
kan udah ada ka marsha, " ucap lisa polos membuat dia mendapat tatapan dari semua orang ".
marsha yang dari tadi tersenyum bahagia karena ke hamilan sahabat nya kini menjadi murung kembali.
aku cuma bercanda, " ujar lisa lagi karena tau ucapan nya salah meskipun dia berharap itu benar ada nya ".
marsha apa boleh kita bicara hanya berdua ? " tanya bunda aisyah akhir nya ".
marsha menoleh pada bunda aisyah, lalu mengangguk pelan.
kini mereka kembali mengobrol, sementara bunda aisyah dan marsha memasuki rumah dan menuju salah satu ruangan.
pah apa marsha tak akan kenapa kenapa ? " bisik mama lita pada papa arman ".
ga lah mah, dia akan baik baik aja, " jawab papa arman kembali menbisikan pada istri nya ".
kini bunda aisyah dan marsha masuk ke dalam kamar bunda aisyah, marsha kagum dengan isi kamar bunda aisyah yang begitu besar dan mewah itu.
duduk nak, " ucap bunda aisyah yang sudah duduk di salah satu sopa kamar ".
marsha pun duduk di sopa dengan canggung, maaf memang sebetul nya bunda yang tadi mengundang keluarga pa fahri, bunda aisyah pun menceritakan awal mula bunda aisyah dengan bu dian merencanakan perjodohan itu.
jadi alfaris tak tau menahu hal itu, bunda hanya berusaha agar dia tak kesepian lagi.
namun setelah bunda lihat tadi alfaris pergi kembali bunda yakin alfaris memang masih menyimpan perasaan mendalam pada kamu, dia harus nya pergi nanti pagi namun karena di rumah ini ada kamu dia memilih pergi dan itu arti nya dia masih mencintaimu, " jelas bunda panjang lebar ".
apa kamu mencintai anak bunda ?
tapi tapi aku sudah dua kali menolak nya tante, " jawab marsha merasa bersalah dan tak pantas dia berharap pada alfaris sekarang ".
jangan panggil tante panggil aja bunda ya, bunda tau kamu juga mencintai anak bunda, dan bunda tau alasan kamu menolak anak bunda, " ucap bunda aisyah lagi sambil mengusap pundak marsha ".
marsha diam sesaat dia tak menyangka orang di hadapan nya bisa mengetahui alasan penolakan pada anak nya.
__ADS_1
tapi apa pantas aku mengharapkan nya, sementara aku sudah menolaknya karena sebuah status sosial ? " ujar marsha merasa tak pantas berharap pada alfaris ".
bunda memahami hal itu, mama marsha berhak mengharapkan menantu terbaik, begitupun dengan kamu berhak atas itu semua, namun anak bunda terlalu naif dia berharap sebuah ketulusan dengan dia sendiri berpura pura itu arti nya tak ada ketulusan dari nya, " jelas bunda aisya menengahi permasalahan ".
apa kamu mencintai nya ? " tanya bunda aisyah lagi dan kini di angguki oleh marsha dengan wajah yang terlihat sedih ".
baik lah besok bunda dan keluarga akan ke rumah kamu dan akan melangsungkan pernikahan, " ujar bunda yang membuat marsha kini menatap bunda aisyah tak percaya ".
bunda aisyah tersenyum tulus dan mengelus rambut calon menantu nya, percaya lah sama bunda ini cara terbaik dan percaya sama bunda.
bunda aisyah dan marsha pun kembali ke halaman belakang, bunda aisyah mengatakan apa yang dia rencanakan dan tentu membuat semua orang terkejut meskipun semua orang senang mendengar kabar bahagia ini.
bunda tapi apa kaka akan setuju ? " tanya rendra khawatir kalau kaka nya akan menolak apalagi ini sebuah dadakan ".
dia mencintai marsha lebih dari dua puluh tahun, dan mana bisa kaka mu menolak perintah bunda " jawab bunda aisyah santai ".
mama lita sangat senang dia sadar besar nya cinta putri nya itu pada alfaris, di tambah betapa baik nya keluarga calon menantu nya itu.
bagaimana jeng apa anda setuju ? " tanya bunda aisyah pada mama lita ".
saya sebenar nya malu nyonya apalagi saya sempat menolak putra anda nyonya, " jawab mama lita tak enak hati ".
saya memahami itu semua, jangan panggil saya nyonya jeng, jadi bagaimana apa anda setuju ?
mama lita nampak bingung dan meminta pendapat suami nya.
baik kami setuju, " jawab mama lita akhir nya yang di setujui pula oleh dirga dan juga papa arman ".
keluarga arman pun pulang ke rumah nya untuk menyiapkan acara besok pagi yang begitu dadakan, namun rendra mengatur semua agar berjalan lancar hingga akhir nya bisa selesai di pagi hari.
alfaris yang semalam sudah naik pesawat kembali pulang karena panggilan dari bunda nya yang tak mungkin di bantah, alfaris turun dari mobil dan berlari kecil ke dalam rumah karena khawatir dengan ke adaan bunda nya.
terlihat bunda yang sedang duduk anggun dengan pakaian rapih di sopa ruang keluarga lengkap dengan lisa rendra dan juga bima serta dian.
__ADS_1
apa bunda sehat ? bagaimana kaki bunda ? " tanya alfaris sambil memeriksa kaki bunda nya yang semalam sedikit bengkak ".
nampak keadaan bunda nya yang terlihat baik baik saja bahkan dengan senyum indah bunda nya yang terlihat bahagia saat ini.
zo ikut masuk ke ruangan keluarga dan heran dengan penampilan orang orang yang sudah rapih seperti mau kondangan.
duduk dulu, " ucap bunda pada anak sulung nya sambil menepuk sopa di samping nya ".
alfaris pun duduk dengan kebingungan nya dan segera menyeruput kopi yang baru di bawakan oleh pelayan untuk nya.
kamu masih cape ? " tanya bunda lagi yang membuat alfaris menatap malas pada bunda nya ".
sudah katakan ada apa ? " tanya alfaris makin penasaran ".
zo kamu bersihkan tubuhmu dan pakai pakaian terbaik, " perintah rendra pada zo yang membuat zo memicingkan mata nya namun dia menurut dan pergi masuk ke kamar yang memang tersedia untuk nya jiga menginap ".
kamu juga sana bau tau, " usir bunda aisyah pada alfaris yang malah menggaruk kepala yang tak gatal ".
alfaris menatap lisa dan rendra yang hanya tersenyum tak ingin memberitahukan.
dengan langkah malas alfaris mengikuti kemauan bunda nya dan masuk ke dalam kamar nya untuk membersihkan diri.
semua persiapan sudah berada di mobil yang akan mengiring pernikahan dan alfaris tak menyadari hal itu tadi karena terburu buru masuk ke dalam rumah.
setelah beberapa saat alfaris dan zo sudah kembali bergabung di ruang keluarga.
kamu hari ini menikah, " ucap bunda aisyah santai pada anak sulung nya itu ".
bun jangan bercanda, " jawab alfaris masih santai ".
bunda ga bercanda, pagi ini kita ke rumah marsha dan kamu harus menikah hari ini juga, " jelas bunda sambil merogoh kotak berlian dari tas nya dan menyerahkan pada alfaris ".
alfaris menatap bunda nya tak percaya, lalu dia menatap bima dian rendra juga lisa yang nampak mengatakan kalau ini benar benar serius.
__ADS_1