BULAN KU

BULAN KU
Bab 6


__ADS_3

PLETAAAAAKKKKK........


Sepatu hills Bulan yang masih tersisa 1 lagi mendarat dengan mulus di jidat Alex.


Yak Bulan berhasil dengan sempurna melepaskan kekesalannya kepada pria yang dianggap menjadi salah satu bagian dari orang - orang yang telah membuat hidup kakaknya Bintang menyedihkan.


"KKAAAAUUUUU!!!!!!!!!!" emosi Alex semakin memuncak melihat Bulan langsung berlari mengambil langkah seribu meninggalkan restoran dan dirinya yang tentunya tanpa menggunakan alas kaki. Oh Bulan


************


Mansion Hermawan


Hari ini papa Andi menerima tamu yang tak disangka akan datang secepat ini, padahal baru kemaren Papa Andi menyuruh Bulan untuk menemuinya hanya sekedar mengenalkan diri.


Hari ini orang tua Alex yaitu papa Bram dan mami Andini berkunjung ke mansion Hermawan untuk melamar sekaligus membicarakan langsung hari pernikahan.


"Aku tak menyangka kalau keputusan Alex secepat itu ingin menikahi Bulan, mungkin sudah tidak sabaran ingin menghalalkan Bulan dimalam pertama...hahaha..secara kan anak muda".


"Husshh papa nii...buat malu anak kita aja, liat tuh Alex nya jadi malukan ketauan kalau udah ngebet banget nikahin Bulan, takut ketikung sama yang lain juga mungkin...hihihi."


Alex memijit keningnya melihat kelakuan orang tuanya.


Bulan terlihat menuruni anak tangga menuju ke ruang keluarga dimana semua sudah berkumpul. Semua menatap kagum dengan penampilan Bulan tak terkecuali Alex yang terpesona dengan Bulan malam ini.

__ADS_1


Sial..kenapa dia cantik sekali malam ini. Alex


Waduuhh..itu jidat Alex kenapa diplester, apa karena ulahku kemaren, ah sudahlah toh barang bukti udah ga ada jadi ga perlu takut. Bulan


"Waaah ternyata kamu cantik sekaliii seperti Bintang, cocok sekali nama - nama kalian..Bulan dan Bintang..sama sama bersinar, mami sampai ga bsa bedakan kalian loohh," ucap mami Andini kagum akan kecantikan Bulan.


Laaahhh...jelas2 rambutku kriting ting ting kebangetan juga kalau sampe ga bisa ngebedain sama Bintang yg rambutnya lurus piye too. Bulan


"Perkenalkan tante, om...saya Bulan Anaya Putri Hermawan, saudari kembar dari alm Kak Bintang....om dan tante boleh panggil saya Siti Nurbaya....eh maaf panggil Bulan maksudnya jangan Bul Bul" ucap Bulan memperkenalkan dirinya dengan sangat lembut.


Semua yg ada diruangan diam seketika, tiba - tiba..


"Hahahaaaa....kamu lucu jg ternyata Bulan, malah alm Bintang susah diajak bercanda" ujar pak Bram memecahkan kecanggungan yg terjadi sesaat tadi.


"Eehmm ... kembali dengan persoalan anak kita, Datuk Maringgi ingin pernikahan dilaksanakan secepatnya..lohh ko Alex jadi datuk maringgi mih?? ujar pak Bram kepada istrinya yang bingung dengan ucapannya sendiri yang menyebut Alex sebagai Datuk Maringgi.


"Maaf semuanya ijinkan saya untuk berbicara berdua dengan Bulan terlebih dahulu" pinta Alex kepada semua yg ada diruangan.


Bulan mengajak Alex ke taman belakang yang agak jauh dari ruang keluarga.


"Aku hanya ingin menyampaikan kalau setelah hari pernikahan kita selesai aku akan pergi jauh dari sini dan darimu....jadi kamu ga perlu khawatir dengan pernikahan ini karna tdk akan ada aku disisimu sebagai suami jadi kamu bebas melakukan apapun yg kamu mau asal masih dalam batasannya" ujar Alex menjelaskan.


"Jangan khawatir, aku tetap akan menafkahimu sebagai istri tapi jangan mengharapkan cinta dariku!" tegas Alex yg langsung berlalu meninggalkan Bulan sendiri di taman.

__ADS_1


"Alex!" panggil Bulan yang berhasil membuat langkah Alex berhenti.


"Kenapa kau menerima pernikahan ini?" Bulan memberanikan diri bertanya.


"Agar aku ada alasan untuk pulang kesini", jawab Alex tanpa berbalik untuk menatap Bulan dan langsung meninggalkan Bulan sendiri di taman.


Bulan beranjak dari tempatnya menuju ayunan dimana dia selalu menghabiskan waktu dengan Bintang dimasa kecilnya dulu.


Kak Bin...jadi hidup seperti ini yaa yang kaka jalani dulu penuh dengan keterpaksaan, kebohongan dan tanpa...musik...itu sebabnya kaka mengirimku sekolah musik di luar negri untuk waktu yang lama agar aku tidak mengalami semua ini kan. Bulan


Flashback on


"Disana kamu akan hidup enak, bebas menyalurkan semua jiwa musik yang kamu inginkan...bermain piano, gitar bahkan bernyanyi dipanggung tanpa harus sembunyi sembunyi...aaahh menyenangkan.. jangan sia-sia kan kesempatan ini." ujar Bintang berusaha meyakinkan Bulan.


"Lalu bagaimana denganmu? biola adalah hidupmu". Bulan masih meragukan keputusan Bintang yang diambil untuknya.


"Hidupku hanya satu yaitu biola...tapi dirimu...hidupmu peenuuuh dengan semua alat musik dan suara...aku masih bisa diam - diam memainkan biola disaat sendirian...tapi kamu??? apa kamu lupa waktu papa hampir masuk rumah sakit karna tau kamu bernyanyi disalah satu cafe milik sahabat papa, lalu dgn cepatnya kamu move on dari bernyanyi menjadi seorang gitaris...huuhh".


Flashback off


Bulan kembali ke ruang keluarga tapi ia tak menemukan Alex disana.


"Alex sudah pulang sayang ada pekerjaan mendadak, katanya sudah bilang sama kamu." ucap mami Andini ketika melihat Bulan kembali ke ruang keluarga.

__ADS_1


"Eh iya tan, Alex .... mm..maksudnya Kak Alex bilang tadi ada keperluan jadi tidak bisa ikutan makan malam". Bulan tampak berusaha menutupi kalau ternyata perjodohan ini tidak membuat dirinya dan alex bahagia.


Tanpa disadari ada sepasang mata yang terus memperhatikan acara keluarga tersebut sambil meneteskan air mata.


__ADS_2