
"Bulaaann....ayo turun sayang, papa sudah menunggumu untuk makan malam",ajakan mama Ayu mengagetkan Bulan yang kini sedang berada dikamar Bintang dengan memandang biola kesayangan Kakak kembarnya itu.
Biola kesayangan yg selama ini selalu menemani kesunyian Bintang dikala sedih dan merasa sendiri, dimana Bintang harus mengubur impiannya dalam dalam menjadi seorang pemain biola terkenal hanya karena obsesi sang papa yang menginginkan anaknya terjun didunia bisnis dan pilihan tersebut jatuh kepada Bintang.
Dan kini biola tersebut terpajang dengan kondisi hancur setelah amukan papa dua tahun lalu yg menyebabkan Bintang pergi dan terjadilah kecelakaan maut tersebut.
Entah apa alasan papanya masih menyimpan kepingan biola yg sudah dihancurkannya
"Duduk!" pinta papa kepada Bulan
"Mulai sekarang jangan membuat orang yang lebih tua menunggumu, apalagi itu orang tua mu sendiri, biasakan dirimu bersikap selayaknya Bintang yang selalu membuat bangga orang tua! pahami itu dan belajarlah mulai sekarang menjadi Bintang!" tegas papa Andi
"Whatttt??!! wait wait wait.......papa ingin ak menjadi kak Bintang??? helloooww Bulan mau dikemanaaaiinn....." batin Bulan
"Besok temui Alex, perkenalkan dirimu sebagai calon tunangannya...papa sudah mengatur pertemuan kalian dan disetujui oleh orang tua Alex!" perintah papa Andi
__ADS_1
"Haaahh...ga salah pah???!" teriak bulan menatap tak percaya pada sang papa yang tiba - tiba meminta Bulan menyodorkan dirinya kepada Alex.
Papa Andi langsung menatap tajam Bulan
"Maaf..maksud Bulan apa tidak terlalu terburu buru pah, masa iya Bulan nyosor duluan ke Alex" Bulan langsung merendahkan suaranya sebelum papanya kembali marah.
"Bulaann...maksud papa kamu temui Alex dulu untuk mengenalnya lebih jauh, setelah kamu nyaman dengannya baru kalian bicarakan soal pertunangan" ucap mama Ayu dengan lembutnya untuk mencairkan suasana yg tegang dimeja makan.
"Alex akan tetap setia dengan kak Bintang maah dan kemungkinan besar dia belum bisa move on...niiihh lihat buktinya" Bulan menunjukan bentol - bentol merah yang sedang menari nari ditubuhnya dan semua ini akibat perbuatan Alex yang melemparkan bunga tepat diwajahnya.
BRAAKKKK.....
"Eee copot lu kodok!! teriak bi Ami asisten rumah tangga yang kebetulan sedang menyajikan menu dessert ke meja makan bersamaan dengan papa Andi yg menggebrak meja setelah mendengar ucapan Bulan.
"Maaf tuan...maafkan saya..."lirih bi Ami kemudian berlari ke belakang untuk mengatur nafasnya dan berdoa agar tdk dipecat.
__ADS_1
"Itu sebabnya papa memintamu menjadi Bintang!" sambil memegang dadanya Papa Andi mengontrol nafasnya kembali yang tadi dirasa sesak.
"Jadilah anak yang berguna selama kau tinggal disini." papa Andi langsung beranjak meninggalkan ruang makan.
Setelah drama diruang makan selesai, Bulan menuju kamarnya. Tiba - tiba mama Ayu menghampiri Bulan dan memeluk putrinya yang sedang duduk ditepi ranjangnya lalu menyisir rambut keriting Bulan dengan jemarinya.
"Bagaimana menurutmu tentang Alex, dia tampankaan....bahkan setelah kepergian Bintang sampai sekarang dia masih sendiri, apa namanya kalau bukan lelaki yang setia, iyakan?"
"Maksud mama cowo yang ga laku gitu ??"
"Iiisshh kamu nii...dicoba dulu sayang, belajar men..."
"Menjadi Kak Bintang?" potong Bulan lalu beranjak dari ranjangnya menuju meja riasnya. Dan mulai mengoleskan salep kesetiap bagian tubuhnya yang terkena alergi.
"Akan ku buat duniamu terbalik, Alex Ananta Pratama!" geram Bulan didalam hatinya.
__ADS_1