Bukan Mantan Tapi Suami

Bukan Mantan Tapi Suami
kepergian alfaris


__ADS_3

di lain tempat marsha hanya duduk melamun, dia kembali merasa dada nya sakit saat menolak alfaris untuk yang kedua kali nya tadi pagi, namun dia juga tak bisa membantah ucapan mama nya yang meminta sosok menantu seorang sukses seperti kaka yang cio.


malam sudah larut, kini dirga dan hasan di temani juga alya menuju rumah utama, alya ingin bertemu sahabat nya jadi alya tadi sengaja mampir ke kantor untuk ke rumah sahabat nya itu bersama suami nya.


ka apa kaka kenal alfaris ? " tanya alya pada dirga yang membuat suami nya menoleh pada istri nya itu karena hasan sedang menyetir.


kenapa memang ? " tanya balik dirga yang duduk di belakang sepasang suami istri itu ".


dengan semangat alya menceritakan pertemuan nya dengan alfaris hingga membuat sang suami menahan tawa karena menganggap alfaris lelaki yang terlalu sembrono dan mengada ngada ke adaan nya yang hanya menjadi sopir marsha namun berlaku seperti kekasih yang melindungi marsha.


lain hal dengan dirga yang langsung terdiam, dia baru teringat kejadian masa lalu nya, perubahan sosok alfaris pada nya ternyata dulu setelah pertemuan alfaris dengan kedua orang tua dirga dan juga sang adik marsha.


apa sedari kecil alfaris memang menyukai marsha hingga alfaris menjauhi nya agar tak di kasihani oleh nya, dirga teringat sewaktu kecil alfaris pernah berkata jika dia ingin menjadi sosok laki laki pelindung wanita nya dan tak ingin di belas kasihani wanita itu termasuk keluarga nya.


apa itu alasan kamu selalu menghindar dariku, tapi balasan pahit malah kamu terima dengan penolakan marsha alfaris, " batin dirga terenyuh membayangkan itu semua ".


dia sahabatku alya, dia orang baik, " ucap dirga lirih hingga membuat hasan dan juga alya sama sama diam ".


kini mereka sampai di kediaman utama arman, entah kenapa hati dirga sedang tidak baik baik saja, di masuk ke dalam kamar nya dan tak keluar hanya untuk makan malam.


hasan menemani sang istri duduk di ruang keluarga setelah selesai makan malam bersama dengan mama lita dan papa arman serta marsha.


bagaimana keadaan kantor hasan ? " tanya papa arman karena dia heran dengan sikap anak sulung nya yang berdiam di kamar tak mau makan malam ".

__ADS_1


baik tuan besar, bahkan mata mata perusahaan musuh sudah di temukan dan sekarang mendekam di penjara, " jawab hasan apa ada nya ".


lalu kenapa dirga malah terlihat murung ? " tanya arman lagi pada hasan ".


saya kurang tau tuan, mungkin karena sahabat nya sudah pergi, " jawab hasan mengira ngira ".


pergi kemana kan kamu ada di sini, " timpal mama lita sambil menggeleng heran ".


alya dan marsha hanya diam mendengar percakapan itu.


saya memang teman kuliah nya nyonya, cuma tuan dirga ternyata mempunyai sosok sahabat aneh, hasan pun akhir nya menceritakan sosok alfaris di mata dirga setelah dia tadi siang mengetahui nya dari dirga langsung.


mama lita cukup kaget, dia teringat dengan sosok laki laki kecil yang selalu dirga beri makan, mama lita hanya tau dirga dekat dengan laki laki kecil itu dan baru mempunyai teman dekat lagi setelah kuliah dengan hasan.


papa arman mun terdiam dia mengingat ingat namun karena semasa kecil tidak terlalu dekat dengan anak nya maka papa arman hanya diam setelah mengetahui kebenaran kalau anak sulung nya sering mendapat bantuan dari alfaris, pantas anak nya itu sempat mencari alfaris untuk mengajak nya bekerja ternyata bukan hanya karena sebuah prestasi alfaris sewaktu kuliah, itu karena alfaris sosok penting di mata anak sulung nya yang selalu membantu nya.


sewaktu kecil, dengan polos nya marsha marah pada laki laki itu dan meminta bertanggung jawab karena mencium pipi nya, dengan santai laki laki itu berujar akan bertanggung jawab dan menikahi nya setelah dewasa.


marsha menutup mulut dengan hati yang perih, bulir bulir air mata manetes begitu saja saat mengingat hal itu, meskipun itu belum pasti sosok alfaris sewaktu kecil.


alya hanya bisa mengelus pundak sahabat nya itu menenangkan.


lalu dimana alfaris sekarang ? " tanya papa arman akhir nya ".

__ADS_1


saya tidak tau tuan, alfaris hanya bilang akan menikmati masa muda nya pada tuan dirga lalu dia pergi setelah tugas nya selesai, bahkan dia menolak uang yang di berikan oleh tuan dirga, sebab awal mau membantu perusahaan pun sebetul nya alfaris tidak meminta imbalan, namun hanya meminta dia menjadi sopir nona marsha selama membantu perusahaan, " tutur hasan apa ada nya ".


marsha kembali di buat sesak dada nya, namun dia tak bisa berbuat apa apa, begitupun mama lita ada sedikit rasa bersalah pada laki laki yang tulus mencintai anak nya itu, namun mama lita kembali meyakinkan diri nya kalau harus mendapatkan menantu yang mapan minimal seperti anak sulung nya itu.


waktu berlalu hampir satu bulan, sikap dirga sekarang menjadi pendiam pada keluarga nya, membuat mama lita dan marsha merasa bersalah pada dirga.


sampai kapan kamu akan mendiamkan kami ? " tanya mama lita saat sarapan bersama karena sudah tak tahan di diamkan oleh anak sulung nya itu ".


dirga tetap menikmati sarapan nya seolah tak mendengar pertanyaan mama nya itu.


gebrakan meja membuat semua kaget dan menoleh pada mama lita, ibu rumah tangga itu nampak nya sudah hilang kesabaran pada anak sulung nya dan kini menatap tajam pada dirga.


apa demi teman mu kamu membenci mamah hah ? " bentak mama lita pada dirga ".


kini mama lita bukanya menyadari kesadaran nya itu, namun malah bertambah benci pada sosok alfaris.


dirga berdiri lalu meninggalkan ruang makan dan pergi untuk menuju kantor nya.


mah cukup, " ucap papa arman pelan namun juga tegas membuat mama lita langsung duduk kembali yang tadi sudah berdiri hendak mengejar anak nya itu ".


dirga sedang ada masalah di kantor setelah kepergian alfaris tolong mamah mengerti itu, " lanjut papa arman agar istri nya itu bersabar ".


namun mama lita malah kembali kesal, dan menyalahkan alfaris, tuh kan pah orang itu sudah pergi dari kita tapi membuat masalah di kantor anak kita, " ucap mama lita lagi ber api api ".

__ADS_1


marsha hanya melanjutkan sarapan nya, dia nampak tak peduli dengan keributan itu, karena diri nya benar benar merasa bersalah pada alfaris namun lelaki itu pergi menghilang entah kemana.


papah belum selesai bicara, jadi jangan mamah potong ucapan papah, " tegas arman yang membuat mama lita kini benar benar diam karena suami nya kalau sudah seperti itu benar benar marah ".


__ADS_2