BULAN KU

BULAN KU
Bab 7


__ADS_3

Setelah pertemuan keluarga kemaren, akhirnya diputuskan pernikahan akan berlangsung minggu depan sekalian mengumumkan jabatan Direktur baru di Perusahaan Hermawan kepada Bulan menggantikan posisi Bintang di perusahaan.


Dan semenjak pembicaraan dengan Alex kemaren tidak ada lagi pertemuan antar keduanya, fitting gaun pengantinpun dilakukan masing - masing, Bulan fokus dengan belajar bisnis papanya begitu juga dengan Alex yang sibuk dengan pembukaan perusahaan cabangnya di Singapore, perusahaan yang dirintisnya sendiri tanpa campur tangan dari orang tuanya, Alex ingin membuktikan kalau dia sanggup berdiri sendiri tanpa bantuan dari keluarganya.


********


Ballroom Hotel Pratama


"Cantiknya anak mamaaa......." seru mama Ayu yang memuji Bulan.


"Iya doong maa ... ga sia - sia kan perjuangan mama membuatnya dengan papa" ucap Bulan sambil mengedipkan matanya.


"Husshhh kamu ini....kaya yang tau aja perjuangan membuatnya...padahal baru nanti malam tau nya".


"Aaaiiiisshh mama mesuuummm....hahahaha"


Hhhhh....malam pertama....malam dimana anakmu ini akan di tinggalkan suaminya mam.... nikah ga janda ga...mmmm yang penting suatu yang paling berharga dalam hidupku masih bisa ku jaga dan akan kuberikan pada suami tercintaku kelak....SEMANGAT BULAANN. Bulan


Para tamu silih berganti mengucapkan selamat kepada pengantin, semua menikmati pesta kecuali sang pengantin tentunya.


Alex menghampiri teman - teman dan kolega bisnisnya tanpa mengajak Bulan bahkan melirik ke bulan pun tidak pada saat Alex meninggalkan pelaminan. Bulan hanya tersenyum tipis melihat Alex berlalu.


Bulan dikagetkan oleh teman teman Bintang yang hendak memberikan selamat padanya.


"Mana suamimu??? ko pengantin sendirian, jangan bilang kalau dipelaminan kamu sudah ditinggal suamimu" gelak tawa oleh semua teman - teman Bintang dengan nada mengejek.

__ADS_1


Tiba tiba Bulan melihat Aris yang tak sengaja datang ke atas pelaminan untuk mengambil ponsel Alex yang tertinggal di kursi pelaminan dan seketika itu Bulan langsung menarik serta begelayut manja di lengan Aris.


"Sayang ko lama banget sih ke toiletnya, tuuh temenku sampe bilang suamiku kasat mata", Bulan berpura pura kesal dan kemudian mengedipkan sebelah matanya ke Aris.


"Eh...", Aris terkejut dan hendak melepaskan diri dari istri atasannya itu.


Bulan menatap mata Aris seolah memohon padanya untuk membantunya kali ini, secara tidak ada foto prewed jadi tidak akan ada yang tau dan fokus dengan tampang sang pengantin.


"Waaah ko bisa Bulan dapetin suami tampan katanya mantan calon suami Bintang dulu, dipelet online ya mas soalnya kan Bintang tidak pernah bilang kalau punya kembaran." sahut salah satu teman Bintang masih dengan ejekannya.


"Tetap saja kamu tidak bisa menyaingi Bintang, karna Bintang sempurna dalam segalanya, yang sabar ya maaas", ucap salah satu teman Bintang sambil menatap iba pada Aris.


Aris melihat Bulan tetap tenang dan tersenyum padahal mereka semua mengejeknya.


"Mungkin dia tidak spesial dimata kalian, tapi bagiku dia merupakan berlian, walaupun ditutupi oleh batu - batu kerikil tetap akan bersinar dan berkilau didalamnya", Aris tiba - tiba berucap sambil menatap lekat mata Bulan. Dan itu berhasil membuat semua teman Bintang berlalu dengan kesal.


"So sweeett...eh tapi kok aku berasa tuh kata - kata pernah ku baca disalah satu novel online ya" goda Bulan masih tetap bergelayut manja dilengan Aris.


"Benar nyonya, saya baru membacanya tadi pagi".


"Oh astaga".


"Tolong lepaskan saya nyonya, mereka sudah pergi", Aris merasa teman - teman Bintang sudah tidak akan mengganggunya lagi.


"Tidak mau!! menikahlah denganku Aris", pinta Bulan

__ADS_1


Hening seketika lalu ke duanya tertawa tanpa mereka sadari ada dua pasang mata menatap tajam kearah mereka.


Awas kau Ariss!!!. Alex


"Kau membuatku tertawa sampai ingin menangis", sambil memukul lengan Aris Bulan mengusap air mata nya yang masih diujung pelupuk matanya saking tak bisa menahan tawanya.


Apa yang saya ucapkan benar adanya nyonya, semoga tuan Alex menyadarinya. Aris


Alex menatap kesal pada Aris yg hendak menyerahkan ponselnya dan seolah olah meminta penjelasan perihal tadi bersama Bulan diatas pelaminan.


"Maaf tuan tadi nyonya di ejek teman - teman nona Bintang ketika melihat nyonya sendirian di sana, mereka menganggap nyonya merebut dan menikah dengan calon suami kakaknya dan dia dicampakan oleh suaminya diatas pelaminan", Aris mencoba membela dirinya dihadapan Alex.


"Dimana suamimu sayang ko mami ga lihat Alex bersamamu, kenapa kamu ga gabung dengan kolega Alex?" ketika mami Andini melihat Bulan menyantap hidangan sendiri tanpa ditemani oleh Alex.


"Sudah ko mih...Bulan tadi ijin mau menyapa sepupu yang baru sampai, ga enak ngajak kak Alex yang lagi serius sama koleganya," Bulan terpaksa berbohong kepada mama mertuanya karna dirinya lagi tidak ingin berdebat.


"Mami harap kamu bisa bersabar menghadapi Alex, dia memang pendiam persis seperti papanya tapi kalau sudah cinta, jangan ditanyaa dia hanya akan setia pada satu wanita saja, alm Bintang adalah wanita pertamanya dalam hidupnya sampai kamu muncul, mami harap kamu bisa selalu mendampinginya dalam keadaan apapun" panjang kali lebar sudah mami Andiri menjelaskan soal Alex.


Sesekali pandangan Alex tertuju pada Bulan yg sedang menikmati beberapa hidangan.


Tiba - tiba rahangny mengeras kembali menahan amarah ketika seorang pria mendekati Bulan dan menarik Bulan ke dalam pelukannya.


Apalagi kali ini. Alex


"Halo cantik......" seorang pria menyapa dan memeluk Bulan tiba - tiba yang tengah sibuk menikmati hidangan.

__ADS_1


"ANTHONYYY !!!"


__ADS_2