
Bulan sedang menikmati secangkir kopi latte di cafe sebrang kantornya bersama sahabatnya Mira.
"Jangan kacaukan acara malam ini, ini perform perdanamu di cafe"
"O ya ada satu lagu yang akan aku mainkan sendiri bersama gitarku"
"Baiklah akan aku atur bersama band"
"Hmmm...hari ini Anthony akan datang dan dia memintaku untuk ikut dengannya pada saat kembali ke Singapore karna aunty terlihat sakit tapi dia tidak mau mengakuinya"
"Ke Singapore? waah kau bisa bertemu dengan suamimu disana hmm"
"Buat apa?"
"Siapa tau dia memiliki istri lain disana oleh sebab itu dia tidak pulang kesini, dan alasan perusahaan hanya sebagai kedok saja"
"Benarkah?"
"Iyaaa....dia bilangkan kalau perusahaannya sedang berkembang pasti yang dimaksud adalah istrinya yang sedang berkembang alias hamil jadi badannya berkembang, orang tuanya tidak menyukai istrinya oleh sebab itu dia menyembunyikannya di Singapore dan kau...dia menjadikanmu istri kedua agar dia tidak dijodohkan lagi oleh orang tuanya! dan kemungkinan terparahnya adalah dia seorang mafia dan penjahat kela...."
Braaakkk
"ASTAGA!!" teriak Bulan bersamaan dengan Mira ketika melihat Alex sudah berdiri mematung tepat dihadapan keduanya tidak lupa dengan Aris yang setia dibelakangnya.
"Aku lupa Lan ada yang tertinggal dirumah, aku harus pergi!" Mira langsung beranjak dari tempat duduknya dan langsung berlalu tak ketinggalan dengan seribu langkahnya yang selalu menyertainya.
"Jangan berteman dengannya lagi, dia membawa pengaruh buruk!"
__ADS_1
"Dia hanya cerita tentang kisah novel saja yang menceritakan tentang is....aa sudahlah, ada perlu apa kau kemari? bukankah kau bilang tidak akan datang dalam beberapa bulan ini?"
"Ada hal yang Aris tak bisa handle jadi aku yang harus turun tangan"
Whaaatt oh tuan apa yang tidak bisa ku kerjakan. Aris
"Bagaimana kau tau aku ada disini? hmmm...apa kau merindukan istrimu?" Bulan mengerjapkan matanya seraya menggoda
"Aku tidak punya waktu untuk merindukan seseorang", tegas Alex
"Ah yaaa....aku lupa, harusnya pertanyaanku untuk Aris karna dia yang selalu perhatian kepadaku, aku jadi merindukannya...Hai Aris apa kab...looohh kemana Aris? iissshh apa dia harus berlari juga", kesal Bulan.
"Jangan tunggu aku di apartemen, kalau sudah tidak ada urusan aku akan langsung kembali ke Singapore"
Bolehkah aku berharap cinta dengan pria didepanku?? aahh....mengingat cerita ka Bintang kalau Alex adalah idaman para wanita sudah membuatku jatuh cintaa, tapi begitu melihatnya dan menjadi istrinya...hhh...ingin rasanya kubenamkan kepalanya di got. Bulan
"Aku tunggu makan siang dicafe dekat kantorku datanglah", ujar Alex kepada Bulan
Seketika Bulan menoleh dan tersenyum kepada Alex.
"Maaf aku sibuk", dan Bulanpun berlalu.
\=\=\=\=\=
Bulan memasuki gedung perkantoran dimana dirinya akan bergulat dengan berkas berkas proyek yang membuatnya selalu sakit kepala.
"Wi, pertemuan dengan pak Ryan tolong digantikan dengan Pak William ya"
__ADS_1
"Baik bu"
Dewi sekretaris Bulan langsung menghubungi Pak William terkait pertemuan dengan Pak Ryan selaku rekan bisnis yang menjalin kerjasama dengan perusahaan Bulan.
Aku tidak bisa terus terusan bertemu dengan Ryan, dia pasti akan mengenaliku. Bulan
tok tok tok
"Masuk"
"Maaf bu...Pak Ryan tidak mau pertemuan nanti diwakilkan oleh siapapun"
"Ampun deh tuh orang, kamu bilang sama dia kalau saya ada pertemuan mendadak lainnya yang sangat penting...eh..jangan jangan" Bulan berfikir sambil berjalan ke arah jendela dan berdiri memandang arah luar.
"O ya kamu bilang aja kalau saya lagi tidak sehat...jangan jangan jangan nanti saya beneran sakit lagi..mmmm...apa yaaa...bilang aja kalau saya lagi ....." Bulan tiba tiba nendengus mencium sesuatu "wangi apa ini yaa..." seketika Bulan menoleh kebelakang....
kyaaaaaaaaaaa...sebuket bunga lily mendarat mulus diwajahnya.
Tampak Ryan tersenyum lebar memegang sebuket bunga lily dan dengan santainya menempelkan bunga tersebut tepat ke wajah Bulan.
"Bagaimana bisa kau membatalkan pertemuan yang akan berlangsung 5 menit lagi dan malah menyuruh orang lain untuk menggantikanmu??! hanya aku klien yang memiliki tingkat kesabaran tertinggi sekaligus romantis bukan...masih belum terpesona denganku???" Ryan menaik turunkan alisnya seraya menggoda bulan.
Bulan merampas kasar buket bunga tersebut dan langsung memukul Ryan dengan bunga lily yang menyebabkan bunga rontok bertebaran kemana mana.
"Terpesona katamuuu??!!!! aku lebih baik menjadi perawan tua jika di dunia sudah tidak ada laki laki lain, dasar s*******ng!!" teriak Bulan sambil berlalu menuju toilet pribadinya dan menutup pintunya dengan kasar, Bulan terduduk dilantai toiletnya sambil menangis.
"Hei...ada apa ini?!"
__ADS_1