Bukan Mantan Tapi Suami

Bukan Mantan Tapi Suami
bertemu dirga


__ADS_3

hingga setelah sukses aku mencarimu kembali dan menyatakan perasaanku padamu, lagi dan lagi aku di tolak, dan entah keberuntungan apa tiba tiba bunda memaksaku menikah denganmu, " punkas alfaris mengakhiri cerita nya ".


marsha mencium pipi suami nya lalu memeluk kembali pergelangan tangan suami nya.


maaf, lagian kamu ga bilang orang yang sudah menciumku, " ucap marsha merasa bersalah ".


alfaris tersenyum lalu mengusap rambut istri nya dengan satu tangan nya.


memang kalau aku mengatakan kalau aku yang mencium kamu, apa kamu bakal menerima ? bukanya kamu cari suami yang minimal seperti dirga ? " goda al pada istri nya ".


marsha melepas pelukan nya dan mendengus kesal, pipi nya memerah bibir memaju beberapa centi pipi nya mengembung dan mata nya berkaca.


aku ga tau, kalau aku tau ga mungkin menolak, meskipun harus melawan mama, aku mencintai sosok lelaki yang mencium pipiku, bahkan aku selalu menunggu janji nya, hingga aku kalau ingat ciuman dan janji itu cuma bisa menatap boneka pemberian nya, " ucap marsha menggebu dengan nada lirih ".


mata nya benar benar berkaca dan mulai mengeluarkan air mata, marsha menunduk dan menyembunyikan wajah nya di paha nya.


alfaris menepikan kendaraan nya ke samping jalan, lalu menarik tubuh istri nya dan memeluk nya erat.


marsha menangis dalam pelukan suami nya, suara nya sudah lirih karena hari ini dia sudah dua kali menangis.


alfaris meregangkan tubuh nya, lalu menatap marsha dan mendekatkan wajah nya mengecup kedua mata masha lalu beralih ke kening beralih lagi mengecup kedua pipi marsha dan berakhir dengan mengecup bibir marsha dan sedikit ******* nya dan melepaskan nya.


alfaris menatap marsha sambil tersenyum teduh, jari tangan nya meraba bibir marsha yang masih basah belas ******* nya.


alfaris menghapus bibir basah istri nya itu dengan jari nya, lupakan kesedihan masalalu, kita bangun keluarga yang harmonis dan bahagia dengan mempunyai banyak anak, " ucap alfaris dengan tersenyum jahil nya ".


marsha memukul pelan dada bidang suami nya, dia malu dengan sikap dan ucapan suami nya itu.


ayo katanya mau ke kantor ka dirga, " pinta marsha mengalihkan rasa malu nya ".


alfaris mengacak pelan rambut istri nya lalu melajukan kembali kendaraan nya menuju kantor dirga.


mobil berhenti di loby utama gedung xmas, marsha dan alfaris turun bergandengan tangan memasuki loby.

__ADS_1


semua orang mengenal marsha, namun hanya sedikit yang mengenal al karena laki laki itu hanya bekerja beberapa hari saja di kantor dirga.


semua menyapa marsha namun tak sedikit tatapan tak suka dari para karyawan pada alfaris.


bahkan banyak dari karyawan yang berbisik kalau laki laki di samping marsha adalah laki laki yang mengincar harta keluarga marsha saja.


kesalahan alfaris hanya satu, dia tak pernah memakai jas apalagi dasi, di lebih suka memakai kemeja santai saat bekerja sekalipun, hingga hanya orang orang yang mengenal nya saja yang akan menghormati nya.


marsha merasakan ke tidak nyamanan suami nya itu, marsha bertekad akan merubah penampilan suami nya agar lebih baik lagi.


hasan yang kebetulan selesai mengambil berkas dari ruangan anak buah nya bertemu dengan alfaris dan menyadari tatapan para karyawan seperti merendahkan bos besar itu.


