BULAN KU

BULAN KU
Bab 25


__ADS_3

Bulan memakai kembali kacamata hitamnya serta menarik koper dan berlalu meninggalkan cafe tempat dimana Alex yang tengah berbincang dengan seorang wanita cantik.


Aku tinggal dengan bibi Olla saja, tapi nanti ada yang bilang sama papa, aku cari hotel saja kalau begitu. Bulan


Seharian ini Bulan menghabiskan waktunya di balik selimut tebal dikamar hotelnya.


Drrt


Drrt


Suara ponsel Alex berhasil membuatnya menghentikan rapat pentingnya sementara, ia mengernyitkan dahinya melihat nama mamah Ayu diponselnya. Tumben pikirnya.


"Halo mah"


"Halo Alex, apa kabar mama rindu berkumpul dengan kalian"


"Hmm iya mah nanti Alex akan berkunjung ketika kembali ke Indonesia"


"Baiklah, apa mama mengganggumu maaf mama hanya ingin tau kabar Bulan karna dia tidak bisa dihubungi dari kemaren harusnya dia sudah tiba di apartemenmu kemarin siang, apa dia baik baik saja"


Degh


Bulan disini? di Singapura?


"Saya lagi dikantor mah, tadi saya pergi Bulan masih tertidur"


"Aduuh mama jadi tidak enak sama kamu, itu anak ya kalau disuruh liburan dia pasti menghabiskan waktu seharian dengan menjadi putri tidur, tolong maafkan dia"


"Tidak apa apa mungkin dia kelelahan"


"Alex...bisakah mama percayakan dirinya padamu? tolong jangan sakiti dia, jika kau tidak menginginkannya bertahanlah dalam waktu 1 tahun ini saja, setelah itu kembalikanlah dia pada mama hanya pada mama"


Hening


"Alex, kau mendengarkan mama?"


"Eh iya mah, Bulan baik baik saja disini jangan khawatir"


"Baiklah kalau begitu, jangan lupa pesan mama ya, jika kalian sampai menyakitinya....kalian tidak akan pernah bertemu dengannya kembali, ingat Alex mama tidak pernah main main dengan apa yang mama ucapkan, salam buat Bulan ya"


"Iya mah, aku ak.."

__ADS_1


Tut tut tut


Haah...sial mama menutupnya begitu saja, apa benar dia mama ayu? setauku dia wanita yg lembut dan tak pernah mengancam siapapun apa maksud dari perkataannya dan siapa itu 'kalian' ada ap...aakhh dammnn Bulan. Alex


"Aris, Bulan ada di negara ini, kerahkan semua orang orang kita untuk mencarinya dan bawa dia kemari!!" perintah Alex yang kemudian menghentikan rapatnya karena pastinya ia tidak akan bisa fokus dengan pekerjaannya.


Anthony...yaa...Anthonii...pasti Bulan bersama dengannya sekarang, sial. Alex


Alex melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit tempat dimana Anthony bekerja


Braakk


"Heii dimana sopan santunmu! ini rumah sakit!", bagai dejavu Anthoni memijit pelipisnya entah kenapa setiap bertemu dengan Alex selalu dalam kondisi yang tidak baik.


"Dimana dia?! dimana kau sembunyikan dia?!"


"Dia?..dia siapa yang kau cari...ya Tuhan no agaiin jangan bilang kau mencari Bulan lagi"


"Jangan berlaga b***h...tentu saja aku mencari istriku!


"Bulan disini???", batin Anthony


Disaat orang orang sibuk mencarinya, Bulan malah asik menikmati ice cream nya disalah 1 cafe yg terpencil didaerah pantai.


"Hmm??" Bulan menoleh kearah wanita yang memanggil namanya


Aah iyaa ini wanita yang sedang bersama Alex kemaren, bagaimana dia mengenalku. Bulan


"Apa aku mengenalmu??"


"Tidak...aku juga tidak mengenalmu langsung, tapi tau tentangmu dari seseorang", dengan santainya Melani langsung duduk dihadapan Bulan.


"Siapa? Alex? kau datang ingin melabrakku karna menikahi kekasihmu, jangan buang tenagamu nona, kami berdua orang asing yang tidak saling mencintai, tidak saling memiliki...asal kau tau aku pemilik sabuk hitam jadi jangan macam macam denganku, sedikit saja kau berfikiran hendak menjambak rambutku aku akan melontarkan dirimu sejauh mungkin dengan tanganku", ucap Bulan bangga sambil menunjukkan tangan mungilnya yang penuh dengan lelehan es krim.


