
oh neng marsha, sudah bekerja atau baru melamar pekerjaan neng ? " tanya lagi bi imas karena belum mendapat jawaban dari marsha ".
belum marsha menjawab datang seseorang menyapa bi imas.
bi buatkan ikan bakar ya, " pinta reno yang langsung duduk di samping meylani ".
reno salah satu manager, dia satu tingkat dengan viona namun dia lebih banyak bekerja di lapangan.
baik tuan reno sebentar ya, " jawab bi imas menuju dapur karena kedua wanita itu masih memilih menu makan mereka ".
mey siapa ? karyawan baru ? kenalin dong, " pinta reno pada meylani sambil menatap marsha dengan tersenyum simpul ".
kamu sudah makan belum, kamu pilih saja semua makanan di kantin ini enak ko, biar aku yang traktir, " ucap reno lagi karena tak mendapat respon dari kedua nya jadi reno berusaha jumawa menawarkan makan gratis ".
marsha hanya tersenyum kecil, sementara mey nampak acuh pada reno.
reno memang teman mey semasa kuliah, tapi dia tak pernah dekat dan juga tak bermusuhan, sifat reno yang selalu tebar pesona membuat mey tak terlalu dekat dengan reno.
bi aku minta ini ya tiga porsi semua, " ucap marsha menunjuk beberapa menu agar di siapkan semua ".
bi imas menyajikan pesanan reno, lalu melihat menu menu yang di pilih marsha.
banyak juga ya kamu makan nya, tapi tenang saja nanti aku yang bayar ya bi, " ucap reno lagi so akrab ".
semua nya di bungkus ya, " ucap marsha lagi melanjutkan ucapan nya pada bi imas ".
mey nampak acuh memainkan hanphone nya karena sedang berbalas pesan dengan zo.
bi imas pun segera menyiapkan pesanan yang lumayan banyak itu untuk karyawan baru fikir bi imas.
ini mau di antarkan ke mana non ? " tanya bi imas karena biasa nya bi imas mengantarkan langsung ke ruangan karyawan, kecuali rendra dan al yang selalu di antarkan ke meja meylani.
ga usah di antar bi, biar aku bawa sendiri, " jasab marsha sambil menyodorkan beberapa uang kertas merah ".
bi imas hanya tersenyum kecil, membuat marsha bingung, sementara meylani yang baru ingat langsung mengeluarkan kartu yang marsha sendiri baru melihat kartu itu.
udah pake ini aja bi sekalian, " ujar reno menyerahkan kartu nya karena dia juga sudah selesai makan ".
__ADS_1
yakin ? " tanya mey pada reno ".
reno hanya mengangguk yakin dan menyerahkan kartu itu pada bi imas.
bi imas pun berlalu.
itu kartu apa ? " tanya marsha pada meylani ".
di sini semua memakai kartu itu nyonya, nanti setiap bulan pihak kanti akan menyerahkan rincian pada adm kantor dan secara otomatis gaji karyawan akan terpotong biaya makan di kantin, " jelas mey memberitahukan ".
marsha hanya mengangguk anggukan kepala nya mengerti dengan penjelasan meylani.
sementara reno sedikit bingung karena meylani menyebut wanita di samping nya itu nyonya.
mey dan marsha sudah mengambil kantong makanan itu namun di cegah oleh reno yang langsung mengambil nya.
biar aku yang bawa ke ruangan kalian, " ucap reno masih berusaha mencari perhatian teman mey menurut reno ".
marsha hanya mengangguk kecil, sementara mey malah tersenyum jahat, dia membayangkan respon cio nya nanti pada reno yang sudah terkenal suka tebar pesona.
bi imas kembali sambil menyerahkan kartu milik reno, dan marsha mengambil kembali lima lembar uang yang tadi masih tersimpan di meja dan menyerahkan pada bi imas.
sudah bi terima saja nanti dia ngadu sama suami nya bibi bakal menyesal, " ucap meylani sambil menyerahkan uang marsha yang di tolak bi imas ".
itu untuk bibi, bukan bayar makanan, " ucap marsha sambil tersenyum pada bi imas ".
aduh terimakasih non, memang siapa suami nona marsha ? " tanya bi imas yang selalu kepo ".
tuan alfaris, " jawab meylani sementara marsha hanya mengangguk kecil sambil tersenyum pada bi imas ".
bi imas menjadi gugup, sedari tadi dia merasa terlalu lancang pada marsha.
aduh nyonya maaf maaf bibi ga tau, " ujar bi imas takut takut ".
ga apa bibi ga buat salah apa apa, malah aku seneng bibi sangat ramah, " jawab marsha sambil mengelus tangan bi imas ".
sementara kini reno mematung, meylani yang menyadari perubahan ekspresi reno hanya menahan tawa.
__ADS_1
marsha pun berpamitan pada bi imas, lalu berjalan berdampingan bersama meylani serta reno di belakang nya yang membawa makanan untuk suami nya.
beruntung sekali tuan al punya istri yang cantik dan baik hati, " batin bi imas setelah kepergian marsha ".
semua orang mulai keluar gedung karena jam istirahat, orang orang menyapa dan memberi hormat pada marsha yang di balas dengan senyum ramah nya.
sementara reno hanya diam mengikuti marsha di belakang, banyak karyawan bingung dengan reno yang nampak pias, biasa nya lelaki itu nampak tersenyum dan tebar pesona pada semua orang.
marsha memasuki loby dan menuju lip, sementara meylani masih menahan tawa fikiran nya masih terbayang hukuman yang akan di berikan tuan al pada reno.
mereka memasuki lip lalu keluar di lantai cio dan berjalan menuju ruangan cio.
reno nampak ragu saat pintu cio sudah terbuka, marsha sudah masuk ke ruangan sementara mey duduk di kursi sekertaris sambil menatap reno menahan tawa.
wajah reno benar benar pias, bahkan laki laki itu keringat dingin dan belum melangkahkan masuk ke dalam ruangan cio.
ayo masuk antarkan makanan itu, " ejek mey pada reno yang masih mematung ".
reno menoleh pada meylani dengan tatapan meminta pertolongan.
mey masuk, " teriak al di dalam ruangan nya ".
al mengira yang di depan pintu adalah meylani sebab istri nya langsung ke kamar mandi.
meylani dan reno pun masuk ke dalam ruangan, mey langsung menghadap al sementara reno dengan ragu ragu masuk dan menyimpan makanan itu di meja di depan sopa.
al menatap reno bingung, kenapa kamu meminta reno membawakan makanan ? " tanya al pada meylani ".
dia yang menawarkan diri tuan, " jawab mey nampak lebih santai seperti biasa nya di hadapan al ".
kamu ada hubungan sama dia ? " tanya al sambil menatap curiga pada mey ".
dih, ga lah mending sama zo pada sama laki laki seperti dia, " jawab mey pada al nampak seperti pada teman ".
tadi reno juga yang membayarkan makanan nya sayang, " ucap marsha tiba tiba muncul setelah selesai dari kamar mandi ".
meylani kembali menahan tawa, dalam hati dia bersorak gembira pada bu bos nya yang mengadukan itu pada suami nya.
__ADS_1
wajah reno kembali memucat dia sedari tadi hanya berdiri di ujung meja samping sopa.
al mulai mengerti dan menatap ke arah reno dengan tatapan tajam sambil berdiri.