
Bulan sekarang berada dibalkon kamar tepatnya dikamar Alex. Duduk di sofa santai dengan memeluk ke dua lututnya sambil memandang gelapnya malam. Tiba tiba ponselnya berdering
"Hallo"
"....."
"Aku baik baik saja, ada apa? kau merindukanku?"
"....."
"Ck...aku sedang dibalkon"
"......"
"Waah kau perhatian sekali, tapi sebenarnya itu tak perlu, tanpa pelayan di apartemen ini aku bisa mengurusnya ko"
"....."
"Baiklah baiklah...o ya Aris...mmm...tolong sampaikan pada tuanmu kalau aku sangat berterima kasih sudah diijinkan untuk tinggal disini"
"...."
"Apa kau tidak memberikanku ciuman selamat malam???"
tuuut tut tuuut....
"Heeeehh....ga tuannya ga asistennya...sama sama menyebalkan maen tutup telpon aja sembarangaan!" kesal Bulan langsung berdiri dan meninggalkan balkon.
\=\=\=\=\=
__ADS_1
Singapore
Alex membanting ponselnya untuk kedua kalinya yang dimana ponsel pertama dibanting setelah mendapat panggilan dari Bulan yang menanyakan perihal password apartement yang akhirnya Aris yang menyampaikan password melalui pesan diponselnya.
Dan kali ini ponsel Aris yang naas dibanting Alex setelah melakukan panggilan kepada Bulan sekedar menyampaikan kepada Bulan bahwa Alex akan menyediakan pelayan untuknya di apartemen dan perbincangan itu di loudspeaker sehingga Alex mendengar semuanya lalu emosinya kembali memuncak tatkala Bulan menyinggung soal Aris kembali.
"Kenapa dia begitu genit sekali hah!" kesal Alex lalu menatap tajam ke arah Aris "Awas kalau kau sampai meladeninya!!"
Anda pasti sudah jatuh cinta padanya tuan. Aris
\=\=\=\=\=\=\=\=
Bulan yang tampak cantik hari ini dengan mengikat cepol rambut keritingnya dan membiarkan beberapa helai rambut tergerai disekitar telinga dengan dandanan ala kadarnya yang tak mengurangi kecantikannta apalagi dipadu padankan dengan pakaian casual dan tas selempangnya, ia terlihat menuruni tangga dan langsung menuju dapur hendak membuat sarapan.
"Ya Tuhan..."
"Ya Tuhan...nyonya mirip sekali dengan nona Bintang...hiks" wanita tersebut mengusap airmatanya tiba tiba.
"Ibu mengenalnya??" Bulan sangat antusias sekali karna ada seseorang yang mengenal Bintang di apartemen Alex dan Bulan melihat kesedihan dimata wanita paruh baya tersebut.
"Ibu mengenalnya pada saat tuan Alex membawanya kemari dan ibu sering menemaninya waktu nona Bintang tinggal disini"
"Disini??? tinggal disini?? mereka sudah serumah sebelum nikah???"
Tiba tiba wanita paruh baya yang bernama Bi Nani tersebut langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Ibu sudah siapkan nasi goreng untuk sarapan nyonya atau mungkin mau menu yang lain, akan ibu buatkan" ucap bi Nani yang terlihat gugup dan mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.
"Terima kasih nasi goreng sudah cukup ko Bu..tapi sayang saya terburu buru pagi ini jadi akan aku jadikan bekal saja"
__ADS_1
"Kita akan melanjutkan obrolan ini nanti setelah saya pulang"
"Tapi ini hari libur, nyonya mau kemana?"
"Saya mau ke...." Bulan nampak berfikir sejenak
"Maaf nyonya kalau Ibu lancang bertanya, tapi takutnya tuan khawatir dan menelepon menanyakan keberadaan nyonya"
"Tenang Bu, Alex tidak akan mencari saya jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan"
"Baiklah nyonya, hati hati dijalan dan jangan lupa dihabiskan sarapannya, Ibu buat sarapan kesukaan nona Bintang dia sangat suka sekali".
Deegh...
Benarkah kehadiranku hanya menggantikan posisinya. Bulan
\=\=\=\=\=\=
"Kenapa kau lemas sekali, semangat dong!! ingat ya kita harus memberikan pertunjukan yang luar biasa hari ini....aaaa...aku sudah tidak sabar"
"Apa Ryan tidak akan mengenaliku dengan berpenampilan seperti ini?"
"Kurasa tidak karena ciri khasmu adalah rambut ga jelasmu dan beberapa alergi mu ... untung saja belum kau makan sarapanmu, bahkan aku melihat udang di nasi gorengmu seolah olah tertawa mengejekmu hahahaha"
Bulan tiba tiba memeluk sahabatnya Mira dengan erat, membuat Mira yang sedang asik menyantap sarapan yang Bulan bawa seketika menghentikan aksi makannya dan membalas pelukan Bulan.
"Are you ok??" Mira mencoba menenangkan Bulan dengan mengusap punggung sahabatnya.
"Aku lapar"
__ADS_1