BULAN KU

BULAN KU
Bab 21


__ADS_3

Alex menarik kasar kerah baju Ryan " jaga bicaramu tentang dia!!"


Bugh....Alex langsung berlalu meninggalkan cafe setelah mendaratkan tinjunya ke wajah Ryan.


"Sial kau Lex, kenapa dengan mu hah?! heiii kau mau kemanaa??" teriak Ryan yang melihat Alex pergi dengan terburu buru.


Apartemen Jasmine


Brakk


"Mana dia bi?" Alex membula paksa pintu apartemen dan celingak celinguk menatap kesetiap ruangan.


"Mmm..maksud tuan, nyonya? nyonya belum pulang"


Damn.....Alex menjatuhkan tubuhnya di sofa sambil melepaskan dasinya dan melempar kesembarang arah.


"Ris, cari tau dimana Dr Anthony bekerja!" perintah Alex melalui ponselnya.


Sial kenapa ak menarik semua pengawal yang biasa nengikutinya. Alex


Alex tiba di rumah sakit Setelah mendapat informasi dari Aris dan langsung menuju ruangan Anthony.


"Dimana istriku?!!" bentak Alex yang langsung membuka paksa pintu ruangan kerja Anthony.


"Mana sopan santunmu??!!"


"Hmm....kenapa baru sekarang kau mencarinya, dengarkan aku..tadinya aku berniat akan mengambilnya darimu segera, tapi setelah kupikir pikir aku tidak perlu melakukannya sekarang karena dia yang akan datang sendiri padaku dan pada saat itu tiba aku tidak akan pernah melepaskannya, cam kan itu!!!" Hardik Anthony.


"Aku yang tidak akan pernah melepaskannya untukmu atau siapapun!! cam kan itu juga!!" Alex pergi begitu saja meninggalkan ruangan Anthony.


Sial ! dia pasti tidak akan bicara apapun. Alex


\=\=\=\=


Cafe D'Ryan


Perdana live music Bulan sukses membuat pelanggan cafe tersebut terhanyut dalam alunan music dan suara merdu Bulan hingga menjadi ramai cafe pada malam ini.


"Terima kasih semuanyaa...." sapa Bulan kepada semua pelanggan cafe setelah mendapatkan tepuk tangan yang meriah.


"Aku suka sekali dengan perform mu tadi kau sangat cantik sekali..ehem..maksudku luar biasa sekali penampilan kalian tadi, terima kasih" ujar Alex yang tak berhenti menatap Bulan.


"Terima kasih kembali tuan...mmm..kenapa dengan wajah tuan? apa tuan habis berkelahi?"


Sial kau Lex, kau membuat wajah tampanku jadi babak belur begini dan Anaya harus melihatnya. Ryan


"Eeh...itu tadi siang ada yang menjambret tas seorang wanita jadi aku mengejarnya dan menghajarnya", jawab Ryan sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal dan berharap dengan kebohongan yang dia ciptakan akan membuat Anaya kagum padanya.

__ADS_1


\=\=\=\=


Apartement Jasmine


Bulan masuk ke kamarnya tanpa menyalakan lampu dan langsung masuk kekamar mandi dikarenakan tubuhnya yang lelah dan ingin cepat cepat istirahat, karna tidak membawa pakaian ganti selesai mandi Bulan keluar hanya berbalut handuk saja dengan rambut yang tercepol ke atas terlihat bahu putihnya dan masih tampak merah merah diakibatkan alerginya.


Begitu lampu dinyalakan oleh Bulan....


Detik ke satu


dua


tiga


AAAAAAAAA..........


Bantal guling berterbangan ke arah sosok pria yang sedang duduk di sofa kamarnya


"Heeii. ... apa yang kau lakukan??!!" teriak Alex yang mendapatkan serangan tiba tiba dari Bulan.


"Harusnya aku yang bertanya apa yang kau lakukan dikamarku hah", Bulan masih mencari cari barang yang bisa dia lemparkan ke arah Alex.


"Kamarmu?? apa kau lupa ini juga kamarku", terlihat Alex yang tersenyum sinis.


"Ehh.....mmmm..iya kau benar tapii..bisakah kau keluar sebentar" pinta Bulan


"Heehh mau apa kau??" Bulan panik begitu melihat Akex berjalan menghampirinya.


"Aku obati sini, duduklah"


"Terima kasih tapi itu tak perlu bibi akan membantuku".


