Bukan Mantan Tapi Suami

Bukan Mantan Tapi Suami
perjodohan


__ADS_3

beberapa saat berlalu kembali rombongan mobil sampai di halaman mahesa, rupanya itu rombongan keluarga fahri, shendy ayah fahri juga bu amel turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumah setelah di sambut bunda aisyah dan juga bu dian.


oalah jadi ini anak gadismu jeng, " ucap bu dian sambil mengelus kepala shendy ".


shendy hanya tersenyum kikuk dia tau kalau ayah dan ibu nya akan menjodohkan dia dengan seseorang namun dia belum mengetahui orang tersebut.


ia jeng, " jawab bu amel ramah ".


ayo silahkan masuk, " ajak bunda aisyah yang di angguki semua nya namun tatapan tak suka terlihat dari bu amel pada bunda aisyah ".


bunda aisyah sendiri menyadari hal itu namun dia nampak santai tak memikirkan hal itu.


bu amel malah menyangka bunda aisyah adalah pegawai bu dian, dia memang hanya mengenal bima dan juga dian tak mengenal bu aisyah serta anak anak nya.


pertemuan ini pun sebenar nya usulan bunda aisyah yang meminta bu dian mencarikan pasangan untuk alfaris, namun tak di sangka pertemuan pertama ini malah anak kedua nya juga mengundang keluarga arman.


bunda aisyah tidak memaksa perjodohan ini, dia hanya berniat mempertemukan saja, namun ternyata entah kenapa bunda aisyah juga merasa kurang nyaman dengan shendy.


mereka masuk ke ruang keluarga, baik shendy ataupun marsha sama sama terkejut nya, tatapan bu amel tertuju pada laki laki di samping zo yaitu rendra, dia terpana dengan laki laki itu dan sudah mengetahui laki laki itu.


bu amel sangat girang dalam hati nya karena pasti calon menantu nya itu rendra, sebab bu dian memberitahukan kalau yang akan dia kenalkan adalah bos suami nya yaitu pemilik Z company.


mereka saling menyapa dan saling menatap dengan fikiran masing masing.


shendy sendiri begitu senang saat mengetahui kalau orang yang akan di jodohkan nya itu adalah sosok rendra, namun dia juga heran kenapa ada keluarga marsha juga di sana.


mereka pun berbincang kecil sebelum membahas hal serius, sementara lisa dan bunda aisyah malah sibuk di dapun, memang kedua perempuan itu sangat suka berada di dapur mengolah makanan.


dan hal itu membuat bu amel yakin kalau bunda aisyah hanya sebagai pegawai di rumah tersebut.

__ADS_1


nak rendra sebelum nya terimakasih atas undangan makan malam nya ini, " ucap bu amel mencoba mendekatkan diri pada calon menantu hebat nya ".


rendra tersenyum kecil, sama sama tante, malah saya yang berterimakasih keluarga tante meluangkan waktu untuk hadir, dan mohon maaf saya juga mengundang keluarga om arman karena sudah seperti keluarga saya sendiri, " ucap rendra apa ada nya ".


mama lita cukup tersentuh dengan ucapan rendra membuat mama lita benar benar menyesal menolak alfaris.


bu amel tersenyum, dalam hati nya dia memang keberatan dengan kehadiran keluarga arman.


marsha dan shendy sama sama dalam pemikiran masing masing.


mereka semua akhir nya pergi ke halaman belakang karena acara makan malam akan di laksanakan di halaman belakang.


kamu lihat tuan rendra akan menjadi suamiku, dan aku pastikan kamu akan aku usir dari rumah sakit dan perusahaan kaka mu akan aku hancurkan, " bisik shendy pada marsha ".


marsha hanya tersenyum kecil, dia tau kalau shendy salah paham, marsha tau calon rendra adalah lisa.


namun tiba tiba tubuh marsha membeku, dia baru terfikir mungkin saja shendy akan di jodohkan dengan alfaris sang kaka rendra membuat marsha kini membeku dan wajah nya memucat.


bu dian tak enak hati dengan bunda aisyah yang malah sibuk menyiapkan makan malam, namun dia juga tak mungkin meninggalkan keluarga bu amel, melihat rendra dan zo yang malah sibuk mengobrol dengan dirga dan juga hasan.


papa arman sibuk mengobrol dengan dengan mama lita dan alya serta marsha, jadi bu dian menemani bu amel dan fahri serta shendy yang sibuk memainkan hanphone nya.


karena kecapean bunda aisyah terjatuh membuat semua orang menatap ke arah bu aisyah, semua orang langsung menghampiri dan berusaha menolong bunda aisyah.


lisa dengan sigap membantu bunda angkat sekaligus calon mentua nya itu, rendra pun dengan sigap membawa bunda aisyah duduk di salah satu kursi.


anda baik sekali tuan, pembantu saja anda perlakukan dengan baik apalagi istri, " ucap shendy dengan senyum lebar nya melihat sikap rendra yang baik ".


rendra ingin menjelaskan namun bunda aisyah menggenggam tangan rendra agar anak nya itu diam, keluarga arman melihat kilat marah rendra yang tertahan.

__ADS_1


tiba tiba kemunculan dua orang yang di tunggu pun tiba, alfaris berjalan dengan cepat bersama dengan bima.


tanpa mempedulikan semua nya, alfaris menghampiri bunda nya karena dari kejauhan dia tadi melihat bunda nya terjatuh.


marsha langsung membeku melihat alfaris yang baru sampai, sementara shendy nampak biasa saja meskipun dia serasa pernah bertemu sosok laki laki yang baru muncul itu.


dian sama berubah pucat melihat kilat marah alfaris, begitupun dengan bima, rendra memang keras kepala namun dia tak akan marah kepada dian dan bima.


beda hal nya dengan alfaris yang sangat kejam bila berhubungan dengan kesalamatan bunda nya.


mereka siapa ? " tanya alfaris pada bunda ".


bunda aisyah tersenyum lembut membuat alfaris sedikit meredakan amarah nya, duduk lah nak, " ucap bunda sambil menarik tangan alfaris agar duduk di samping nya ".


sementara rendra kembali ke kursi nya.


sa tolong ambil minyak hangat di kamar, " pinta alfaris pada lisa yang langsung pergi ke dalam rumah ".


tanpa mempedulikan siapapun alfaris mengusapkan minyak hangat di bagian kaki yang tadi sedikit membengkak di bagian kaki bunda nya membuat marsha dan mama lita tersentuh dengan laki laki yang mereka sempat tolak itu.


kini acara makan malam pun akan di mulai, alfaris belum mengetahui siapa keluarga fahri, sementara keluarga arman dia tau namun alfaris seolah tak mempedulikan nya.


semua keluarga arman menjadi canggung dengan sikap alfaris, sementara keluarga fahri nampak acuh dengan alfaris karena di mata mereka rendra lah tuan rumah acara tersebut.


seperti nya kita pernah bertemu, oh ya kamu alfaris yang waktu itu bersama marsha ya, pantas saja di sini ada keluarga marsha, kamu pegawai tuan rendra ternyata, " cibir shendy yang cukup terdengar semua nya ".


dirga dan hasan menahan tawa, mereka berdua saling pandang dan tertawa kecil menunggu amarah tuan besar sesungguh nya.


alfaris tersenyum kecil ingin sekali dia mencabik cabik gadis di hadapan nya namun pantangan bagi alfaris menghajar wanita.

__ADS_1


semua sudah duduk di kursi masing masing untuk makan malam, rendra pun duduk di samping lisa membuat shendy sedikit kesal.


__ADS_2