Bukan Mantan Tapi Suami

Bukan Mantan Tapi Suami
markas


__ADS_3

al menatap istri nya jengah, bukan tak menyukai tapi ini waktu yang tidak tepat istri nya berpenampilan seksi dan menawan bagi nya.


kamu kenapa ? " tanya marsha heran dengan suami nya ".


al tak menjawab justru dia malah berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


marsha tertawa renyah melihat tingkah suami nya, dia mengerti dengan tatapan suami nya yang menginginkan diri nya namun karena marsha sedang datang bulan jadi dia tak bisa mengabulkan permintaan pertama suami nya itu.


kini marsha dan al sudah berkumpul bersama di ruangan keluarga.


memang hanya mama lita dan papa arman masih canggung dengan keluarga al terutama al nya itu sendiri.


sementara hasan dan dirga sudah sedikit bisa santai.


mereka pun berbincang ringan hanya al sendiri yang nampak diam dalam wajah tak terbaca, sementara sang istri nampak acuh dan malah asik berbincang bersama bunda aisyah.


apa al masih marah sama kita ? " bisik mama lita pada papa arman ".


arman hanya menggeleng tanda tak tau.


meskipun ada bima sahabat dari papa arman, namun karena aura tak terbaca al membuat beberapa orang salah paham pada nya.


kini rendra meminta perhatian pada semua nya, dia akan membahas hal serius.


oleh karena itu para perempuan memilih meninggalkan tempat untuk memasak dan sebagainya.


mama lita berusaha meng akrabkan diri bersama besan nya yaitu bunda aisyah di temani mama dian di halaman belakang.


sementara lisa alya marsha kini mereka sibuk di dapur di temani para art.


rendra pun mulai membahas hal serius di ruang keluarga.


sementara al nampak masih diam dengan aura tak terbaca nya.


jadi bagaimana kak ? " tanya rendra karena kaka nya itu belum menjawab pertanyaan nya ".

__ADS_1


zo, apa kamu sanggup ? " tanya al pada zo untuk menggantikan posisi adik nya ".


tuan anda tau saya sudah memiliki beberapa perusahaan, terlalu berat bagi saya menerima tanggung jawab itu, " ujar zo keberatan karena memang dia sudah memiliki beberapa perusahaan yang dia kelola serta dia percayakan pada orang orang nya ".


al nampak diam dengan wajah tak terbaca, dia juga tak mungkin memberikan pada kaka ipar nya karena kaka ipar nya menjadi cio di perusahaan keluarga nya.


baik lah, kamu urus semua nya di acara ulang tahun perusahaan, " jelas al pada zo yang langsung di angguki ".


rendra nampak tersenyum puas, itu arti nya al tak butuh wakil dan al akan mengumumkan posisi cio pada publik dan rendra akan terbebas dari beban di perusahaan.


tapi ada satu hal lagi tuan ? " ucap zo yang kini nampak ragu ".


semua orang kini menoleh pada zo yang nampak ragu.


al sebenar nya sudah mengetahui apa yang akan zo katakan, namun dia memilih diam dan mendengarkan apa yang zo ingin utarakan.


dengan berat hati zo pun berkata, " meylani selama ini berhianat dia yang membocorkan data perusahaan pada marko, sebab meylani adalah putri dari tuan marko ".


al nampak tak terkejut, berbeda dengan yang lain nampak sangat terkejut bahkan rendra sendiri baru mengetahui hal itu.


ayah bilang apa kamu jangan berhubungan dengan gadis itu, " timpal kesal bima pada zo ".


al nampak diam tanpa ekspresi, satu kelebihan dia adalah selalu menghadapi masalah dengan tenang dan teliti.


sementara hasan dirga dan papa arman masih diam karena tak mengenal meylani.


rendra hanya diam, sebenar nya dia masih tak percaya akan penghianatan maylani, meskipun selama ini rendra tak pernah akur dengan meylani, namun rendra tak pernah berfikiran buruk terhadap gadis itu.


al menghentikan pembahasan dan akan fokus pada acara ulang tahun perusahaan, untuk urusan meylani al memutuskan untuk melihat sendiri gadis itu bersama zo nanti malam.


malam hari nya semua orang berkumpul dan makan malam bersama di rumah arman.


namun zo dan al pergi untuk menemui meylani di markas utama, marsha mengizinkan suami nya untuk pergi.


namun dalam hati nya dia penasaran dengan apa yang akan di lakukan suami nya di malam hari sampai harus meninggalkan makan malam bersama keluarga besar nya.

__ADS_1


di markas al menatap sendu pada sosok lemah meylani, bagaimana tidak para anak buah zo menyiksa gadis itu agar mengakui kejahatan nya.


al meminta anak buah nya membuka kan kunci ruang tahanan meylani, zo dengan setia mengikuti al di belakang nya.


sebenar nya zo sangat mempercayai meylani dan juga sangat mencintai gadis itu, namun semua bukti mengarah pada meylani.


dan fakta kalau meylani merupakan anak dari marko, bahkan gadis itu tak membahtah saat zo meng introgasi gadis itu, membuat zo dilema dan memutuskan menahan meylani.


al berjalan perlahan ke arah meylani dan menjongkok kan tubuh nya, karena meylani sudah terkapar lemas.


zo hanya pasrah dengan apa yang akan di lakukan bos besar nya pada meylani, meskipun meylani seorang penghianat, namun zo tetap menaruh hati dan tak sanggup melihat meylani dalam posisi seperti ini.


mey apa kamu baik baik saja ? " tanya al lembut sambil menangkup kedua pipi meylani yang sudah berlumuran darah ".


zo sedikit kaget dengan apa yang di lakukan bos nya tak sesuai yang dia bayangkan.


meylani hanya menatap nanar al dengan air mata yang sudah mengering, bahkan meylani tak sanggup untuk berkata apapun pada al.


tanpa di duga oleh zo, al langsung memeluk meylani dan langsung menggendong tubuh meylani keluar dari ruang tahanan tersebut.


zo di buat tercengang, dia tak mengerti dengan sikap bos besar nya, zo lalu ikut berjalan mengikuti al ke ruang pengobatan di dalam markas tersebut.


al menggendong meylani lalu membawa masuk ke ruang pengobatan dan meminta para dokter jaga untuk mengobati meylani yang sudah di baringkan di bansal ruang pengobatan.


al berjalan keluar ruangan, kembali zo hanya mengikuti al dalam kebingungan nya.


al berjalan menuju ruang utama markas milik nya dan di ikuti zo yang sedari tadi hanya diam.


tanpa zo duga al membalikan tubuh nya menghadap diri nya dan langsung melayangkan pukulan pada wajah nya hingga tersungkur ke sudut ruangan.


kini al menatap zo dengan tatapan dingin, tatapan yang sudah lama zo tak melihat dari sosok bos besar nya.


sejak kapan kamu bisa menahan seseorang dan menyiksa seseorang tanpa sepengetahuan ku ? " tanya al santai namun tatapan nya begitu sangat menyeramkan bagi zo ".


al memang mengetahui kalau zo menangkap meylani, tapi al tak menyangka kalau zo akan menyiksa meylani sampai separah itu, karena al berfikir zo tak mungkin tega menyiksa orang yang dia cintai.

__ADS_1


__ADS_2