"Kenapa memangnya kalau aku, kau tak perlu malu aku pernah mengolesinya dipunggungmu apa kau lupa? kemarilah!", Alex memberikan isyarat kepada Bulan untuk duduk di tepi ranjang tepat disampingnya.


Alex menelan salivanya dengan kasar sambil mengolesi salep dipunggung bulan.


"Ah damn!! minta bibi untuk membantu mu setelah itu istirahatlah, aku ada diruang kerjaku jika kau membutuhkan sesuatu" ujar Alex sambil berlalu keluar kamar.


Iiiissshh....aku juga geli pada saat diolesi badanku serasa panas dingin. Bulan


Alex masuk kembali kekamar dan melihat bulan tertidur pulas lalu berbaring disampingnya...


Maafkan aku. Alex


Pagi harinya Bulan ikut membantu menyiapkan sarapan untuk Alex, biasanya Bulan akan sarapan dikantor karena selalu bangun kesiangan.


"Apa masalahmu belum selesai ?"

__ADS_1


"Masalah?" Alex mengernyitkan dahinya.


"Iyaa kau bilang tak akan pulang ke Singapore sebelum masalahmu selesai"


"mm...ada beberapa hal yg masih harus aku atasi"


Termasuk hatiku, jika aku yakin dengan hatiku aku akan membawamu bersamaku. Alex


"Semoga cepat selesai masalahmu"


"Kau mengusirku?!!"


"Eehh...iisshh kau itu sensitif sekali seperti...."


"Selamat pagi" tiba tiba Aris datang sebelum Bulan menyelesaikan ucapannya.


"Ariiisss....pagii..bergabunglah ayo sini", sahut Bulan


"Tidak terima kasih nyonya saya sdh sarapan, saya tunggu diruang kerja tuan" Aris langsung menolak ketika tuannya menatap tajam kearahnya.


"Aku akan mengantarmu ke kantor?"


"Tidak usah! ehh maksudnya tidak perlu..aku ijin hari ini aku sudah meminta sekretarisku untuk kirim email jadi bisa kukerjakan disini"


"Pakailah ruang kerjaku"


\=\=\=\=


"Jangan menatapku seperti itu nyonya, tuan akan membunuhku" Aris yang merasa tak nyaman dikala nyonya nya mendekati dan melihat intens ke arahnya.


"Haiiss itu hanya berlaku buat suami yg cinta mati sama istrinyaaa....mmm Ariis...aku mau minta bantuanmu, boleh?"


"Bisakah kau membawa suamiku ke kantornya, aku tidak bisa bekerja dalam satu ruangan dengannyaa...kalau dia tau cara kerjaku dia pasti akan menceramahiku aaaahhh menyebalkan" lanjut Bulan yang membayangkan akan seharian bersana Alex di apartemen.


"Maaf nyonya saya kemari hanya memberikan berkas untuk tuan saja" sambil menyimpan berkas dimeja kerja Alex lalu pergi meninggalkan Bulan.


Alex memutuskan untuk menemani Bulan di apartemen, Alex menatap area sofa diruang kerjanya yang sekarang menjadi tempat Bulan bekerja, dimana Bulan dikelilingi oleh aneka makanan ringan, coklat, minuman bersoda berkaleng kaleng tak lupa bantal dan guling yang spesial dia bawa dari tempat tidur berbanding terbalik dengan meja kerjanya yang hanya tersaji secangkir kopi panas dan beberapa berkas saja.


"Kau itu mau piknik atau apa sih?"


AAARRRGGHHHH .....


Alex dikejutkan oleh teriakan Bulan yang sekarang sedang mengacak ngacak rambutnya dan menghentak hentakan kakinya layaknya anak kecil yang kehilangan mainannya berbeda dengan Bintang dulu yang penuh dengan keanggunannya dan kelembutannya walau sedang menghadapi masalah.


Melihat Bulan dengan tampilan yang menggemaskan dengan rambut yg tercepol keatas memperliharkan leher putih jenjangnya, kaos longgar dan celana pendeknya yang memperlihatkan kaki mulusnya membuat Alex langsung menuju arah pintu keluar.


'Hhh...aku sudah bilangkan kau pasti tidak akan fokus dengan kerjaanmu kalau ada akuu", Bulan seketika itu juga menyadari bahwa dirinya telah mengganggu Alex.

__ADS_1


Tiba tiba


kleek....Alex mengunci pintunya dan berjalan ke arah Bulan.


__ADS_2