
alfaris membawa istrinya ke dalam lip di ikuti oleh maylani yang membawa tas serta kotak makanan bu bos nya.
kamu kenapa ga bilang kalau mau ke sini ? " tanya alfaris lembut sambil mengelus kepala marsha yang berada di dalam pelukan nya ".
tadi nya aku berniat memberi kejutan dengan membawa bekal makan siang, " jawab marsha pelan dengan wajah masih bersembunyi di dada bidang suami nya ".
alfaris mengepalkan tanganya menahan kesal pada perbuatan karyawan nya itu pada istri nya.
sementara meylani cukup terharu dengan sepasang suami itu, tapi dia juga merasakan ketakutan kalau bu bos nya itu akan mengadukan perbuatan nya tempo lalu pada cio, melihat reaksi cio marah membuat meylani bergidik ngeri.
marsha baru sadar kalau di dalam lip itu ternyata bukan hanya berdua saja tapi ada orang lain.
marsha melepas pelukan itu, lalu menoleh pada meylani dan tersenyum kecil.
tapi kini meylani malah bergidik ngeri dengan senyuman marsha, dia benar benar ikut ketakutan sekarang.
ka mey sudah dari tadi di lip ini ? " pertanyaan bodoh itu muncul dari mulut marsha ".
meylani hanya tersenyum getir.
dia tadi barsama kita sayang, itu tas sama kotak makanan kamu dia yang bawakan, " ucap alfaris sambil mengacak pelan rambut istri nya ".
marsha hanya cengengesan malu karena tak menyadari sedari awal kehadiran meylani.
ka mey aku lebih cocok sama ka al apa sama rendra ? " tanya marsha yang ingin menggoda meylani ".
alfaris memicingkan mata nya karena tak mengerti dengan pertanyaan istri nya.
sementara mey benar benar di buat tak berkutik dengan pertanyaan bu bos nya itu.
mey hanya tersenyum dengan nanar, tak ingin menjawab, mungkin di saat biasa dia berani menggoda atau ngeyel pada cio itu tapi saat kondisi seperti ini dia benar benar ketakutan.
ka mey pernah mengira aku sewaktu menemui rendra untuk menyusul kamu ke desa, " ucap marsha karena tatapan suami nya yang meminta penjelasan ".
alfaris menatap tak suka pada mey membuat sekertaris itu benar benar bergidik ngeri dan menundukan kepala nya.
__ADS_1
anda terlalu polos melebihi saya nyonya, " batin mey merutuki kepolosan bu bos nya ".
marsha merangkul tangan suami nya lalu beriringan keluar dari lip di ikuti meylani.
kini mey hanya melamun di meja kerja nya, sementara alfaris tak ingin berjauhan dengan marsha saat bekerja, membuat marsha sedikit bosan karena ingin mengobrol dengan calon istri zo itu.
sayang, aku ingin keluar, " pinta marsha yang sedari tadi hanya duduk di pangkuan suami nya ".
hem, alfaris tak menghiraukan ucapan marsha dan tetap merangkul tubuh marsha serta mengerjakan pekerjaan nya.
marsha mengecup singkat bibir suami nya, lalu menatap wajah suami nya yang nampak kaget, marsha tersenyum lucu pada suami nya.
aku cuma ingin cari makan sama ka mey ya plis, " ucap marsha manja yang akhir nya di angguki al dan melepaskan rangkulan nya ".
marsha turun dari pangkuan suami nya, lalu mengecup pipi suami nya singkat dan berlari kecil ke arah pintu.
alfaris hanya tersenyum kecil sambil menggeleng pelan lalu kembali mengerjakan pekerjaan nya.
ka mey, " ucap marsha yang berdiri di hadapan meja kerja meylani ".
ia nyonya ada apa ? " tanya mey gugup ".
mey hanya mengangguk gugup, dia masih canggung pada bu bos nya sekaligus takut.
kita cari makan yu, " ajak marsha semangat ".
tapi ini belum jam istrirahat nyonya, " jawab mey ragu dengan masih menyebut nyonya ".
marsha, marsha bukan nyonya ka mey, aku sudah bilang sama ka al mau cari makan sama ka mey ko, " ucap marsha meralat ucapan mey serta meyakinkan mey agar menemani nya mencari makan ".
eh eh baik baik marsha, " jawab mey akhir nya sambil berdiri dan mengikuti langkah marsha yang sudah masuk ke dalam lip ".
marsha dan meylani keluar dari lip dan berjalan keluar loby utama, semua orang nampak memberi hormat pada marsha membuat marsha menjadi canggung.
kejadian tadi pagi langsung tersebar luas di kantor, jadi kini mereka mengetahui sosok bu bos mereka, sementara ke tiga orang tadi entah kemana marsha tak melihat nya lagi.
__ADS_1
marsha membalas sapaan karyawan Z company dengan senyum ramah, beda dengan mey nampak cuek pada karyawan lain.
teryata istri cio nampak cantik dan ramah, ucap salah satu karyawan yang di setujui oleh yang lain nya.
banyak dari mereka suka dengan marsha yang nampak ramah pada mereka, hanya sebagian wanita wanita penggemar cio nampak kecewa, tapi mereka juga mengakui ke cantikan istri cio tersebut setelah melihat senyum indah marsha.
mex mengikuti marsha dan mey, padahal kedua gadis itu hanya akan menuju kantin yang masih berada di area gedung tersebut.
kamu mau ngapain mex ? " tanya meylani karena mex mengikuti nya ".
saya hanya menjaga nyonya marsha, " jawab mex singkat ".
saya ga kemana mana, cuma ke kantin jadi kamu bisa kembali, " perintah marsha karena sama dengan mey yang merasa risih saat di ikuti mex".
mex menjadi bingung, dia juga takut kalau bos besar akan murka jadi dia menolak perintah bu bos nya, tapi nyonya tuan al memerintahkan saya menjaga anda kemanapun, " tolak mex berat hati karena dua bos yang berbeda perintah ".
pokoknya kamu pergi, kalau ka al marah bilang aku yang meminta, " ancam marsha kembali mengusir mex ".
mex pun akhir nya meninggalkan marsha dan mey yang sudah mulai masuk ke dalam area kantin.
area kantin masih sangat sepi karena ini belum jam istrirahat.
memang anda berani sama tuan al nyonya ? " goda mey dengan masih menyebut kata nyonya ".
aku berani, aku sudah berkali kali mengalahkan ka al, tapi aku takut sama anak buah nya, " jawab marsha dengan tertawa renyah ".
maksud marsha dia berkali kali mengalahkan suami nya saat berdebat, tapi pemikiran mey malah hal yang lain membuat gadis itu wajah nya memerah saat mendengar jawaban bu bos nya.
kini marsha duduk di salah satu kursi sedangkan mey meminta pengjaga kantin untuk melayani bu bos nya itu.
eleh eleh neng mey tumben datang sebelum jam makan siang, " ucap bi imas pada meylani yang sudah duduk di samping marsha ".
ia bi, " jawab mey singkat sambil mengambil buku menu dari bi imas ".
neng ini siapa nama nya ? karyawan baru ya ? atau baru melamar pekerjaan ? " tanya bi imas bertubi tubi ".
__ADS_1
kalau bertanya itu satu satu bi, aku marsha, " jawab marsha ramah sambil tertawa kecil karena pertanyaan bi imas ".
oh neng marsha, sudah bekerja atau baru melamar pekerjaan neng ? " tanya lagi bi imas karena belum mendapat jawaban dari marsha ".