"Hahaha....kau memang lucu, aku mengenalmu dari Bintang"


"Kau mengenalnya ?", Bulan sangat antusias jika itu terkait dengan Bintang.


"Aku sahabatnya, apa dia tidak pernah menceritakan diriku padamu, aku Melani"


Bulan sontak berdiri dari tempat duduknya sambil menutup mulutnya "kau..kau...kak Melaniiii...kau tinggal disini sekarang???...aaahh aku paham...kau tinggal bersama Alex makanya kau ada disini, benarkan, kak Bintang pernah cerita kalau sahabatnya sudah menikungnya..hahaha..heeraan kenapa bisa Alex diperebutkan....dan kau tau lebih sialnya aku yang sekarang menjadi istrinya".

__ADS_1


"Kau cemburu?", Melani tak kuasa menahan senyumnya lagi ketika mendengar pernyataan Bulan.


"Hah...aku pasti lagi gila kalau aku cemburu, tentu saja tidak, aku tidak peduli jika aku adalah istri Alex yang kesekian, beda cerita kalau dia...aaaaakkkhhh!!", tiba tiba Bulan menjerit ketika seseorang menarik telinganya.


"Kau disinniiii rupanyaaa!!!", geram alex sambil menarik telinga Bulan.


"Bisa bisanya kau makan es krim dengan lahapnya tanpa pedulikan orang orang yang mencarimu, dan apa kau bilang tadi? istriku yg kesekian??!! kau pikir aku ini apaa haahh! pulang sekarang!" Alex yang tak dapat lagi menahan amarahnya langsung melepaskan tangannya dari telinga Bulan dan beralih menarik paksa lengan Bulan untuk segera pergi.


"Aaakhh sakit sakit...lepaskan aku!" teriak Bulan


"Lepaskan dia Lex!" Anthony yang tiba tiba datang bingung untuk mengambil sikap lagi karena dia menyadari bahwa Alex memiliki hak penuh atas Bulan.


"Anthony tolong aku ... akkhh...lepaskan aku sialann!"


Alex langsung menggendong Bulan dipundaknya dan langsung meninggalkan tempat tersebut tanpa pamit kepada siapapun yang ada disana dan bahkan ia tidak peduli dengan teriakan Bulan sepanjang jalan menuju mobilnya, bahkan sempat sempatnya Bulan berteriak bahwa Anthony adalah teman yang ga ada akhlaq karena tidak membantunya sama sekali.


Flashback on


"Tuan, nona sudah diketemukan dia berada dicafe dekat dengan tempat tinggalnya dulu", Aris menjelaskan kepada Alex setelah menerima pesan dari salah satu anak buahnya.


Anthony yang ikut mendengar info dari Aris langsung menyambar kunci mobilnya, diikuti oleh Alex yang merasa jengkel atas sikap Anthony yang seolah olah dialah yang kehingan istri.


Saat itu Alex juga menerima pesan dari Melani kalau ia bertemu dengan Bulan dikedai es krim dan mengirimkan lokasi mereka.


Flashback off


Alex menatap tajam Bulan yang kini sedang duduk di sofa diruang kerjanya dan Bulan masih setia dengan bibirnya yang tak henti hentinya komat kamit mengeluarkan segala umpatannya.


"Jadi kau merindukanku sampai menyusulku kemari hah"


"Eeeuuuwwwhh...percaya diri anda tinggi sekali tuan", ketus Bulan sambil mengerucutkan bibirnya.


"Aku ada miting sebentar lagi, tunggu aku disini...DISINNI, jika aku mememukanmu diluar ruangan walaupun itu masih di lobi perusahaanku, kau akan menyesal Bulan ingat itu!"


"Apa??" Bulan langsung berdiri dengan berkacak pinggang "memang kamu mau apa kalau aku kabur? aku tidak takut dengan ancaman apapun darimu!"


"Ck ... ok, kalau itu sampai terjadi aku meminta hak ku sebagai suami atas dirimu !!" tegas Alex dengan sorotan mata yang tajam.


Bulan seketika itu juga langsung menjatuhkan dirinya lagi disofa dan langsung menarik salah satu artikel yang ada dimeja dan langsung membolak balikkan halaman untuk mengalihkan pandangan Alex terhadapnya "Aku akan tetap disini, pergilah!", pinta Bulan tanpa menoleh sedikitpun ke Alex.


Alex meninggalkan Bulan dengan senyuman tipis dibibirnya. Dan buugh....terdengar seperti sesuatu yang dilempar ke arah pintu yang sudah ditutup oleh Alex dan tentunya itu adalah artikel yang sempat dipegang oleh Bulan.

__ADS_1


Menggemaskan. Alex


__ADS_2