BULAN KU

BULAN KU
Bab 13


__ADS_3

Selama perjalanan Alex menatap terus ke arah Bulan yang sedang menikmati pemandangan jalan lewat kaca mobil disampingnya.


Kenapa Bintang...kenapa kau memintaku untuk menjaganya, kenapa kau tidak cerita kalau kembaranmu sangat berbeda denganmu, apa aku harus peduli dengannya, ini pertama kalinya aku meninggalkan pekerjaanku demi wanita. Alex


Merasa diperhatikan, Bulan langsung menoleh dan membalas tatapan Alex "apa?!"


"Kenapa kau tidak ada anggun anggunnya sebagai seorang wanita hah, mulailah belajar seperti saudari kembarmu, kalau bisa luruskan juga rambutmu, aku sanksi kalau kau adalah kembaran Bintang karna dari keluarga Hermawan tidak ada yang berambut keriting"


Bulan menatap tak percaya apa yang telah dikatakan Alex, sesak yang dirasakan Bulan saat ini tanpa kata kata Bulan langsung memakai kaca mata hitamnya dan kembali menatap jendela mobil disampingnya tanpa terasa Bulan menitikkan airmata disudut matanya untung dia cepat cepat memakai kacamata hitamnya agar tidak ada yang melihat airmatanya.


Semua orang mengagumimu kak, tapi kenapa mereka tidak bisa terima dengan keinginan mu, kenapa mereka malah menyakitimu dan kenapa kaka menyuruhku untuk menerima Alex jika suatu hari papa menjodohkanku dengannya, lihatlah Alex.. sepertinya dia mencintaimu bahkan dia memintaku meluruskan rambut sepertimu, tidak bisakah orang orang melihat diriku yang sesungguhnya, sejelek itukah diriku, huh menyebalkan. Bulan


Karena terlalu lelah akhirnya Bulan tertidur.


Aris memasukkan mobilnya ke perkarangan mansion Hermawan, kemudian membuka pintu untuk tuannya.


"Apakah dia pingsan? lihatlah tidurnya seperti orang mati" Alex menusuk nusukkan telunjuknya ke pipi Bulan.

__ADS_1


"Sepertinya nyonya kelelahan tuan, saya akan membantu menggendongnya ke kamar"


"Heh! cari mati ya kamu!!"


Alex menarik Bulan dengan perlahan agar tidak mengganggu tidurnya, baru beberapa saat tiba tiba Bulan terbangun dari tidurnya dan menyadari tangan Alex yang menyentuh punggung dan bawah lututnya seketika Bulan mengelak dan langsung mendorong tubuh Alex.


"Heh!! cari mati ya kamu !! minggir!"


Aris yang mendengar Bulan mengucapkan kata kata yang sama persis dengan tuannya langsung tertawa namun tak berlangsung lama karna Alex sudah menatapnya dan mengepalkan tangannya.


"Tunggu Alex" pinta Bulan menghentikan langkahnya.


"Aku tidak peduli dengan urusan mu, lain kali jangan bawa bawa namaku untuk setiap urusan bodohmu itu!"


Bener bener nyebelin mahkluk satu ini. Bulan


"Malam non....tuan Alex", sapa Bi Ami ketika melihat Bulan menapaki tangga menuju kamarnya dilantai 2 dan diikuti oleh Alex dibelakangnya.

__ADS_1


"Malam Bi, o ya nanti jangan lupa seperti biasa ke kamar saya ya sebentar", pinta Bulan


"Tapi non...nanti tuan di..."


"Tuan dikamar ka Bintang"


Alex membulatkan matanya dan langsung menyentil jidat Bulat.


'Aaawwwww...."


"Cepat tunjukan kamarmu aku sudah lelah!"


Bulan membuka pintu kamarnya dengan kasar dan melempar tasnya ke ranjang.


"Katanya kamu akan lama di Singapore, kenapa sudah pulang?!"


"Berisik!" Alex mengamati seluruh ruangan kamar Bulan.

__ADS_1


"Dikamarku hanya ada satu ranjang, ukuran single lagi, ga ada sofa juga, makanya kenapa aku tadi memintamu tidur dikamar ka Bintang disana luas ranjang besar, ada sofa bed pula, kamar mandi bisa berendam pokoknya nyaman deh, aku siapin buat kamu yaa?!" pinta Bulan sambil mengedip ngedipkan matanya berharap Alex menerima usulannya.


__ADS_2