selamat siang tual al, selamat untuk wakil cio anda tuan rendra yang sudah resmi mencalonkan diri sebagai anggota parlemen, " sapa hasan dengan nada sedikit keras agar para karyawan nya mendengar ucapan nya ".


alfaris mengangguk dan tersenyum kecil, dia memang tidak terlalu dekat dengan hasan.


semua orang yang mendengar ucapan asisten cio dirga itu kaget, mereka tak menyangka kalau orang yang mereka gunjingkan adalah cio Z company, sebab barusan mendengar langsung kalau wakil cio nya adalah tuan rendra yang sangat terkenal dan di segani.


mereka semua berhenti menggunjingkan alfaris dan memilih melanjutkan aktifitasnya agar tak terkena masalah.


marsha merangkul manja suami nya berjalan masuk ke dalam lip.


semua orang kini iri dengan kesempurnaan dan kemesraan sepasang kekasih menurut mereka.


sementara hasan nampak bingung, ini kali pertama dia melihat ke romantisan al dan marsha sebab setau hasan rumah tangga mereka tidak berjalan dengan baik bahkan menikah pun karena keterpaksaan.


kini al dan marsha masuk ke dalam ruangan dirga setelah di buka kan pintu oleh hasan.


dirga nampak kaget dengan ke datangan sahabat nya itu, apalagi datang bersama adik nya.


setelah acara pernikahan adik nya, dirga memilih menyibukan pekerjaan nya dan tak ingin tau hubungan adik nya itu, sebab dia terlalu malu untuk bertemu dengan al yang ternyata orang yang menolong keluarga nya padahal keluarga nya selalu memperlakukan al dengan buruk.


al menatap dirga dengan tatapan tak bisa di artikan membuat dirga gugup, dirga berdiri dan dia bingung harus berkata apa, nampak suasana menjadi canggung, marsha pun hanya diam di samping suami nya.

__ADS_1


apa kamu tak ingin mempersilahkan duduk adik iparmu ? " tanya al dengan nada dingin ".


oh ya ya silahkan duduk, " jawab dirga gugup mempersilahkan al untuk duduk ".


marsha mencubit perut suami nya keras dan membuat al meringis sakit.


sementara dirga nampak bingung dan takut terhadap tindakan adik perempuan nya itu.


al mengangkat tangan nya membuat dirga kaget, dia takut sahabat nya itu akan menyakiti adik nya.


namun dirga di buat terbelalak saat tangan al mengacak dan memcubit pipi adik nya itu.


sakit tau, " keluh marsha cemberut karena pipi nya di cubit ".


al hanya tersenyum kecil, lalu berjalan mendekat pada dirga sambil merentangkan tangan nya.


dirga masih shock dengan apa yang di lihat nya, namun dirga yang sebenar nya merindukan sahabat nya itu merentangkan tangan dan memeluk alfaris.


maafkan aku dan keluargaku, " ucap dirga dengan lirih mata nya bahkan berkaca kaca ".


alfaris menepuk nepuk punggung sahabat nya itu, tak usah minta maaf, justru aku yang berterimakasih karena kamu susah menjadi sahabat terbaik dan menjaga marsha untukku, " balas al tak kalah lirih dengan mata yang ikut berkaca ".


marsha sangat terharu melihat suami dan kaka nya itu, marsha mengusap pipi nya yang sudah mengalir air mata nya.


sudah sudah kalian masih normal kan, " ucap marsha sambil menarik tangan suami nya ".


ucapan marsha nampak ketus, namun wajah dan air mata nya tak bisa membohongi kedua laki laki itu.


kini marsha dalam pelukan kedua laki laki tersebut.


marsha sangat bahagia, tapi kini dia mendorong tubuh kedua laki laki itu karena sesat.


hasan terharu melihat interaksi tersebut, dia menutup pintu pelan dan pergi.

__ADS_1


dirga pun duduk di sopa, alfaris pun sama duduk di sopa berhadapan dengan sahabat sekaligus kaka iparnya itu, marsha ikut duduk di samping suami nya dan merangkul tangan suami nya dan memeluk nya.


__ADS_2