Bukan Mantan Tapi Suami

Bukan Mantan Tapi Suami
menyusul ke desa


__ADS_3

rendra hanya berharap ka al nya tak akan marah dan berharap benar benar menikmati liburan nya bersama istri nya.


kini marsha dan zo keluar dari ruangan rendra, sementara laki laki itu kembali mengerjakan pekerjaan nya.


mey menunduk takut setelah mengetahui sosok bu bos di hadapan nya itu.


nyonya ini sekretaris tuan al, juga kekasih saya, " ucap zo memperkenalkan meylani dan zo berharap marsha tak akan memperpanjang kesalahan meylani meskipun zo sendiri tak tau kesalahan apa ".


hallo mey, salam kenal, aku marsha istri ka al." ucap marsha menyodorkan tangan nya menyapa meylani ".


mey mendongakan kepala nya dan membalas uluran tangan dengan senyum canggung nya, kamu ga usah grogi mey, beruang kutub itu memang menyebalkan, " ucap marsha dengan sedikit tertawa lalu meninggalkan meylani menuju lip di ikuti zo ".


asik akhir nya aku punya tambahan sekutu melawan beruang kutub itu, " ucap meylani senang setelah marsha dan zo masuk ke dalam lip ".


siapa yang beruang kutub hah ? " tanya rendra yang berdiri di ujung pintu ruangan nya ".


mey kembali mematung, entah ke sekian kali dia harus ke gep sama rendra saat memaki nya.


buatkan saya kopi, " perintah rendra lalu kembali masuk ke ruangan nya dengan menutup pintu kencang ".


untung pintu bagus, kalau jelek sudah rusak berapa kali tuh, " gerutu mey sambil berlalu membuatkan kopi untuk bos kedua nya ".


marsha keluar dari lip di ikuti zo, wajah gugup marsha karena memikirkan suami nya salah di artikan oleh para resepsionis, sehingga mereka menganggap zo tengah mengusir gadis yang ingin bertemu tuan rendra tersebut.


karena ke inginan nya ingin segera menemui suami nya marsha tak membawa apapun bahkan baju ganti untuk nya.


marsha tertidur dalam perjalanan karena waktu yang cukup lama serta perjalanan yang cukup jauh.


marsha membuka mata nya dan terlihat matahari sudah tenggelam berganti menjadi sinar rembulan yang begitu indah.


suasana pedesaan yang asri serta sawah sawah yang di lewati membuat marsha terpukau meskipun dalam ke gelapan malam.


mobil memasuki pekarangan yang luas dan ada di dalam nya suatu rumah yang terlihat sederhana khas pedesaan.


mobil berhenti dan zo membuka kan pintu untuk marsha agar keluar.

__ADS_1


marsha turun dari mobil lalu dengan ragu mengikuti zo yang sudah masuk ke dalam rumah.


zo menyapa sepasang suami istri yang terlihat sudah tak muda lagi mungkin sekitar empat puluh tahunan usia mereka.


ini istri tuan besar nyonya marsha mang asep bi yani, " ucap zo memperkenalkan marsha pada kedua orang itu ".


bi yani dan mang asep menyapa marsha dengan ramah yang di angguki oleh marsha tak kalah ramah.


saya harus kembali sekarang nyonya, " ucap zo berpamitan pada marsha ".


lalu dimana ka al ?


tuan sedang memancing di belakang nyonya, tapi saya ga berani menemui nya, " ucap zo lagi dan kali ini dia benar benar berpamitan ".


marsha hanya pasrah di tinggalkan oleh zo.


bi yani dan mang asep sebenar nya ingin pulang karena sudah membuatkan makan malam untuk tuan besar nya, namun karena kedatangan nyonya baru nya membuat mang asep dan bi yani menunda kepulangan nya.


bibi sama mamang mau kemana ? " tanya marsha karena terlihat kedua orang itu sudah bersiap akan pergi ".


