
Dikamar hotel yang disulap menjadi kamar pengantin dengan tempat tidur king size dan dekorasi simple nan elegan yang berhiaskan taburan bunga lily diatasnya dan terdapat pula aneka vas bunga yg tentunya dihiasi dengan bunga lily.
Cekleekk....
"WHAAATTTT.....!!"
Haaacih.....hacih...hacih....Bulan langsung bersin - bersin pada saat hendak masuk ke kamar pengantin, karena tak tahan akan wanginya dia bergegas keluar sambil membanting pintu.
BRAAKKK
"Ada apa nyonya? ada yg bisa saya bantu?"
"Aris! kau mengagetkanku! syukurlah kamu disini...mmm...bisakah tolong aku untuk bookingkan satu kamar lagi?" pinta Bulan.
"Mmm..... ini untuk temanku, karna dia baru saja datang dari luar kota..standart room saja...", lanjutnya sambil mengatupkan kedua tangannya seraya memohon.
"O ya tolong sekalian bawakan juga aku masker dan sarung tangan yaa".
Beberapa menit kemudian.
"Ini nyonya card key room dan barang - barang yang nyonya inginkan, boleh saya tau untuk apa masker dan sarung tangan itu ?"
"Hah?? oowwhh...mendekatlah", Bulan meminta Aris mendekatkan telinganya seolah tidak ingin ada yang mendengar.
"Masker ini untuk menutupi wajahku, agar pada saat aku mencekik tuan mu dia tidak dapat mengenaliku dan sarung tangan ini agar sidik jariku tidak menempel pada kulitnya." bisik Bulan.
__ADS_1
"Tenang saja nyonya sebentar lagi tuan akan pergi ke Singapore, karna penerbangannya malam ini juga jadi malam ini tidak akan ada yang mengganggu nyonya."
"Oo iyaa aku lupa, mmm...maukah kau yg melakukannya? secara kau selalu bersamanya, jadi mudah untukmu mencekiknya kapan saja, setelah misi ini selesai kita akan kawin lari dan tentunya kita akan membawa harta peninggalan suamiku sebagai warisan, bagaimana?", Bulan mengedip ngedipkan matanya pada Aris sambil tersenyum.
"Anda terlalu banyak membaca novel nyonya".
"Iya kau benar"
"Permisi, selamat beristirahat nyonya"
"I LOVE YOU ARIISS!!! teriak Bulan sambil melihat Aris berlalu sampai tak terlihat.
Kau sangat menggemaskan nyonya. Aris
"Sudah dua kali aku melihatmu bermesraan dengan istriku, Aris!"
"Itu karena hal darurat tuan"
"Tapi kau terlihat menikmatinya! awas saja kalau kau menerima cintanya!!"
Ya ampuun, mereka pasangan yang serasi sama - sama membuatku pusing. Aris
"Baiklah tuan saya tidak akan membuat tuan cemburu lagi"
"Siapa yang cemburu! aku itu hanya...hanya..aakkhh sudahlah"
__ADS_1
Alex mengepalkan tangannya setelah mendengar semuanya dari Aris tentang keinginan Bulan, Alex mengingat pertemuan awal dengan Bulan dimana Bulan sempat menggodanya dan ada kemungkinan Bulan akan menggoda pria yang ditemuinya di pesta untuk menghabiskan malamnya bahkan sampai memesan kamar lagi, apalagi dirinya sudah berpamitan dengan Bulan pada saat di pesta kalau dia akan langsung meninggalkan Indo malam ini juga.
"Batalkan penerbanganku malam ini! aku mau lihat sampai sejauh mana dia mengkhianatiku".
"Tapi tu..."
"Aris!! lakukan saja! dan atur penerbanganku esok pagi!"
Hhhuuuhh....apa katanya ? besok pagi, kalau sudah berdua dikamar dengan nyonya apa bisa dia bangun pagi besok. Aris
Dikamar pengantin Bulan mengambil baju ganti untuk ia bawa ke kamar lainnya karena ia akan mandi dan istirahat disana. Bulan memakai maskernya untuk mengurangi aroma bunga lily dan tak lupa memakai sarung tangan takut tanpa sengaja bersentuhan dengan bunga yang bertebaran dimana - mana. Dia jadi ingat pada saat ke makam Bintang dia sampai harus berpenampilan seperti mau berkebun lengkap dengan topi, masker dan tentunya sarung tangan agar tidak bersentuhan langsung dengan kulitnya tapi apa daya dia malah mendapatkan sentuhan bunga langsung tepat diwajahnya karena tidak tertutup semua oleh masker.
"Heh...kenapa baju - bajuku tidak ada disini? semuanya lingerie dilemari ini...eeewwwhh", gumam Bulan sambil memeriksa semua yang ada dilemari. Dilihatnya ada beberapa kemeja Alex yang tergantung dilemari, diambilnya beberapa kemeja untuk nanti ia pakai, lalu Bulan beranjak ke luar kamar.
Alex yang pada saat itu menunda keberangkatannya dan hendak menuju kamar pengantin tiba tiba melihat Bulan keluar dari kamar tersebut masih dengan gaun pengantinnya dan terlihat membawa beberapa kemejanya lalu keluar mengendap dikuti oleh Alex tanpa sepengetahuan Bulan.
Kenapa dia membawa pakaianku, apa dia akan berikan pada pria itu awas saja kau. Alex
Bulan sudah membersihkan dirinya setelah berendam cukup lama di kamar mandi, hari ini begitu berat bagi Bulan ditambah lagi besok dia harus berfikir keras mencari alasan kepergian Alex kepada keluarganya.
Heh...kenapa lama sekali pria itu tidak muncul, apa pria itu sudah ada didalam kamarnya?? ini tidak bisa dibiarkan!. Alex
Tiba - tiba Bulan keluar dari kamarnya dan perlahan menutup pintunya kembali kemudian melihat sekitar dengan awas takut bertemu dengan keluarganya. Karna Aris g**a malah memesan kamar tepat bersebrangan dengan kamar orang tuanya.
Bulan melangkahkan kakinya menuju ballroom tempat pestanya berlangsung tadi yang sekarang tempat tersebut sepi dan hening lalu dibukanya pintu tersebut dengan perlahan, kemudian Bulan mengembangkan senyumnya sambil terus melangkah, tekadnya sudah bulat untuk memeluk dan bermain dengannya yang sangat dia rindukan.
__ADS_1