Bukan Mantan Tapi Suami

Bukan Mantan Tapi Suami
tidur bersama


__ADS_3

alfaris pun berdiri dan masuk ke dalam lip membawa koper milik istri nya, marsha keheranan yang melihat suami nya itu masuk ke dalam lip, marsha berlali kecil dan masuk ke dalam lip sambil melambaikan tangan pada bunda aisyah dan juga lisa.


bunda aisyah dan lisa tertawa kecil melihat marsha yang sudah menjadi keluarga baru mereka.


kamu manja banget sih, " ucap marsha ketus pada suami nya ".


alfaris tak menjawab, justru mendorong kedua koper tersebut keluar lip dan mendorong pelan tubuh istri nya ke luar lip, kamu naik pakai tangga ke lantai lima, " ucap alfaris lalu menekan tombol lip hingga tertutup ".


benar saja lip tertutup dan melaju hingga lantai lima, marsha menoleh pada kedua koper besar nya dan menghela nafas panjang.


bunda aisyah berjalan mendekat ke arah lip, sementara lisa sudah berjalan ke arah kamar nya yang berada di lantai dua bersama sang bunda, sementara para art menahan tawa melihat tingkah nyonya muda mereka.


bunda aisyah menekan kembali tombol lip dan pintu sudah terbuka kembali, sudah jangan di ambil hati, naik sana, " pinta bunda aisyah pada menantu nya dan mendorong kedua koper itu masuk ke dalam lip ".


marsha hanya diam tak bergerak sedikit pun, hingga bunda aisyah khawatir pada menantu nya, kamu kenapa sudah jangan di ambil hati ucapan al memang kadang suka seenaknya, " ucap bunda aisyah lagi memenangkan menantu nya ".


tapi aku ga tau kamar ka al bunda, " ucap marsha lirih ".


bunda aisyah tertawa kecil, ternyata ke khawatiran pada menantu nya itu salah.


di lantai lima cuma ada satu kamar dan itu cuma kamar kalian, " jelas bunda tertawa kecil ".


marsha pun masuk ke dalam lip dengan wajah malu nya pada bunda, marsha menekan tombol lima.


kini marsha sampai di lantai lima dan benar itu hanya ada satu kamar dan pintu yang sedikit terbuka.


marsha pun mendorong keluar koper miliknya ke arah kamar yang sedikit terbuka itu, marsha terdiam di ujung pintu saat kamar itu terbuka.


begitu mewah dan juga luas mungkin hampir sepuluh kali kamar milik nya, " batin marsha mengagumi kamar yang akan dia tempati bersama suami nya ".


rupanya alfaris berada di dalam kamar mandi, marsha duduk di sopa menunggu suami nya itu.

__ADS_1


alfaris keluar dari kamar mandi dan sudah memakai pakaian tidur nya, marsha sedikit kecewa dia sangka akan seperti film film atau novel novel yang suami nya akan keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk dan terlihat perut kotak kotak nya serta dada bidang nya.


alfaris nampak acuh dengan tatapan istri nya, lalu alfaris mengambil baju tidur di sopa samping marsha dan memberikan nya pada marsha.


ganti pakaianmu, " ucap alfaris seperti nada perintah ".


marsha memicingkan mata nya kesal karena nada suami nya itu, sudah biasa bawa wanita ke kamar rupanya, " ketus marsha sambil berjalan ke arah kamar mandi ".


itu dari lisa dan itu pakain baru, " jawab alfaris karena istri nya membalas sindirian sewaktu di rumah mertua nya itu ".


marsha tersenyum kecil namun tak terlihat oleh alfaris karena sambil berjalan membelakangi alfaris.


alfaris mengambil dua koper yang masih berada di ujung pintu lalu membawa nya ke ruangan lain yaitu ruangan khusus pakaian.


alfaris membuka pakaian nya dan hanya memakai celana pendek lalu berjalan ke ranjang karena sudah benar benar mengantuk, memang setiap tidur alfaris lebih nyaman tanpa memakai pakaian.


alfaris menyibakan selimut laku masuk ke dalam ranjang tersebut.


marsha keluar kamar mandi setelah mencuci muka dan menggosok gigi, lalu berjalan ke arah ranjang dengan memakai baju tidur pemberian suami nya tadi.


sha, " panggil alfaris pelan membuat marsha bergidik ngeri ".


marsha pun menoleh dan melihat suami nya yang ternyata sedang memandangi nya dan terlihat tubuhnya tak memakai apa apa hanya tertutup oleh selimut.


marsha membayangkan yang tidak tidak dan menutup mata nya, alfaris menyadari istri nya itu berfikiran yang tidak tidak.


sha kamu jangan mikir aneh aneh, " bentak alfaris membuat marsha langsung membuka mata nya terbelalak ".


pijitin aku lelah, " pinta alfaris sambil membuka selimut nya dan menggeser tubuh nya agar tengkurap ".


marsha menatap sebal pada suami nya, namun dia tetap menuruti perintah suami nya, marsha duduk kembali lalu menggeser tubuh nya dan duduk di atas punggung suami nya.

__ADS_1


sha pijitin ga perlu naik ke tubuhku juga kali, " sindir alfaris yang mulai memejam kan mata ".


marsha tak menghiraukan sindiran alfaris dan tetap memijit pundak suami nya dengan tubuh berada di atas punggung suami nya.


hampir setengah jam marsha hanya memijit pundak suami nya hingga dia merasa lelah dan menempelkan tubuh nya di punggung suami nya.


kini marsha ikut terlelap dengan posisi seperti menaiki kuda.


waktu sudah hampir pagi, alfaris terbangun dan merasakan tubuh nya yang tertindih sesuatu, alfaris membuka mata nya ingin menoleh kan leher nya ke atas.


namun wajah alfaris malah bertemu dengan wajah marsha yang terpejam dengan nafas lembut nya.


alfaris sedikit tersenyum dan perlahan menggeser tubuh nya agar marsha terjatuh perlahan ke atas kasur.


namun wanita itu malah memeluk nya dengan posisi alfaris yang terlentang.


alfaris memang sangat mencintai marsha dan tak ingin menyakiti gadis itu, tapi entah kenapa bayang bayang dua kali penolakan marsha membuat alfaris kesal pada istri nya itu.


alfaris pun melepas pelukan marsha dan perlahan menuju kamar mandi untuk mempersiapkan ibadah nya.


marsha membuka mata nya setelah suara pintu kamar mandi terdengar, apa dia ga normal kenapa membiarkan aku, " batin marsha karena tadi saat dia terbangun sempat membuka kancing atas baju nya agar gundukan di dada nya bisa terasa dan terlihat oleh suami nya ".


marsha pun turun dari ranjang dan merapikan ranjang tersebut sambil menunggu suami nya selesai di kamar mandi.


kali ini marsha dan alfaris menjalankan ibadah berjamaah.


selesai ibadah alfaris kembali ke atas ranjang dan kembali tidur, sementara marsha memilih turun ke lantai utama dan menuju dapur.


bunda aisyah heran dengan penampilan marsha yang terlihat santai dan rambut nya yang hanya sedikit basah.


sementara lisa gadis itu sudah pergi untung bermain sepeda dengan beberapa pengawal, karena hoby gadis itu memang berolah raga.

__ADS_1


marsha menyapa mertua nya dan membantu nya memasak untuk sarapan, kamu ga buat kopi buat suami kamu sha ? " tanya bunda lembut ".


nanti saja bunda, ka al tidur lagi sehabis sholat soalnya, " jawab marsha santai dan mulai mengerjakan apa yang bisa dia kerjakan ".


__ADS_2