
alfaris menatap bunda nya tak percaya, lalu dia menatap bima dian rendra juga lisa yang nampak mengatakan kalau ini benar benar serius.
bunda semalam kamu buat acara pertemuan dengan orang lain, kenapa sekarang tiba tiba menikahkan aku sama marsha ? " tanya alfaris pada bunda nya ".
kamu sama marsha sama sama mencintai, pokok nya sekarang kita ke rumah marsha dan kamu harus menikahi nya. " tegas bunda aisyah tak ingin di bantah ".
ko rasanya aku kaya buntingin anak orang, " gerutu alfaris yang merasa keberatan meskipun jauh di lubuk hati terdalam nya dia merasa senang ".
sontak bunda aisyah memukul kening anak nya itu yang meringis berpura pura kesakitan.
aku ga bisa bun, " tolak alfaris masih bersikukuh ".
apa kamu bersedia menikahi marsha zonatan ? " tanya bunda aisyah pada zo yang hanya diam ke heranan ".
alfaris menatap bunda nya tak percaya, alfaris menatap tajam zo yang menggaruk kepala nya tak gatal.
ok ok aku mau, " ucap alfaris akhir nya ".
lisa tertawa kecil mengejek kaka nya yang malu tapi mau, begitupun dengan rendra.
kini mereka dalam perjalanan menuju rumah marsha, iring iringan mobil pun melaju dengan kecepatan penuh agar keluarga mempelai wanita tak menunggu terlalu lama.
di kediaman marsha calon mempelai wanita itu tengah duduk khawatir di dalam kamar di temani sang mama juga sahabat, bagaimana tidak sudah hampir setengah jam waktu yang di tentukan namun keluarga mahesa belum tiba.
marsha takut pernikahan yang dia inginkan malah akan batal seperti diri nya bersama reyhan kemarin.
bersama reyhan memang marsha berharap batal namun tidak saat ini dia menginginkan pernikahan ini terjadi.
dirga hasan dan juga arman sama cemas nya, mereka mondar mandir menunggu kedatangan keluarga mahesa.
mah apa ka alfaris beneran bakal datang dan menikahi aku ? " tanya marsha yang mulai berkaca kaca ".
mama lita pun sama khawatir nya, namun dia mencoba meyakinkan putri nya itu, pasti sayang mungkin mereka hanya terlambat datang, " jawab mama lita padahal diri nya tak tau sebab keluarga mahesa sama sekali tak menghubungi nya ".
__ADS_1
tapi bukanya ka alfaris semalam sudah berangkat untuk keluar kota mah ? " curhat marsha lagi yang benar benar sudah mengeluarkan air mata nya sedih ".
mama lita pun memeluk putri nya itu meguatkan agar tak bersedih, mama yakin bunda aisyah tak akan membohongi kita, " ujar mama lita meyakinkan putri nya kembali ".
marsha alya mama lita pun berpelukan saling menguatkan.
dirga harap harap cemas, kalau toh sahabat yang akan menjadi adik ipar nya itu tak datang dirga tak bisa berbuat apa apa, dia hanya berharap sahabat nya itu akan datang dan tak membuat adik perempuan nya sedih.
iring iringan mobil mahesa memasuki pekarangan rumah keluarga arman membuat hasan dirga dan arman bernafas lega.
memang acara akad akan di laksanakan di rumah arman karena acara yang sangat mendadak.
keluarga mahesa turun dari mobil dengan senyum ke bahagiaan, namun tidak dengan alfaris diri nya masih berkecamuk antara senang dan juga sakit hati pada marsha dan mama lita.
semua orang menyalami keluarga mahesa namun tidak untuk alfaris yang enggan di dekati orang orang, bahkan laki laki itu masih duduk di kursi belakang mobil yang ia naiki.
ada perasaan takut dari pihak arman kalau laki laki yang terlihat dingin itu membatalkan pernikahan, namun tidak dengan keluarga mahesa yang yakin kalau tuan besar mahesa itu pasti akan menikahi putri dari arman tersebut.
alfaris turun dari mobil nya dan memasuki rumah yang sempat menjadi tempat nya bekerja sebagai supir pribadi nona muda arman itu.
marsha bernafas lega, namun jantung nya berdegup kencang saat mendapat kabar dari hasan kalau keluarga mahesa sudah tiba.
dengan perasaan gugup marsha keluar kamar nya dan menuruni tangga di apit oleh mama lita dan juga alya.
alfaris menatap ke arah tangga sosok wanita yang begitu nampak cantik dan indah menuruni tangga.
hati nya berbunga bunga namun ego nya membuat alfaris berusaha terlihat biasa biasa saja.
kini marsha sudah duduk di samping alfaris dengan hati yang benar benar bahagia namun juga sakit karena calon suami nya terlihat acuh bahkan sama sekali tak menoleh pada nya.
arman pun duduk di depan alfaris dan mulai menyalami alfaris setelah sang penghulu memerintah kan nya.
acara sakral pun di mulai dan dengan satu tarikan nafas alfaris mengucapkan ijab qabul pernikahan dengan lancar tanpa kendala.
__ADS_1
kini mereka berdua resmi menjadi sepasang suami istri, doa doa bersambut untuk kelancaran serta kebahagian pernikahan sepasang suami istri yang baru resmi tersebut.
acara pun hanya berlangsung sampai siang hari karena ini hanya acara akad tanpa ada resepsi pernikahan.
keluarga mahesa meninggalkan rumah arman untuk melanjutkan aktifitasnya masing masing.
terlihat aneh memang, di rumah besar arman ini malah terlihat canggung, sedangkan mempelai pria nampak santai meskipun terlihat dingin.
bahkan saat makan siang alfaris hanya menikmati kopi dan rokok di halaman depan, dirga pun canggung untuk menemani adik ipar nya itu dan memilih untuk pergi ke kantor bersama hasan.
alya pun sama hal nya dia memilih ikut suami nya sebab masih dalam masa cuti kerja nya sebagai dokter.
papa arman masuk ke dalam kamar bersama mama lita yang masih terlihat bersalah pada alfaris yang sudah menjadi menantu nya.
alfaris duduk di ruang tamu, entah kenapa laki laki itu sedari tadi hanya diam.
hanya kata ijab qabul yang keluar dari mulut nya, dengan ragu marsha mendekati alfaris.
ka apa kaka mau sholat dzuhur ?
sudah tadi di mushola belakang, " jawab alfaris santai sambil memainkan hanphone nya ".
kalau begitu ayo istirahat di kamar ka, seperti nya kaka kelelahan, " ajar marsha ragu ragu ".
alfaris menoleh pada marsha dan mengangguk kecil, dengan senyum lega marsha berjalan terlebih dahulu dengan hati yang berdebar.
ini kali pertama nya dia memasukan pria selain papah dan kaka nya ke dalam kamar pribadi nya itu.
alfaris pun mengikuti marsha sambil melihat sekeliling rumah, sebab semasa dia bekerja menjadi sopir dia hanya tau bagian luar rumah tanpa tau bagian dalam rumah tersebut.
mereka menaiki tangga menuju kamar, marsha yang gugup berjalan pelan tanpa ingin menoleh ke belakang.
sementara alfaris di buat heran dengan tingkah wanita yang kini sudah sah menjadi istri nya itu.
__ADS_1
akhir nya marsha sampai di depan pintu dan membuka pintu kamar milik nya yang kini akan berbagi bersama lelaki yang sudah sah menjadi suami nya.