
Yayasan Melodi Bulan Bintang
Tepuk tangan bergemuruh di Yayasan Melody setelah Bulan selesai melantunkan lagu 'at my worst nya Pink sweat$' dengan pianonya.
"Woow kamu luar biasa sekali, permainan piano mu sungguh sempurna" puji Ryan kepada Bulan yang saat ini dirinya mengubah tampilannya mirip Bintang dengan rambut lurusnya dan berkacamata.
"Terima kasih Ryan, kami akan berusaha menampilkan perform terbaik kami nanti di cafe mu"
"Aku yang harusnya berterima kasih, aku ingin mengundangmu makan malam untuk merayakan kerjasama ini, bagaimana kalau malam ini?"
"Baiklah"
"Tidak bisa"
Bulan dan Mira menjawab dengan jawaban yang berbeda, dan membuat mereka berdua saling menatap satu sama lain seolah olah mata mereka saling berargumen.
Kenapa ni anak pake terima terima aja ajakan Ryan udah tau yak kalau perusahaan papa kerjasama dengannya bisa bisa dia tau siapa dirikuu. Bulan
Ya elaaa...ni anak pake nolak rejeki segala yak kapan lagi ditraktir sama si ganteeenngg. Mira
"Apa kau ada acara malam ini Ana?" tanya Ryan kepada Bulan yang memperkenalkan dirinya sebagai Anaya.
"A...aku lelah hari ini, kita atur hari lain ok",
"Baiklah", tersirat kekecewaan diwajah Ryan, waktu yang sangat dia harapkan untuk bisa mengenal Bulan lebih dekat.
\=\=\=\=\=
Apartemen Jasmine
Bulan menapaki kakinya ke tangga menuju kamarnya dengan gontay, dirinya merasa lelah dan ingin secepatnya membersihkan dirinya, namun tiba tiba ia dikejutkan dengan Bu Nani yang sudah berdiri dihadapannya.
"Ya Tuhan! Ibu mengangetkanku.."
__ADS_1
"Nak Bintang??"
"Whatt?!"
Oh my god....aku lupa melepas wig ku dan kacamata ini. Bulan
Bugh....
"Ibuuu!!"
Dengan susah payah Bulan membawa Ibu Nani yang pingsan kedalam kamarnya, mencoba membalurkan minyak angin berharap Ibu Nani segera sadar. Tak berapa lama Ibu Nani membuka matanya perlahan menatap lekat Bulan yang berada disisi ranjang, membelai rambut keriting Bulan dengan lembut.
"Maafkan Bulan Bu, apa Ibu sudah mendingan?"
Ibu Nani bangun dan memposisikan dirinya duduk disebelah Bulan di tepi ranjang, melihat ke nakas yang terdapat rambut palsu yang dikenakan Bulan tadi dan menatap setiap garis wajah wanita didepannya.
"Kau cantik dengan dirimu yang sekarang, jangan ditutupi nak"
"Ibu sudah disisi Alex dari dia kecil, tapi untuk urusan kehidupannya dan orang orang disekitarnya Ibu tidak pernah mencampurinya, Ibu yakin kamu punya alasan yang baik, sekarang istirahatlah nanti kalau makan malam sudah siap Ibu akan panggilkan" Bu Nani beranjak dari ranjang dan hendak menuju pintu keluar.
"Terima kasih Bu" ucap Bulan
\=\=\=\=\=\=\=\=
Singapore
drrttt.....drrrtt
"Bagaimana Bu?"
"...."
"Pastikan dia makan sebelum tidur, terima kasih Bu"
__ADS_1
"...."
Alex menutup panggilan telepon dari Bu Nani yang melaporkan kegiatan Bulan seharian ini.
Ada apa denganku, kenapa aku begitu mengkhawatirkan dirinya..apa aku harus pulang? apa aku harus membawanya kesini? apa aku harus mulai belajar menerima dirinya? mencoba mencintainya? atau...aku sudah mencintainya? tidak tidak tidak dia wanita yang kasar dia wanita ceroboh. Alex
"Aris, apa ada masalah diperusahaan papa?"
"Tidak ada tuan, semuanya lancar"
"Hmm...tapi sekali sekali kita harus memantau langsung perusahaan walaupun tidak ada masalah bukan?"
"Apa tuan ingin mengunjungi istri tuan?"
"Heehh...ini tidak ada kaitan dengannya!! kalau sempat baru aku mengunjunginya, kalau perusahaan baik baik saja kita akan langsung kembali kesini, paham!" tegas Alex langsung berlalu hendak keluar ruangan meninggalkan Aris.
Kenapa susah sekali anda mengakuinya tuan. Aris
"Siapkan perjalanan ke Jakarta besok!"
\=\=\=\=\=
Ting....
Dua Notifikasi pesan masuk ke nomor ponsel Bulan.
(Dr. Anthony)
"Besok aku akan ke Jakarta"
(Ryan)
"Besok aku akan datang ke kantormu"
__ADS_1