
al mulai mengerti dan menatap ke arah reno dengan tatapan tajam sambil berdiri.
reno merutuku ke polosan bu bos itu.
sementara marsha nampak tak bersalah lalu berjalan mendekat pada suami nya yang sudah berdiri, lalu merangkul nya dengan manja.
kekesalah alfaris pada reno sedikit teralihkan karena istri nya sekarang berada di samping nya sambil bergelayut manja.
alfatis yakin kalau anak buah nya itu sudah mencoba tebar pesona pada istri nya.
alfaris dan marsha berjalan ke arah sopa dan duduk di sopa berdampingan.
sementara meylani bingung karena tak di perintah apapun, kaka ayo makan, " ajar marsha pada meylani meminta nya duduk di sopa di depan nya ".
meylani hanya diam, dia belum pernah makan bersama alfaris meskipun sering makan bersama dengan menu yang sama itu selalu makan di tempat yang berbeda karena alfaris hanya meminta meylani membelikan makan siang nya.
meylani ragu antara mengikuti kemauan istri bos nya itu atau bagaimana, alfaris menyadari keraguan sekertaris nya itu.
makan lah bersama mey, " ucap alfaris akhir nya ".
dengan ragu meylani pun menuruti dan duduk di sopa berhadapan dengan sepasang suami istri sekaligus bos nya.
kamu sudah makan ? " tanya alfaris pada reno yang masih mematung berdiri di samping meylani ".
su sudah tuan, " jawab reno gugup ".
makasih ya tuan reno udah di bayarin sama di bawain makanan nya, " ujar marsha tak berdosa yang memancing kembali kemarahan suami nya ".
meylani menahan tawa, karena melihat aura kekesalah bos besar nya.
kamu berdiri di sana angkat satu kaki, " perintah reno sambil menunjuk sudut dingding ".
kini meylani tak bisa lagi manahan tawa, dia tertawa sambil menutup mulut nya.
__ADS_1
marsha nampak tak bersalah, dia menyangka hukuman suami nya pada reno tak ada hubungan dengan diri nya.
dengan pasrah reno menuruti perintah bos besar nya itu berjalan ke suduh dingding dan mengangkat satu kaki nya.
marsha sudah menikmati makan siang nya, sementara meylani masih tertawa dengan mulut yang di tutup tangan.
diam dan makan lah, atau kamu mau sama dengan dia, " ucap alfaris pada meylani yang membuat mey menghentikan tawa nya dan mulai makan siang nya ".
mungkin dalam film film atau novel novel romantis cio akan makan satu piring bersama saat di kantor dengan istri nya, fikir meylani, tapi alfaris dan marsha nampak makan layaknya biasa tak ada ke romantisan hanya sesekali mereka saling menyuapi atau memberikan lauk pauk mereka pada pasangan nya.
makan siang pun selesai, reno berharap hukuman nya akan selesai ternyata itu cuma harapan.
kini nasib nya nampak lebih tragis, diri nya harus berdiri di loby kantor sambil mengangkat satu kaki sampai jam kantor selesai.
sementara alfaris dan marsha langsung meninggalkan kantor karena alfaris tak mempunyai jadwal untuk siang dan sore ini.
meylani sebenar nya bisa saja pulang cepat karena bos nya sudah pergi, namun gadis itu memilih seperti security yang mengawasi reno yang sedang di hukum, bahkan dia mem poto dan vidio reno.
lalu menyebarkan ke grup grup kantor hingga menjadi perbincangan hangat.
grup yang begitu ramai membincangkan reno yang di hukum gara gara tebar pesona pada bu bos mejadi sepi saat ada ketikan dari rendra yang belum masuk pesan nya.
rendra tau saat seperti itu anak buah nya anak langsung menghentikan kesibukan nya di handphone karena ini masih jam kerja.
sementara al memang tak ada di grup itu karena dia lebih tertutup, dia cukup percaya pada adik dan juga sahabat nya untuk mengatur hal hal kecil bagi pegawai nya.
viona yuli serta security itu entah kabar nya, yang tau hanya zo dan mex atas perintah atasan nya.
kini mobil sport marsha di tinggal begitu saja, dia memilih ikut bersama suami nya memakai mobil mewah suami nya itu.
mobil melaju entah kemana, marsha pun belum tau.
kita akan kemana sayang ? " tanya marsha pada al yang sudah terbiasa menyebut sayang ketimbang kaka ".
__ADS_1
kita ke kantor sahabat aku, " jawab al menoleh sambil tersenyum kecil lalu kembali fokus mengemudi ".
marsha cemberut karena itu bukan jawab, sahabat suami nya saja marsha tak kenal, al menyadari istri nya itu kesal pada nya.
kita ke kantor dirga sayang, " ucap al lagi agar istri nya tak merajuk lagi ".
marsha langsung tersenyum sumringah setelah tau tujuan nya, marsha penasaran dengan persahabatan suami dan kaka nya itu.
persahabatan kalian memang aneh, " ucap marsha tanpa menoleh ".
al hanya tersenyum kecil.
aku sangat berterimakasih sewaktu kecil, dirga selalu memberiku bekal makanan nya, kita membagi dua makanan tersebut.
di antara teman temanku hanya dia yang peduli padaku yang tak pernah membawa bekal makanan ke sekolah.
aku hidup dalam serba kekurangan, selain karena bunda yang jauh dariku karena harus mengikuti almarhum ayah bertugas, aku juga kekurangan biaya sebab ayah hanya seorang tentara dengan pangkat rendah.
aku selalu di bantu kaka mu dalam segi materi bahkan saat aku pernah telat bayar biaya sekolah dia memberikan uang jajan nya untukku.
dengan suka rela aku juga membantu nya dalam bantuan yang lain, aku selalu mengerjakan tugas sekolah yang dia tak bisa selesaikan, aku membantu sebisaku
hingga suatu waktu aku mencium pipi adik nya, dan setelah itu aku berkata pada dirga agar kita jangan berteman lagi dan hanya akan saling membantu saat dalam situasi terdesak.
mulai saat itu kami nampak seperti orang tak saling mengenal namun tetap akan saling membantu, " curhat alfaris panjang lebar ".
marsha memegang tangan suami nya, lalu memeluk pergelangan tangan suami nya dan sesekali mengecup tangan suami nya itu.
kenapa kamu melakukan itu ? " tanya marsha karena tak mengerti dengan ikrar janji persahabatan mereka ".
aku tak ingin di anggap lemah oleh istriku, sejak aku mencium pipi mu, sejak saat itu pula aku menganggapmu istri dan sejak saat itu aku tak ingin di kasihani dan di bantu dirga.
bahkan saat kelulusan aku belum mempunyai apa apa, namun karena rasa takut kehilangan aku memberanikan diri menyatakan perasaan padamu hingga penolakan pertama.
__ADS_1
hal itu membuatku bersemangat membangun bisnis yang menghasilkan uang dengan kerja keras aku di bantu paman bima membangun berbagai usaha dari bawah.
hingga setelah sukses aku mencarimu kembali dan menyatakan perasaanku padamu, lagi dan lagi aku di tolak, dan entah keberuntungan apa tiba tiba bunda memaksaku menikah denganmu, " punkas alfaris mengakhiri cerita nya ".