BULAN KU

BULAN KU
Bab 12


__ADS_3

"Bagaimana kalian bisa kehilangan dia hah?! begitu sulitkah mengikuti dan memantau satu wanita saja, saya mau hari ini kalian sudah menemukan dimana istriku dan laporkan semuanya segera, paham!!!", Alex langsung membantingkan ponselnya setelah mendengarkan laporan dari anak buahnya kalau mereka kehilangan jejak Bulan setelah dari rumah sakit.


"Kenapa tuan tidak membawa saja nyonya untuk tinggal bersama tuan di negara ini". sahut Aris


"Karena dia bukan Bintang, seandainya dia bisa lemah lembut, lebih anggun, apa kamu lupa dia pernah melemparku dengan sepatunya".


huh....bukan bintang, tapi anda menikahinya bahkan sampai mengerahkan orang orang untuk mengawal dan menjaga nona Bulan sampai memantau laporan anak buah sejam sekali. Aris


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"WHAAAATT?!! ini beneran?? undangan ini asli kan? ", Bulan membolak balikan surat undangan dari Mira yang sedang fokus mengoleskan salep alergi ke punggung Bulan.


Bulan kembali lagi ke rumah sakit untuk meneruskan perawatan alerginya, walaupun sebenarnya masih bisa dirawat di apartemen atau dimansion tapi Anthony memaksanya kembali ke rumah sakit karena dirinya akan lebih mudah memantau keadaan Bulan jika ada di rumah sakit.


"Asli doong....aku mendapatkannya setelah kita mau kembali kesini, baru saja managernya menghubungiku dan besok kita diundang makan siang sekalian membicarakan kontrak exclusive dengannya, setauku cafe nya sangat elit dan hanya kalangan atas yang datang, aku tidak sabar melihatmu kembali dipanggung bersama piano mu"


"Tapi...aku harus pulang Mir...ada meeting sore besok dan papa tak bisa menghadirinya, lagipula aku hanya mengajukan cuti 3 hari saja untuk honeymoon" ujar Bulan mengingat dia memberitahukan keluarganya kalau dia ikut Alex memantau perusahaannya ke Singapore untuk bisa mengenal Alex lebih jauh sekalian berbulan madu dan tentumya papa Andi sangat mengijinkannya.


"Baiklaah aku akan mengatasi hal ini, tapii tolong kosongkan jadwalmu pada saat dirimu harus perform nanti."


"Hahaha....ucapanmu membuatku seperti seorang artis saja"


Tiba tiba ada tangan kekar yang merampas salep dari tangan Mira dan tangan satunya lagi mengisyaratkan Mira agar tidak bersuara dan menyuruhnya keluar dari luar ruangan.


WHAAAATTT. Mira


Alex menatap punggung mulus nan putih milik Bulan apalagi leher jenjangnya yang terlihat menggoda karna Bulan mengikat cepol rambut keritingnya ke atas, tapi sayang semua itu hampir di tutupi oleh bentol bentol merah dan itu berhasil membuat Alex semakin merasa bersalah.


"Jangan bengong dong Mir, terusin salepinnya gatel ni, buka aja pengait bra nya kalau kesusahan ngolesinnya"


Alex membuka pengait bra Bulan kemudian reflek mengelus punggung Bulan.

__ADS_1


"Iiissshh...Mir! ngolesinnya biasa doong, merinding ni kalau caranya kaya gtu!"


Seketika Bulan menoleh kebelakang..


Detik satu...


Detik dua ...


Detik tiga ...


Bulan memejamkan matanya, "efek alergi kali ini cukup parah deh Mir, dirimu terlihat seperti lebah jantan..aahh...menyebalkan sekali kenapa halusinasinya harus mirip dia sih", ucap Bulan masih dengan menutup matanya.


"Maaf"


Suara itu. Bulan


Bulan membuka matanya dan ....


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bulan yang sudah sadar dari pingsannya dan kini duduk di ranjangnya sambil menatap tajam Mira yang berdiri didepannya.


"Dia lebih baik dirawat disini, dia masih harus menjalani perawatan yang diakibatkan oleh tindakan konyol seseorang", Anthony menegaskan kata katanya yang ditujukan untuk Alex.


"Anda seorang dokter di Singapore, lebih baik anda kembali kesana daripada sibuk mengurus istri orang disini", tegas Alex


"Anda juga seorang pengusaha sukses disana, bukankah menurutmu lebih baik menjaga harta anda disana daripada mengurus seseorang yang tidak penting bagi anda disini" balas Anthony.


"Saya suaminya!"


"Saya dokter pribadinya!"

__ADS_1


Tatapan mata tajam yang saling beradu dan mengunci antara dua pria tampan yang saling mempertahankan miliknya.


"Maaf bolehkah a....."


"DIAM KAU!!" perintah Alex dan Anthony bersamaan karena merasa Bulan memecahkan konsentrasi keduanya.


Tanpa melanjutkan kata katanya kembali Bulan turun dari ranjangnya dan langsung menarik paksa kopernya keluar ruangan diikuti oleh Mira.


"Saya peringatkan anda kembali dokter, kalau dia sekarang sudah menjadi ISTRIKU!" Alex menekan kata istri agar Anthony tau batasan batasannya jika berada didekat Bulan, lalu pergi meninggalkan Anthony yang tadinya hendak mencegah Bulan keluar ruangan.


Di lobi rumah sakit, tampak sibuk dua wanita cantik yang terlihat kebingungan melihat kesana kemari "Kenapa harus sembunyi sih Bul? kan dia udah tau dirimu terkapar dirumah sakit ini", Mira heran dengan Bulan yang sibuk mondar mandir mencari tempat persembunyian.


"Duuh.....lo ga tau sih malunya gimana gue tadi waktu sama tuh lebah jantan mana gue minta dia buka bra gue lagi tadi duuuhh pengen menghilang sebentaarr aja, lagi sih lo pake acara kabur lagi, inget yak dirimu belum termaafkan!" akhirnya Bulan menemukan tempat persembunyian yang sekiranya aman.


Alex dengan kaca mata hitamnya dan kemeja maroonnya menunjang ketampanannya apalagi ditambah dengan lengan baju yang digulung ke atas dan 2 kancing yg dibiarkan terbuka berjalan diiringi Aris yg setia didekatnya, semua kaum hawa yang memandangnya tak henti hentinya berdecak kagum atas mahluk ciptaan Tuhan yg nyaaris sempurna.


"Ya ampuun....lakii looo cintaaaa" teriak Mira yang ikut terkagum dengan apa yang dilihatnya.


Alex menatap tajam sorot mata Mira seolah olah mengisyaratkan nita untuk cepat memberitahu dimana Bulan.


"Nona, lebih baik anda bekerjasama kalau tidak anda tau konsekuensinya", ujar Aris mengingatkan Mira.


Mira menelan salivanya dengan susah payah.


Dengan secepat kilat Mira mengarahkan telunjuk manisnya ke tempat persembunyian dimana bulan sedang berjongkok manis di balik meja customer service.


Heehhh...apa apaan itu???!!! bulan kaget setelah melihat telunjuk Mira dengan anggunnya mengarah ke tempat persembunyiannya. Bulan


"Terima ka...." Aris hendak mengucapkan terima kasih kepada Mira tapi terputus setelah melihat Mira yang tiba tiba berlari dengan kencang meninggalkan mereka.


"Nyonya....bangunlah, anda sudah ketahuan...bingo!"

__ADS_1


__ADS_2