
"Kak Bintaang .... aku pulang" sapa Bulan di pusara makam yg tertulis nama Bintang Anaya Hermawan, dengan membawakan bunga lily kesukaan Bintang semasa hidupnya.
Ini adalah tahun kedua sejak kepergian Bintang dan kembalinya Bulan dari negara Singapore. Setelah selesai menempuh pendidikan disana dan memutuskan untuk menetap di negara asalnya tepatnya di kota Jakarta atas permintaan sang Papa.
Bulan masih tidak percaya dengan kepergian kakak kembarnya secara tiba - tiba, selama 24 tahun dia lebih banyak menghabiskan hidupnya di Singapore bersama bibinya yang menetap disana karena menikahi pria warga negara Singapore.
"kakak tau kenapa aku memutuskan menetap disini? pertamaa....karena ternyata papa baru menyadari kalau masih ada anaknya satu lagi yang kemungkinan akan melanjutkan misi dan visinya, keduaa....karena aku akan mewujudkan mimpi kita disini...didepan papa dan mama" lirih Bulan dengan masih menatap sendu pusara Bintang.
flashback on
2 tahun lalu
"Papa kecewa denganmu Bintang !!! kenapa kamu menemui Alex dan keluarganya untuk membatalkan pertunanganmu tanpa membicarakan ini terlebih dahulu ke papa??!!!"
suara papa Andi sampai menggema diruang keluarga mansion kediaman Hermawan.
__ADS_1
"Bintang ga cinta!" tegas bintang.
"Apa?? cinta kamu bilang?! papa tdk menyuruhmu untuk mencintai dia! yang papa minta kamu cukup menikahi dia!!" bentak Papa Andi.
"Sekarang kamu sudah berani menentang papa hah??! jangan-jangan kegagalanmu atas tender proyek kemaren itu disengaja oleh mu agar tdk berhubungan lagi dengan Alex, benarkan?!!!
Andi menatap tajam Bintang yang masih setia dengan diamnya.
Papa Andi kemudian bergegas menuju kamar Bintang dan mencari sesuatu yang diduga sebagai penyebab semuanya, lalu keluar dengan membawa sesuatu dan langsung membantingnya berkali kali didepan Bintang hingga hancur.
"Papa jangaaaannn!!!! huhuhu....aku benci papa! aku benci kehidupanku!! teriak bintang diiringi tangisnya kemudian berlari keluar dari mansion lalu membawa keluar mobilnya kejalan utama dan melaju dengan kecepatan tinggi sehingga tidak terelakan tabrakan yg terjadi pada malam itu yg akhirnya merenggut nyawa Bintang.
Seorang pria turun dari mobil mewahnya dan berjalan memasuki kawasan pemakaman.
Ditangannya terdapat satu buket bunga lily, tiba - tiba langkahnya terhenti ketika melihat seseorang ............... " Bintang???"
__ADS_1
Seketika Bulan menoleh ke arah asal suara yang memanggil nama kak Bintang.
"Alex ???"
Yap dia adalah Alex yang dulu sempat dijodohkan dengan Bintang, yang pada akhirnya Bintang memutuskan Alex tepat dihari pertunangan mereka.
Alex mengacuhkan keberadaan Bulan, kemudian duduk disamping makam Bintang. Melihat sudah ada bunga lily diatas makam Bintang tiba - tiba Alex menyingkirkan bunga lily pemberian Bulan kemudian meletakkan bunga lily yang sudah dipersiapkan olehnya ke atas makam Bintang.
"Heeehhh.....bungakuu" seru Bulan dengan kesal sambil meraih kembali bunganya yang telah disingkirkan oleh Alex.
"Susah payah aku membeli dan membawa bunga ini dengan penuh perjuangan, lalu seenaknya kau membuangnya begitu saja!" Bulan langsung menggantikan bunga lily dari Alex dan meletakan kembali bunga pemberian Bulan.
Alex tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh Bulan, karena baginya Bintang hanya boleh menerima bunga lily darinya.
Alex dengan sigap mengambil bunga lily pemberian Bulan lalu melemparkannya ke arah Bulan
__ADS_1
Bulan shock mendapati bunga lilynya mendarat mulus di wajahnya, yang artinya ia akan segera bertemu dengan musuh bebuyutannya yang selalu menghiasi kulit putih mulusnya jika bersentuhan...yak benar sang alergi akan menyapa Bulan dalam beberapa menit kedepan.
"AAAAAAAARRRGGHHHH.......!!!!!!"