
Setelah kepergian Alex, Bulan meluapkan kekesalannya dengan melemparkan artikel yang sempat dilihatnya hanya untuk menghindari pandangan Alex.
"Lihatlah kak, itu yang kau bilang pria baik baik huh diliat dari sisi mana baiknya, kau saja tidak bisa jatuh cinta padanya walaupun dia posesif terhadapmu, apalagi aku yang selalu diacuhkannya", kesal Bulan
Menghilangkan kebosanan Bulan melihat lihat ruangan Alex dan mengagumi design interior yang ada didalamnya, terkesan terlalu maskulin tapi sangat nyaman.
Sesuatu yang terpajang dimeja kerjanya menarik perhatiannya sehingga membuat dirinya penasaran dan langsung meraihnya.
Bulan menutup mulutnya saat melihat ...foto...ya sebuah foto gadis kecil yang sedang duduk diperbukitan dengan memegang gitar membelakangi kamera seolah gadis tersebut tak tau dirinya difoto.
Kenapa...kenapa dia mempunyai fotoku? .Bulan
Ceklek
"Apa yang kau lakukan?!!"
Suara Alex menggema diruangannya, dia setengah berlari ke arah Bulan lalu merebut sesuatu dalam genggaman Bulan dengan kasar tanpa disadarinya telah melukai telapak tangan Bulan akibat goresan dari bingkai foto tersebut.
"Jangan pernah sentuh barang barangku!"
"A...aku hanya meli..."
"Sudahlah! Aris antar dia pulang aku masih ada urusan", perintahnya pada sang asisten.
__ADS_1
"Apa lagi yang kalian tunggu, pergilah!" lanjutnya karena masih melihat Aris dan Bulan belum beranjak sedikitpun dari tempatnya.
Sebelum ke ruang meeting, Alex memutuskan kembali ke ruangannya awalnya ia hendak menanyakan apakah Bulan ingin memakan sesuatu karena ia tau Bulan selalu dikelilingi oleh makanan ringan beserta soft drink jika sedang sendirian, namun melihat Bulan yang sedang memegang pigura kesayangannya seketika itu juga emosinya memuncak karena selama ini tidak ada 1 orang pun yang berani menyentuh barang barang pribadi miliknya.
Didalam lift Aris melihat jelas Bulan mengelus telapak tangannya sendiri dengan sedikit meringis.
"Di resepsionis ada kotak p3k, saya akan bersihkan luka anda dulu nona baru saya hantar pulang"
Bulan masih setia dengan diamnya, terus mengikuti langkah Aris kemanapun ia pergi.
"Ini hanya luka kecil, biarkan saja aku ingin segera pulang". Bulan langsung menuju pintu keluar meninggalkan Aris yang awalnya hendak meminta kotak p3k di resepsionis.
Diruangan Alex, ia menatap pigura yang sempat ia rebut dari Bulan.
Alex meletakkan pigura tersebut didalam lacinya, ia memutuskan untuk tidak menyimpan lagi barang barang yang berkaitan dengan Bintang.
Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan padamu Bulan, apa aku salah satu dari 'kalian' yang sudah menyakitimu?. Alex
Didalam mobil Aris fokus dengan setirnya menuju hotel.
"Aris, kamu tau...aku tinggal disini sudah lama sebelum aku memutuskan datang ke Jakarta", Bulan mencoba membuka obrolan santai dengan Aris agar suasana tidak terlalu tegang.
"Saya sudah tau nona"
__ADS_1
"Baguslah jadi kau tidak perlu khawatir meninggalkan aku sendirian di negara ini, aku ingin menemui onty ku? bibi Olla, dia yang sudah membesarkanku selama ini jadi sudah seharusnya aku berkunjung jika kemari, bukan? hmm..."
"Maaf tidak bisa nona, kita hanya ke hotel unuk mengambil barang barang nona dan langsung ke apartemen"
"Aku hanya ma...."
"Tuan Alex akan marah jika tau kalau nona berkunjung kesana apalagi bibi nona itu kerabat dari dokter itu", potong Aris karena ia tidak ingin lama berdebat dengan Bulan.
"Siapa? Anthony?..tapi aku kesana kan hanya untuk mengunjungi bibiku, lagipula aku masih batas wajar dengan Anthony"
"Tapi tidak nenurut tuan"
"Ada apa sih dengan tuanmu bertindak seperti orang yang sedang cemburu saja", ketus Bulan
Bulan tiba di hotelnya dan langsung membereskan barang barangnya, ia memutuskan untuk ikut ke apartement milik suaminya dan akan mencari cara agar bisa bertemu dengan bibinya untuk menanyakan perihal foto yang ia temukan beberapa waktu lalu.
Alex tidak bisa dilawan dengan kekerasan, kalau dia pria normal pasti dia akan memenuhi keinginanku, aku akan merayunya dan jika aku sudah mendapatkan keinginanku...akan langsung kucekik dia iiisshh menyebalkaaann. Bulan
Bulan keluar dari lift hotelnya menuju lobi untuk menemui Aris, tetapi dia tidak menemukannya.
"Apa dia ke toilet, mmm...apa aku langsung pergi saja ya ke tempat bibi Olla", gumam Bulan
"Sudah selesai Bulan? ayo"
__ADS_1
"Kauu??!!!"