
marsha mendengus kesal dan memilih menaiki kuda putih yang di peruntukan untuk nya, alfaris tersenyum kecil lalu dia pun menaiki kuda yang sudah di siapkan dan mulai memacu kuda nya menyusul sang istri yang sudah memacu terlebih dahulu.
mereka pun menikmati sore hari dengan berkuda, hingga waktu tak terasa matahari mulai mau terbenam hingga marsha dan alfaris menyudahi olah raga tersebut.
makasih, " ucap marsha sambil mengecup singkat pipi suami nya ".
alfaris tersenyum lalu menatap marsha dengan tatapan menginginkan.
marsha yang mendapat tatapan itu menjadi malu pipi nya memerah, marsha memeluk suami nya lalu menyembunyikan wajah nya di dada bidang suami nya.
kita harus kembali ke kota, aku ada pekerjaan mendadak yang tak bisa di wakili, " ucap alfaris dengan berat hati ".
marsha melepas pelukan itu lalu menatap lekat suami nya, ada kekecewaan di hati nya tapi dia juga tak ingin egois.
baik lah, nanti kita bisa berlibur kembali di lain waktu, " balas marsha sambil tersenyum lembut pada suami nya ".
alfaris pun mengecup kening istri nya, lalu menggandeng tangan istri nya berjalan menuju helikopter untuk kembali ke kota.
beberapa jam kemudian mereka sampai di rumah utama mahesa, alfaris langsung memasuki ruang kerja karena sudah di tunggu rendra dan juga zo.
sementara marsha langsung menghampiri lisa dan bunda aisyah yang berada di ruang keluarga.
nampak lisa dengan wajah kesal membuat marsha bingung dan penasaran.
kamu kenapa sa ?
aku kesal sama rendra sama zo ka, " jawab lisa dengan nada ketus ".
marsha sedikit kaget karena tak biasa nya adik iparnya itu menjawab dengan ketus, tapi dia memaklumi apalagi lisa mengatakan kesal pada kedua laki laki itu.
lisa di berhentikan bekerja sampai acara pernikahan lisa dan rendra di langsung kan, " kini bunda aisyah yang menjelaskan pada menantu tertua nya itu ".
__ADS_1
oh, untung aku tidak, " balas marsha polos tanpa beban ".
siapa bilang, kaka juga sama bahkan posisi kaka sudah di isi sama si jeni, " jelas lisa yang membuat marsha kaget tak percaya ".
tapi ka al ga bilang apa apa, " ujar marsha tak percaya ".
memang ka al ga tau apa apa, tapi itu ulah zo dan rendra, " ucap lisa memberitahukan ".
marsha kini menjadi marah, entah keberanian dari mana dia berdiri dan berjalan menuju ruangan suami nya karena tau ada rendra dan zo.
lisa dan bunda saling menatap dan tersenyum lalu mereka ikut berdiri serta berjalan mengikuti marsha, bunda dan lisa sama sama kesal pada rendra namun mereka juga tak berani membantah rendra, dan kini ada marsha yang akan membela mereka.
marsha mengetuk pintu lalu membuka nya tanpa menunggu yang ada di dalam mempersilahkan nya.
kamu kenapa memecatku ? " tanya marsha dengan posisi masih berdiri dan menatap rendra dan zo bergantian ".
alfaris hanya mengela nafas panjang, dia tau istri nya akan marah, alfaris hanya diam ingin melihat sampai mana kemarahan marsha.
kebaikan apa ? kamu kira aku tahanan yang harus berdiam di rumah tanpa bekerja hah ? " ucap marsha lagi menggebu sambil menatap tajam pada zo ".
zo hanya menunduk, ini kali pertama nya zo melihat nyonya muda itu marah dan ternyata cukup membuat zo takut dan tak berani menatap nyonya nya itu.
ka bukan begitu, aku cuma ga mau kaka sama lisa kelelahan jadi aku sengaja, ucapan rendra terpotong karena ucapan marsha.
apa aku pernah mengeluh sama anda tuan rendra yang terhormat, " potong marsha dengan menekankan kata tuan yang terhormat ".
lisa dan bunda hanya tersenyum puas di belakang marsha, ini kali pertama nya mereka melihat rendra tak berkutik di hadapan seorang wanita.
sha, sini duduk, " ucap al lembut sambil menepuk sopa di samping nya ".
marsha hanya diam sambil menatap suami nya itu dengan malas.
__ADS_1
sini duduk, " ucap al lagi dengan nada sedikit tegas ".
dengan malas marsha pun duduk karena suami nya menatap dengan seriuas, bunda aisyah dan lisa pun mengikuti ikut duduk di sopa.
tolong jangan ada yang memotong ucapanku, " ujar al pada ketiga wanita itu yang di angguki secara bersamaan ".
rendra secara resmi akan mencalonkan diri sebagai anggota parlemen besok pagi, suka tidak suka, akan ada musuh yang mencari tau kelemahan dan kesalahan rendra, kami hanya khawatir dengan keselamatan kalian mengingat dalam politik cukup berat persaingan dan juga cukup kejam.
marko adalah anggota parlemen petahana, dia orang yang kejam bahkan bunda tau dia orang yang telah mengorbankan ayah dalam peperangan lima belas tahun silam, " jelas alfaris dengan mata sedikit berkaca mengingat ayah nya harus mati dalam peperangan yang di propaganda oleh marko yang waktu itu sudah menjabat anggota parlemen ".
marsha menutup mulut nya karena shock, sementara lisa hanya menunduk dia sudah mengetahui itu sejak lama.
jadi aku hanya minta kerja sama nya sampai marko dapat di jebloskan ke dalam penjara seperti keponakan nya reyhan, sebab dengan dia masih menjabat sudah bagi kami menuntut dia ke jalur hukum, " tegas al yang tak mendapat bantahan dari ketiga wanita itu ".
jadi apa kamu keberatan dengan rencana kami ? " tanya al lembut sambil mengusap rambut istri nya ".
marsha hanya menatap nanar, dia masih shock dan sedih mendengar mertua nya harus menjadi korban kekejaman marko dalam berpolitik.
marsha hanya menggeleng lalu menyandarkan kepala di pundak suami nya sambil tangan nya menggenggam tangan al.
zo rendra lisa dan bunda aisyah cukup kaget dengan sepasang kekasih itu yang menjadi romantis, tapi mereka juga bersyukur akhir nya marsha dan al berbaikan serta berharap akan segera memberikan jagoan kecil untuk keluarga besar mahesa tersebut.
pagi hari nya rendra di dampingi zo serta beberapa partai politik mengumumkan rencana pencalonan nya pada publik, banyak media yang meliput hingga menjadi pusat beberapa berita baik bisnis ataupun politik.
banyak orang yang merasa senang banyak juga yang merasa waswas karena seorang pengusaha hebat seperti rendra yang masuk ke dalam dunia politik.
banyak yang penasaran juga dengan sosok cio Z company sebab secara resmi rendra juga mengatakan kalau diri nya bukan lah seorang cio melaikan hanya seorang wakil.
di lain tempat marko memukul meja dengan keras, dia benar benar geram pada sosok rendra, apa mau anak muda itu, " geram marko kesal ".
keponakan nya kini mendekam di penjara gara gara rendra, dan kini anak muda itu mengusik juga diri nya dengan menjadi pesaing di kancah politik.
__ADS_1