BULAN KU

BULAN KU
Bab 24


__ADS_3

"Mamaah...mamah buat aku kaget iihh"


Bulan berlari ke arah mama Ayu dan langsung memeluk erat mama Ayu.


"Kangeeenn...." Bulan mengecup punggung tangan mamah Ayu dan mendaratkan beberapa ciuman diwajah wanita paruh baya yang masih terlihat cantik.


"Sudah sudah Laann mama geliii...hahaha," mama Ayu menangkupkan tangannya di wajah Bulan lalu mengecup dahi putrinya dengan hangat.


"Apa kabar sayang, o ya mama dengar Alex lagi di Singapura, kapan kamu menyusulnya, sekalian bulan maduuu" goda mama ayu.


"Iiih mama apaan siih...disusul juga pasti Bulan disuruh pulang lagi sama dia hihihi"


"Hhmm...apa hubungan kalian belum membaik?"


Mama Ayu mengetahui semua tentang rumah tangga yang Bulan jalani dengan Alex, pernikahan tanpa adanya cinta, pernikahan yang penuh dengan keterpaksaan hanya untuk memenuhi ego seseorang tanpa memikirkan dampak bagi yang menjalani pernikahan tersebut.


"Menurut mamaa? sudahlah mah Bulan ikhlas menjalaninya, don't worry I'm fine mom ( jangan khawatir saya baik baik saja )"


Aku akan menanyakan soal foto nanti saja, entah kenapa aku takut menanyakan hal ini pada mama, aku akan tanya bibi Olla nanti. Bulan


Suasana makan malam dikediaman orang tua Bulan sangat hening hanya dentingan sendok saling bersahutan.


"Ambilah cuti, papa akan menangani perusahaan sementara", perintah papa Andi dengan tegas yang tiba tiba memecahkan kesunyian yang awalnya tercipta dimeja makan.


"Cuti? buat apa?", Bulan mengerutkan dahinya tak percaya dengan apa yang diperintahkan oleh papanya, karena selama ini papahnya termasuk seseorang yang mementingkan pekerjaan diatas segalanya jadi jangan bermimpi untuk bisa liburan.

__ADS_1


"Temui suamimu, buatlah dirimu pantas dihadapan suamimu sehingga dia tidak perlu meninggalkan istrinya sampai ke negara lain atau bahkan mencari lagi wanita lain yg pantas bersanding dengannya"


"Paahh...", mama Ayu menggenggam tangan suaminya mengisyaratkan agar berhati hati dalam berbicara. Tetapi seolah papa Andi menulikan telinganya.


"Papa sudah atur kepergianmu ke singapura lusa"


Ini kesempatanku bertemu dengan bibi Olla, aku akan menanyakan soal foto itu. Bulan


"Baiklah pah"


\=\=\=\=\=\=\=\=


Cafe @Singapura


"Alex??" seorang wanita cantik menghampiri Alex yang sedang duduk sendiri di teras cafe lengkap dengan notebook dan secangkir latte dimejanya.


"Wooww ini benar dirimu?? long time no see yaa, jangan bilang kau memutuskan untuk menetap disini"


"Hmm..sepertinya" ujar Alex singkat.


"Hahaha...kau tidak berubah, masih irit berbicara, o ya selamat atas pernikahanmu ya, maaf aku ga bisa datang karena William menawarkan 'honey moon' yang waktunya bersamaan dengan harimu dan tentu saja aku memilih suamiku dibanding acaramu", ucap Melani dengan bangga.


"Its ok...ga ada yg spesial diacaraku"


"What...jangan bilang kau tidak bersama istrimu disini"

__ADS_1


"Menurutmu?"


"Whaatt kau gila Lex, puluhan tahun kau mencintai istrimu tapi begitu kau sudah mendapatkannya kau telantarkan dia...wah Bintang pasti kecewa diatas sana"


"Aku baru bertemu dengannya beberapa bulan ini mana mungkin aku mencintainya puluhan tahun"


"Jadi Bintang belum memberitahumu?"


"Soal apa?"


"Kekasih kecil impianmu"


"Kekasih kecilku sudah disurga jangan bicarakan Bintang lagi, ok"


"Kau akan menyesal Alex"


"Tidak ada yg perlu ku sesali, please...I dont wanna talk about that ( tolong..saya tidak ingin membicarakan soal itu ), bagaimana kabarmu dan William?"


"Kami baik baik saja, Lex...dengarkan aku, kau harus lebih sering dengan istrimu jadi kau bisa mengenal lebih jauh siapa dia"


"Kenapa kau begitu tertarik dengan pernikahanku, jangan bilang kau masih memendam cintamu untukku..hahaha..", Alex kembali mengingat bagaimana dulu Melani begitu memujanya padahal ia tau kalau dirinya adalah kekasih sahabatnya yaitu Bintang.


"OMG Alex itu kisah lama, sekarang William adalah pilihan yg tepat untukku dan aku baru menyadarinya setelah kecelakaan itu aku begitu takut kehilangan dia"


"Hmmm...maafkan aku sudah mengingatkanmu soal kejadian itu"

__ADS_1


Akhirnya mereka berdua menghabiskan waktu beberapa jam di cafe tersebut, Melani yang merupakan sahabat dari Bintang masih mencoba membujuk Alex bahkan tak segan segan Melani merengek manja kepada Alex untuk memenuhi keinginannya agar Alex mau mencoba mendekatkan dirinya dengan Bulan.


Tanpa mereka sadari seseorang memperhartikan kedekatan mereka yang terlihat seperti sepasang kekasih.


__ADS_2