kamu akan pulang nyonya, tapi karena nyonya baru sampai kami bisa menunda nya, " jawab bi yani ramah ".


tidak nyonya, kami biasa nya hanya merawat villa ini, cuma kalau lagi ada tuan atau bunda aisyah kami akan di sini sampai sore hari atau malam hari seperti ini, " jelas mang asep yang memberitahukan ".


sebenar nya alfaris menceritakan diri nya yang sudah menikah dan sangat mencintai istri nya yang memang sudah lama alfaris incar, namun karena istri nya sibuk alfaris datang sendiri ke villa tersebut.


dengan polos nya bi yani menceritakan kembali pada marsha membuat marsha tersenyum malu, hati nya benar benar berbunga dan bahagia.


mang asep pun berpamitan pada marsha namun sebelum itu marsha meminta tolong mang asep menunjukan tempat memancing alfaris.


lokasi tempat alfaris memancing terlihat di halaman belakang rumah karena lampu yang menyala tak jauh dari belakang rumah tersebut.


mang asep dan bi yani pun berpamitan pulang, marsha berjalan mendekat ke tempat alfaris memancing.


alfaris sedari tadi menyadari ada seseorang yang berkunjung karena suara deru mobil, namun dia terlalu melas menghampiri ke dalam rumah dan memilih melanjutkan memancing ikan.

__ADS_1


sudah dapat ko di lepaskan lagi ? " tanya marsha sambil berjalan mendekat pada suami nya ".


masih kecil ikan nya, " jawab alfaris nampak tak terkejut ".


kamu kenapa meninggalkan aku ?


bukanya kebalik ? " tanya balik alfaris terdengar sedikit ketus ".


masha duduk di samping suami nya dan menyenderkan kepala nya di bahu suami nya.


alfaris nampak acuh dua mengabaikan istri nya itu.


maaf, " ucap marsha pelan dan lirih ".


kenapa minta maaf ? " tanya balik alfaris masih ketus ".


ya maaf, aku ga bilang menginap di rumah papah, lagian kamu juga selalu mengabaikan aku, " ujar marsha meminta maaf sekaligus menyalahkan suami nya ".


memang seperti itu lah wanita, meskipun dia merasa bersalah namun dia tak ingin sepenuhnya di persalahkan apalagi oleh orang yang sangat dia cintai karena menurut sebagian wanita itu tetap kesalahan orang yang di cintai nya itu.


ini sudah malam, cuaca malam ga baik di luar ayo masuk, " ucap alfaris sambil berdiri dan menyimpan alat pancing itu dan membiarkan ikan yang sudah tertangkap tetap berada di dalam wadah korang nya ".


alfaris berjalan menuju rumah, marsha yang kesal berlari dan meloncat pada punggung suami nya.


alfaris sebenar nya masih kesal, tapi sifat manja dan lucu istri nya membuat alfaris tak pernah bisa benar benar marah pada istri nya itu.


alfaris membenarkan kaki marsha yang menyangkut pada perut nya, lalu berjalan kembali memasuki rumah sambil menggendong istri nya itu.


marsha tersenyum puas, lalu menyembunyikan wajah nya di leher suami nya itu.


alfaris mendudukan marsha di kursi dapur, dia mencuci tangan nya sendiri dan mulai mengambil makanan dan menikamati makan malam nya.


marsha pun mengikuti suami nya mencuci tangan lalu duduk di samping suami nya dan mengambil nasi dan lauk di piring suami nya dan memasukan nya ke dalam mulut nya.


enak juga makan pakai tangan langsung, " ucap marsha sambil kembali mengambil nasi dan lauk lalu menyuapkan ke mulut nya ".

__ADS_1


alfaris hanya menggeleng kan kepala melihat tingkah istri nya itu.


selesai makan marsha dan alfaris masuk ke dalam kamar lalu mereka tidur seperti biasa nya tanpa ada ke romantisan apapun karena alfaris selalu menjaga jarak dari marsha.


__ADS_2