris mengecup lembut bibir istri nya, perlahan makin menuntut dan kini lidah suami nya itu mulai membuka bibir marsha.
marsha pun mulai membuka mulut nya dan merasakan kini mulut nya di penuhi lidah suami nya.
gelenjar gelenjar aneh mulai merasakan kedua nya.
marsha pun mulai mengikuti naluri nya dan membalas ******* suami nya yang makin menuntut itu.
kini alfaris mendorong tubuh marsha dan terjatuh di atas ranjang, kini posisi alfaris berada di atas tubuh istri nya.
marsha membuka mata nya karena sedikit kaget dengan tindakan suami nya.
mereka saling menatap dengan hasrat kedua nya yang memuncak.
__ADS_1
alfaris menenggelamkan wajah nya di leher marsha hingga istri nya itu mengerang nikmat dan geli.
marsha pun memasukan tangan nya di bawah kaos belakang suami nya lalu meremas pinggang suami nya itu hingga membuat alfaris mengerang nikmat.