Bukan Mantan Tapi Suami

Bukan Mantan Tapi Suami
bertemu di situasi yang berbeda


__ADS_3

bima diam sesaat dia tau siapa tuan besar nya, orang yang tak ingin di temui sembarangan.


biar aku juga ikut, " ucap dirga yang khawatir pada adik perempuan nya ".


kalian bisa ikut, tapi aku tidak berjanji bisa mempertemukan kalian bersama tuan besar, " jawab bima apa ada nya ".


sebenar nya bima bisa saja langsung bertanya pada tuan rendra namun dia yakin tuan rendra tak akan mengubah keputusan nya kecuali tuan besar yang meminta, dan bima tau tuan besar bisa mendengar ucapan nya lain hal nya dengan tuan rendra yang sangat arogan.


dua hari berlalu kini bima dan kedua anak sahabat nya dalam perjalanan ke luar negeri untuk menemui tuan besar.


paman, apa tuan besar anda sama keras kepala nya seperti tuan rendra ? " tanya marsha penasaran karena dia menganggap tuan besar itu lebih kejam dari tuan rendra ".


beliau sangat lembut namun sangat cerdas, lain hal dengan tuan rendra yang keras dan arogan namun juga mereka sama sama cerdas, " jawab bima dengan sedikit tersenyum ".


entah kenapa tiba tiba marsha menjadi ragu, dia yang menginginkan pertemuan ini namun kini malah diri nya yang gugup dan takut, sama hal nya dengan dirga laki laki itu nampak gugup namun demi menemani sang adik dia rela meninggalkan negara nya.


pesawat mendarat sempurna dan langsung di sambut oleh para pengawal khusus, mereka keluar dari bandara menuju salah satu mansion yang sangat megah, kini mobil melaju memasuki mansion, dirga dan marsha sangat terpukau, mansion ini lebih mewah dari kediaman utama milik tuan rendra mahesa di negara mereka.


bima di sambut oleh bu dian sang istri, ini pertemuan pertama dirga dan marsha dengan istri dari paman bima.


oalah cantik sekali, kamu seperti lita sewaktu muda, " ucap dian sambil merangkul dan memeluk marsha ".


marsha hanya tersenyum membalas pelukan itu, begitupun dengan dirga.


oalah kamu tampan sekali mirip seperti papah mu, " ucap dian pada dirga membuat bima sedikit menggerutu ".


masih tampan aku dari pada arman, " gerutu bima yang membuat orang orang itu tertawa kecil kecuali bima ".

__ADS_1


di halaman belakang bunda aisyah tengah asik menikmati secangkir teh bersama dengan alfaris yang kebetulah hari ini sengaja meluangkan waktu untuk menemani sang bunda.


marsha dan dirga sama sama terdiam saat memasuki mansion, bagaimana tidak dia melihat sosok orang yang mereka kenal terpajang poto nya di ruang tamu tersebut.


ya di kediaman rendra memang tak ada poto ini hingga mereka tak tau siapa tuan besar itu, namun kini mereka berdua menjadi gugup dan bingung kenapa bisa ada poto itu.


sebentar paman akan menemui tuan besar, kalau tuan besar bersedia bertemu maka paman akan memanggil kalian kembali, " ucap paman berpamitan membuyarkan lamunan di fikiran dirga dan marsha ".


marsha dan dirga sama sama menganggukan kepala, bu dian pun menyajikan cemilan dan minuman untuk kedua anak sahabat nya itu, sebab di mansion ini terlihat sepi dan tak terlalu banyak pengawal di dalam rumah, hanya para pengawal yang begitu banyak di luar rumah.


tuan nyonya, " sapa bima pada alfaris dan bunda aisyah ".


ya bima, sudah sampai kamu, " ucap bunda aisyah sementara alfaris hanya mengangguk sambil tersenyum kecil ".


bima pun duduk di depan alfaris setelah di persilahkan oleh bunda aisyah.


dengan ragu bima mulai menceritakan permasalahan sahabat nya itu pada alfaris, bunda aisyah nampak kaget namun alfaris nampak biasa saja.


maksud kamu bagaimana nak ? " tanya bunda aisyah tak mengerti ".


bunda ingat penyerangan tempo hari sewaktu bersama lisa, itu adalah ulah anak buah reyhan, di tambah saat aku menyelamatkan marsha dari ulah reyhan, dua hal itu membuat rendra murka dan berniat membalas semuanya, " tutur alfaris membuat bunda aisyah mengerti ".


tanpa mereka tau, marsha dan dirga sudah berdiri di dekat mereka ingin paman bima memberitahukan pada alfaris namun dia tak berani menyela pembicaraan alfaris ".


dada marsha terasa sesak, dia merasa di permainkan oleh sosok alfaris, laki laki yang dia cintai ternyata sosok penguasa di balik rendra, lelaki yang dua kali dia tolak karena mama nya ternyata orang yang selama ini membantu bahkan di pertemuan terakhir nya laki laki itu menyelamatkan nya dari pelecehan yang hampir menimpa nya.


dirga pun diam mematung, dia tak menyangka sahabat nya ini orang yang begitu berkuasa, selama ini dia mencari keberadaan sahabat nya itu namun ternyata orang itu adalah sosok tuan besar yang ingin mereka temui.

__ADS_1


alfaris menoleh ke belakang karena paman bima menatap nya memberitahukan, begitupun dengan bunda aisyah.


bunda aisyah dan alfaris nampak terkejut, namun kedua nya nampak santai, bunda aisyah berdiri lalu memeluk marsha.


marsha pun membalas pelukan bunda aisyah dengan mata merah nya, pipi nya mulai di basahi air mata entah kenapa pertemuan ini membuat marsha kecewa dan sakit.


bagaimana kabarmu nak ? " tanya bunda ramah pada marsha ".


baik tante, " balas marsha pelan ".


bunda pun menyalami dirga yang sama sama terdiam.


alfaris berjalan ke dalam mansion, dia menuju ke ruang kerja nya di ikuti bima.


bima memang satu satu nya orang yang tak tahu menahu soal hubungan alfaris dengan marsha, sehingga dia nampak tak barsalah, namun saat melihat momen itu bima jadi penasaran dengan apa yang terjadi dia mengikuti alfaris ingin menanyakan apa yang sebenar nya terjadi.


alfaris ingin memaki bima, namun dia tak bisa menyalahkan bima karena laki laki itu memang tak mengetahui rencana nya.


marsha wanita yang selama ini aku pernah ceritakan pada anda paman, " ucap alfaris sebelum bima bertanya ".


bima tau sosok wanita yang sangat di cintai tuan besar nya, namun dia tak menyangka jika wanita itu adalah anak dari sahabat nya.


maafkan saya tuan, " balas bima yang menyadari kesalahan nya ".


alfaris hanya mengangguk dan meminta bima meninggalkan ruangan nya, saat ini alfaris ingin menyendiri menenangkan diri nya dari keterkejutan nya saat bertemu dengan marsha dan dirga di situasi yang berbeda.


bima pun keluar dan menemui dirga di halaman belakang, sementara marsha entah kemana gadis itu.

__ADS_1


bima pun duduk di kursi depan dirga, apa paman selama ini tau tentang hubungan kami dengan alfaris ? " tanya dirga pada bima ".


tidak, paman sama sekali tak mengetahui itu, tapi paman tau sosok sahabat tuan besar juga sosok wanita yang di cintai tuan besar, paman tak menyangka jika itu adalah kamu dan marsha, " jelas bima mengingat dia tau cerita dari alfaris ".


__ADS_2