
marsha mengambil cangkir kopi itu membuat alfaris melirik heran dengan tingkah istri nya itu, marsha meniup niup kopi panas tersebut.
lalu menyodorkan pada mulut suami nya, ayo minum udah aku tiup tau, " pinta marsha dengan cangkir kopi sudah di depan mulut suami nya ".
al pasrah dan mulai menyeruput sedikit kopi tersebut, dia diam sesaat dan memang rasa kopi itu pas di lidah nya.
bagaimana enak tidak ? " tanya marsha yang sudah menarik kembali cangkir kopi itu di dekat mulut suami nya ".
biasa saja, " jawab al karena terlalu gengsi mengakui nikmat kopi buatan istri nya itu ".
marsha mendengus kesal, dia mendekatkan cangkir kopi itu pada mulut nya dan langsung menyeruput nya habis.
alfaris hanya menelan ludah, dia sedikit kecewa karena kopi untuk dirinya malah di habiskan oleh istri nya itu.
tanpa rasa bersalah marsha pergi menuju dapur untuk menyimpan kembali cangkir bekas kopi tersebut.
lalu kembali ke kamar, dia baru teringat kalau di kamar nya itu tak ada pakaian suami nya.
marsha berjalan kembali ke arah balkon, ka baju kaka mana ?
aku ga bawa pakaian, kita akan tinggal di rumah bunda, " jawab alfaris ketus karena masih kesal kopi nya di habiskan istri nya itu ".
marsha diam sesaat, dia tau sebagai istri dia harus mengikuti suami.
marsha pun segera masuk ke dalam kamar dan mengemas barang barang nya ke dalam koper.
alfaris masuk ke dalam kamar dan melihat marsha sedang berkemas, dia heran istri nya tak protes padahal dia tau marsha wanita manja.
kita ke rumah bunda malam ini, " ucap alfaris yang duduk di samping ranjang ".
marsha hanya mengangguk dan berjalan ke pojok kamar lalu mengambil boneka kecil dan memasukan ke dalam koper nya.
__ADS_1
ga usah bawa boneka, nanti aku belikan yang lebih bagus dan mahal untuk kamu, " ucap alfaris memperingati istri nya agar tak semua benda di bawa ke rumah bunda nya ".
ia ia aku tau kaka banyak uang dan mampu belikan aku apapun, " ketus marsha kesal karena ucapan suami nya ".
alfaris diam tak menjawab, dia melihat marsha seperti mengusap pipi nya entah kenapa gadis itu.
malam hari nya mereka berniat untuk meninggalkan rumah namun papa arman menahan mereka agar makan malam terlebih dahulu, dengan terpaksa alfaris ikut makan malam bersama tanpa ada obrolan apapun karena masih canggung dari papa arman dan mama lita pada alfaris, sedangkan dirga laki laki itu belum pulang dari kantor nya.
kini marsha berpamitan pada papa mama nya, begitupun dengan al meskipun dia masih kesal tapi dia tetap menghormati yang kini jadi mertua nya alfaris menyalami tangan papa arman dan juga mama lita.
al titip marsha tolong bahagiakan dan jaga marsha baik baik, baik tuan, " jawab al ambigu karena belum terbiasa memanggil papah ".
arman pun memaklumi begitupun dengan mama lita yang memaklumi alfaris.
tolong jaga putri mama, ingat jangan pernah buat dia menangis al, mamah yang buat kamu dulu kecewa, tapi tolong jangan kamu buat putri mamah kecewa sama kamu, " pinta mama lita sambil mengakui kesalahan nya ".
baik nyonya, " ucap alfaris masih tepat canggung pada kedua mertua nya itu ".
al hanya diam, dia masih heran dengan istri nya terus terusan menangis padahal dia masih tetap bisa bertemu orang tua nya.
apa kamu mau pergi perang ? " tanya al memecah keheningan di dalam mobil ".
maksud kamu apa ? " tanya balik marsha karena belum mengerti ".
setiap hari kamu masih bisa bertemu orang tua kamu, setiap lewat rumah sakit tempat kamu bekerja kan melewati rumah mamah papah, kenapa harus di tangisi ?
hah, memang aku masih boleh bekerja dan bertemu mama papah ka ? " ucap marsha tak percaya ".
aku inibmenikahimu bukan menculik atau membeli kamu, " kesal al karena di anggap diri nya sangat egois oleh istri nya itu ".
marsha yang senang langsung loncat dan memeluk suami nya yang sedang mengemudikan kendaraan itu.
__ADS_1
alfaris menjadi gugup di buat nya, jantung nya berdebar, bahkan benda di bawah mulai menegang karena ulah istri nya yang kini berada di atas pangkuan nya dan memeluk nya.
sha aku sedang menyetir, " ucap alfaris memperingati ".
marsha pun tersadar, diri nya sama hal nya gugup, bahkan benda di bawah yang mengeras cukup terasa oleh marsha, tapi lagi lagi gadis itu mempunyai keberanian lebih, ya memang sampai saat ini marsha masih gadis, dia tetap memeluk suami nya dan malah memejam kan mata nya.
sha pindah lah ke samping, sudah aku menyetir nya, " protes alfaris yang sudah gugup sedari tadi ".
marsha hanya tersenyum sambil mata nya tetap memejam, dia malah mengeratkan pelukan nya dan menikmati aroma leher suami nya.
alfaris menahan hasrat nya, dia pasrah karena tau istri nya itu memang keras kepala, perjalanan kali ini nampak jauh dan lama bagi alfaris hingga akhir nya sampai di rumah utama mahesa.
mereka di sambut oleh bunda dan lisa, rendra dan zo sudah berangkat ke luar kota menggantikan tugas kaka nya, sementara bima dan dian berada di rumah yang tak jauh dari rumah utama mahesa.
selamat datang ka, " ucap lisa sambil memeluk kaka ipar nya ".
marsha membalas pelukan lisa yang kini menjadi adik ipar nya, lisa ayo kita belanja ke mall pasti orang lain akan menyangka kita sepasang kekasih, " sindir al yang langsung masuk ke dalam rumah membawa koper istri nya itu "
marsha cukup kaget dengan sindiran itu, dia akan bertanya nanti pada suami nya.
bunda, " ucap marsha memeluk bunda mertua nya itu ".
selamat datang di rumah ini sayang, " balas bunda sambil memegang tangal menantu nya dan berjalan masuk ke dalam rumah ".
bunda punya menantu baru lupa sama aku, " rengek lisa yang berdiri di belakang bunda ".
bunda aisyah tertawa kecil dan menarik tangan lisa, kini bunda berada di tengah kedua wanita muda tersebut.
marsha putri tercantik bunda, dan lisa putri termanis bunda, " ucap bunda yang membuat dua wanita muda itu tersenyum merona ".
alfaris tengah duduk di ruang keluarga, dia memang belum masuk ke dalam kamar nya karena menunggu istri nya itu yang malah terlihat asik berbincang bersama bunda dan adik nya.
__ADS_1
alfaris pun berdiri dan masuk ke dalam lip membawa koper milik istri nya, marsha keheranan yang melihat suami nya itu masuk ke dalam lip, marsha berlali kecil dan masuk ke dalam lip sambil melambaikan tangan pada bunda aisyah dan juga lisa.