
marsha pun memasukan tangan nya di bawah kaos belakang suami nya lalu meremas pinggang suami nya itu hingga membuat alfaris mengerang nikmat.
kini alfaris memegang dua gundukan di dada marsha yang pas di tangan nya, lalu meremas pelan membuat mata marsha sayu karena menahan hasrat.
tangan marsha makin keras ******* ***** pinggang suami nya itu yang kini mulai membuka kancing baju milik marsha.
kini kacamata hitam terpampang jelas yang menghalangi dua benda kenyal milik marsha.
alfaris membuka kaos polos nya, dan terlihat dada bidang serta perut kotak kotak milik nya membuat marsha menatap lekat dan langsung meraba dan mengelus dada bidang serta perut kotak kotak milik suami nya.
ini miliku jangan sampai orang lain melihatnya, " ucap marsha manja menahan hasrat ".
"ini juga miliku ".ucap alfaris sambil menarik bra istri nya hingga terlihat jelas ke indahan dua gundukan itu dan langsung wajah alfaris menenggelam kan nya dan ******* serta menghisap gundukan itu.
tubuh marsha langsung bergetar hebat, dia merasa sudah mengeluarkan cairan nikmat di bagian intim nya yang terasa mulai membasah.
sayang, " racau marsha sambil meremas rambut suami nya ".
alfaris mencium lalu menjilat gundukan marsha dan beralih ke perut marsha membuat istri nya itu di ujung kenikmatan.
alfaris ingin membuka kancil celana jeans marsha karena dari semalam gadis itu memakai pakain yang sama, lamun istri nya itu menahan tangan alfaris dan membuat alfaris menatap istri nya itu dengan tatapan bertanya.
aku kan sedang datang bulan, " ucap marsha dengan wajah merah karena malu ".
tiba tiba alfaris merasa lemas, dia merasa di permainkan oleh istri nya saat berada di puncak hasrat tiba tiba di hempaskan begitu saja.
alfaris menjatuhkan tubuh nya di samping marsha dengan lemas dan kecewa.
marsha melihat wajah kekecewaan suami nya, dia melihat di bawah perut suami nya ada benda yang terlihat keras dan menonjol, marsha pun tersenyum lucu lalu memegang benda yang masih menegang tersebut meskipun terhalangi oleh kain penghalang.
sayang kamu jangan menyiksaku, " lirih alfaris kesal namun lembut ".
marsha naik ke atas tubu suami nya, kini kedua bagian intim itu beradu meskipun masih terhalang kain, apalagi bagian istri nya yang terhalang benda aneh menurut suami nya.
__ADS_1
dua gundukan itu bergelantungan bebas terlihat jelas oleh alfaris membuat laki laki itu benar benar sedang dalam ujian terbesar nya.
marsha tersenyum lucu melihat suami nya yang menatap dua benda itu dengan tatapan menginginkan namun juga kekecewaan.
marsha menurunkan tubuh nya dan mengecup bibir suami nya, kini hidung kedua nya beradu, sesaat mereka berdua diam sesaat saling menatap dari dekat.
sayang kamu lupa pekerjaanku ? aku mengerti cara menggantikan kenikmatan ini untuk sementara, " ucap marsha lembut sambil tersenyum lucu ".
alfaris tersenyum kecil, dia baru teringat hal itu, marsha kembali mengecup bibir suami nya lalu mulai meraba menarik celana suami nya itu.
akhir nya alfaris bisa menyalurkan hasrat nya lewat permainan istri nya itu meskipun alfaris sedikit kecewa belum menikmati secara langsung dari lembah milik istri nya.
sore hari nya mereka terbangun, marsha membangunkan suami nya itu yang masih nyaman dalam dekapan nya.
ka bangun, " ujar marsha sambil mengecup pipi suami nya ".
alfaris pun membuka mata dan tersenyum lembut pada istri nya, tatapan dingin serta perlakuan alfaris pada istri nya kini berubah teduh.
aku mau mandi, tapi ga ada pakaian ganti, " keluh marsha pada suami nya yang masih terlentang ".
kenapa ga bilang dari semalam, " ucap marsha merajuk ".
aku kan berniat mengusirmu, " jawab alfaris dengan tawa renyah nya ".
oh, jadi sekarang kamu mau usir aku ? " tantang marsha dengan wajah di buat kesal ".
tidak sayang, ujar alfaris sambil menarik tangan istri nya dan kembali memeluk nya.
sudah, aku mau mandi, " kesal marsha pada suami nya ".
alfaris pun melepas pelukan nya dan berjalan keluar rumah untuk mengambil koper milik istri nya, sementara pengawal yang tadi membawa helikopter hanya memberi hormat tanpa berani bertanya pada bos besar itu.
alfaris baru teringat pada anak buah nya itu, kalian bersiap, satu jam lagi kami akan memakai helikopter itu, " perintah alfaris sambil kembali masuk ke dalam rumah membawa koper istri nya itu ".
__ADS_1
marsha selesai mandi dan segera berganti pakaian yang sudah di bawakan suami nya, begitupun dengan alfaris yang sudah berpakaian santai sore ini.
ayo, " ajak alfaris pada istri nya yang sedang duduk di atas ranjang ".
kita akan kemana ? " tanya marsha karena suami nya itu mengajak nya pergi dan hanya meminta diri nya memakai pakaian santai sama seperti diri nya ".
alfaris tak menjawab tapi dia menggandeng marsha dan membawa nya ke luar kamar.
kini mereka berjalan bergandengan tangan menaiki sebuah helikopter lalu menuju salah satu pegunungan.
marsha menikmati pemandangan sekitar yang begitu indah, dia nampak bahagia karena di bawa suami nya mengelilingi tempat tersebut.
helikopter mendarat di sebuah lapangan luas, nampak sekali banyak orang yang berolahraga serta berlatih berbagai hal di tempat tersebut.
semua orang menyambut dan memberi hormat pada alfaris membuat marsha makin heran.
siapa mereka ? " bisik marsha pada suami nya ".
mereka anak buah zo yang menjaga keluarga serta perusahaan mahesa, " jawab alfaris sambil tersenyum lembut ".
marsha hanya mengangguk anggukan saja, padahal dia belum mengerti kenapa harus sebanyak itu orang yang menjaga perusahaan.
marsha hanya tau Z company perusahaan besar, dia tak tau betapan berkuasa dan besar nya perusahaan tersebut.
marsha hanya berfikir Z company hanya sedikit lebih besar dari perusahaan kaka nya, tanpa marsha tau kalau Z company mungkin seratus kali lebih besar dan berkuasa di banding perusahaan keluarga nya.
alfaris membawa marsha ke suatu lapangan yang terlihat seperti pacuan kuda, memang itu merupakan pacuan kuda.
alfaris tau kalau di kota marsha pun mempunyai hoby berkuda dan mempunyai satu ekor kuda yang di kelola di lapangan dan di sewakan untuk umum.
marsha nampak antusias saat beberapa orang menuntun dua kuda dan menyerahkan pada marsha dan juga alfaris.
apa kamu mengejak kita berkuda ? " tanya marsha semangat ".
__ADS_1
tidak, aku mengajak kamu balapan mobil, " balas alfaris sambil memicingkan mata nya ".
marsha mendengus kesal dan memilih menaiki kuda putih yang di peruntukan untuk nya, alfaris tersenyum kecil lalu dia pun menaiki kuda yang sudah di siapkan dan mulai memacu kuda nya menyusul sang istri yang sudah memacu terlebih dahulu.