BULAN KU

BULAN KU
Bab 16


__ADS_3

"Saya tidak tau kalau tuan Hermawan memiliki putri yang sangat cantik....sayang sekali kau sudah menikah nak, putra ku sebentar lagi akan datang saya akan meminta dia untuk ikut dalam proyek ini, karna sesama anak muda pasti akan lebih banyak mengexpresikan ide ide yang briliant nantinya, anda setuju kan Pak Andi" ucap Pak Martin yang akan bekerjasama dengan perusahaan Hermawan sekaligus sahabat dari papa Andi.


"Sangat setuju, saya bangga melihat Ryan putra anda sangat sukses dengan usahanya pasti dia anak yang sangat membanggakan dalam keluarga"


Papa. Bulan


"Selamat sore, maaf saya telat" tiba tiba datang seorang pria tampan menghampiri meja Bulan.


"Halo pah, om", sapa pria tersebut


"Nak Ryan, senang bertemu lagi denganmu kenalkan ini Bulan yang akan melanjutkan kerjasama ini" ucap papa Andi.


"Sore pak Ryan saya Buu......",


Astaga diakan...oh tidak apa dia melihatku tadi siang. Bulan


"Eh maaf, saya Bulan senang bertemu dan bekerjasama dengan anda"


"Waah Bulan pasti terpesona dengan ketampanan Ryan kan hahaha.." goda pak Martin


"Iya benar om...eehh..maksud saya sepertinya saya familiar dengan Pak Ryan ini makanya saya tadi hanya memastikan saja".


Aku lpernah ihat dimana ya, sepertiny aku mengenali rambutnya, hmmm rambut keritingnya membuat dia terlihat manis. Ryan


"Om dengar nak Ryan memiliki cafe yang sangat sukses di sekitar bandara, apa benar?"


"Benar om Cafe D'ryan belum bisa dikatakan sukses karna saya baru merintisnya, apalagi sekarang cafe saya baru akan menerapkan live music"


Uhuk....uhuk...uhuk....

__ADS_1


Cepat cepat Ryan memberikan minuman kepada Bulan yang tiba tiba batuk.


"Maaf sekali om tidak banyak waktu sore ini bersama kalian, om ada acara juga dengan papamu, om hanya ingin memperkenalkan Bulan yang akan mengambil alih proyek ini, permisi silahkan dilanjutkan meetingnya".


"Silahkan om, pah"


Melihat Bulan yang terdiam tanpa expresi Ryan langsung menyapanya.


"Nona Bulan? anda tidak apa apa? sepertinya anda terlihat tidak sehat, jika tidak bisa diteruskan pembahasan ini kita akan cari waktu yang lain".


"Pak Ryan...mmm...itu...mmm.. apa yaa...kok saya jadi lupa yaa"


"Hahaha....nona pasti tidak fokus dengan pembahasan ini karna ketampanan saya kan, saya sudah biasa menghadapi hal seperti ini, kalau nona mau habis meeting ini kita bisa luangkan waktu untuk mengobrol santai, tapi sekarang saya akan tetap profesional dalam pekerjaan walaupun anda menggoda saya sekalipun, maafkan saya, mari kita lanjutkan pembahasan proyek ini"


"Hah...??!! hhh.....saya akan memperkenalkan anda dengan Dokter Anthony dan anda bisa berkonsultasi dengannya tanpa harus mengunjunginya ke rumah sakit". kesal Bulan


"Untuk apa??"


"Whatt..eehhmm...kita lanjutkan saja pembahasan ini", Ryan langsung membuka map yang tadi diberikan oleh papanya.


Apa dia mengalami rabun dekat sehingga ridak melihat dengan jelas ketampananku. Ryan


"Oh ya ampun, ternyata ada beberapa berkas yang lupa saya bawa maaf pak Ryan, bisakah kita lanjutkan nanti atau draft dan lainnya bisa via email?"


Ga boleh lama lama disini dia bisa mengenaliku nantinya. Bulan


"Baiklah kalau begitu, untuk pertemuan berikutnya kita bisa adakan dicafe ku kau pasti tertarik dengan live music kami nanti"


Uhuk.....uhuk....uhuk....dan Bulan pun terbatuk (kembali)

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=


Apartemen Jasmine Royal


Bulan sudah berdiri didepan pintu apartemen Alex lalu mencoba menghubungi seseorang di ponsel.


"Hallo"


"......"


"Berapa no password apartemen mu?"


"......"


"Ck...cepetaaann".


"......"


"Haaaiiiizzzz"


"......"


"Hhh....i...misss...youuu!"


"....."


"Hei!! apa kau tidak dengar kalau aku begitu merindukanmu hah, cepat buka pintunya! kalau tidak aku akan mengirimkan foto vulgarku ke Aris!!"


Tuut tut tuut....

__ADS_1


Heh....suami edan


__ADS_2