
"Tuan, kita akan meeting dengan perusahaan yang dari Italy besok pagi, meeting ini penting sekali karena mereka mereka merupakan salah satu investor terbesar", Aris mengingatkan kembali jadwal Alex karena Aris melihat sepertinya Alex ragu untuk berangkat kembali ke Singapore, apalagi semenjak Bulan masuk rumah sakit yang berhasil membuat Alex panik.
"Tuan...."
"Minta Bulan untuk makan siang denganku sebelum kita berangkat", ucap Alex tanpa menoleh kepada Aris.
"Baik tuan"
\=\=\=\=\=\=\=\=
@Cafe D'Ryan
"Kenapa kau lama sekali ? pesawatku siang ini!!"
"Ck ... suamiku ini cafe masih wilayah bandara, kalau mau gaya ngesot kesana juga ga bakal ketinggalan pesawat, lagi ni yaa kantorku jauh dari bandara, kenapa juga mesti lunch disini, curang", kesal Bulan karena Alex mendadak mengajaknya makan siang dan tempatnya tidak tanggung tanggung jauh dari kantornya belum macetnya padahal ia ada meeting sore ini.
deg....
Suami?? kenapa aku suka mendengarkan dia memanggilku seperti itu, tidak tidak tidak. Alex
"Kali ini aku akan lama di Singapore, jangan berulah disini, jangan lupa ba.."
"Batasanku! aku tau Lex tidak perlu di ingatkan setiap waktu, kau bisa tanya Aris kalau aku belum merayunya lagi", potong Bulan sebelum Alex meneruskan ceramahnya.
"Ck....beberapa bulan ini aku tidak akan pulang kesini, kalau ada sesuatu hal yang penting Aris yang akan pulang, dan lagi...kau harus tinggal dimansion ku", tegas Alex.
"Apa?? bukannya kau bilang setelah menikah aku akan tinggal di apartemenmu?"
"Itu dulu", ujar Alex santai sambil menikmati makanannya.
"Melihat dirimu seperti ini aku ragu meninggalkanmu sendiri disana", lanjutnya, karena dia kesal Bulan menyebutkan nama Aris sehingga memerintahkan Bulan untuk tinggal bersama orang tua Alex.
__ADS_1
Bulan langsung menggeser kursinya mendekati dan langsung mengelus lengan Alex.
"Aku akan baik baik saja...aku akan membersihkan apartemenmu setiap hari, aku tidak akan menyentuh barang barangmu dan yang penting aku tidak akan menjual barang barangmu", ucap Bulan dengan suara lembutnya sambil mengerjapkan matanya dengan manja.
"Aku bilang tidak ya tidak....lanjutkan makanmu!"
Bulan yang awalnya bermanja manja dengan mengelus ngelus lengan Alex tiba tiba meraih jas Alex dengan kasar hingga wajah Alex berdekatan dengan wajah Bulan dan menatap tajam Alex.
"Dengar ya! kamu sendiri yang bilang kita jangan mencampuri urusan masing masing, itu berarti aku berhak buat tinggal dimana saja daaan karna aku tau batasanku sebagai istri seseorang maka aku memutuskan untuk tinggal di apartemen SU..AA..MII....setuju kan cintaa"
Melihat Alex yang terlihat kesal Bulan reflek melepaskan jas dan langsung menggeser kembali kursinya seperti semula dan meneruskan makannya sambil sesekali mencuri pandang ke arah Alex.
Duuhh ko deg deg an gini ya gue pas liat mukanya dari deket...ampun deh ganteng banget ternyata suamikuu ooh...astaga tidak tidak tidak. Bulan
Kenapa dia bisa semanis itu. Alex
Akhirnya Alex mengijinkan Bulan untuk tinggal di apartemennya tentu saja dengan syarat dan ketentuan berlaku.
Astaga OMGG....aku lupa kalau Mira ada janji siang ini dengan seseorang untuk bicarakan kontrak. Bulan
Tak kalah Mira pun kaget dibuatnya ketika melihat Bulan bersama suaminya.
Masa ampuuunn...temen ga ada akhlaaak ... kenapa juga mesti ada disini bagaimana ini aduuh. Mira
Bulan langsung membalikkan tubuh Alex untuk menghadapnya agar tidak melihat Mira yang sekarang posisinya ada dibelakang Alex
"Alex"
Cup....
Whatt. Alex
__ADS_1
"Hati hati dijalan ya...", ucap Bulan sambil menghapus jejak lipstiknya di pipi Alex
Sedangkan Mira tiba tiba sengaja menjatuhkan berkas yang dipegangnya sehingga bertebaran dilantai dan itu berhasil membuat seorang pria yang didekatnya membantu Mira membereskan berkas berkas.
"Alex???"
Alex tiba tiba menoleh ke belakang ke arah suara yang memanggilnya.
"Ryan? hai bro ... kapan kembali dari Luar negeri bukannya kau sudah menetap disana, kenapa tidak menghubungiku kita bisa makan siang bersama, sayangnya siang ini aku harus kembali ke Singapore", sapa Alex yang ternyata seorang pria yang datang bersama Mira yang memanggilnya adalah sahabatnya yang juga pemilik dari cafe itu.
"Aku harus menangani perusahaan papa sekarang, dengan siapa kau kemari?'
"Istriku, o ya kenalkan ini Bu...." Alex tidak meneruskan ucapannya karena tidak melihat Bulan yang tadi berada disisinya
"Loh kemana dia?" tanya Alex pada Aris.
"Nyonya sudah berlari tuan"
"Whatt??!!"
"Hahaha...pasti istrimu sedang terburu buru bro, atau mungkin kau suami yang kejam sehingga istrimu harus berlari", ujar Ryan yang belum sempat melihat Bulan.
"Hmmm... sial kau, bagaimana denganmu apa kau akan menghabiskan waktumu sendiri disini??"
"Tidak, aku baru selesaikan kontrak dengan band baru untuk cafeku, aku bersama managernya, kenalkan ini Mi...."
"Loh kemana dia?" Ryan celingak celinguk mencari Maya yang diajaknya untuk mengenalkan cafenya yang akan dipakai untuk performnya nanti.
"Wanita yang bersama anda tadi sudah berlari juga tuan", ujar Aris dengan santainya.
"Whatt!"
__ADS_1