Calon istri kakak ku

Calon istri kakak ku
Menarik !!!


__ADS_3

"Ciiiiiit .."


Suara ban mobil yang bergesekan dengan aspal jalanan akibat di rem mendadak menimbulkan bunyi berdecit yang sangat keras.


"Presdir sepertinya kita menabrak seseorang"


Nico yang mengendarai mobil itu bergegas keluar dan mendapati seorang gadis yang mencoba terduduk dengan beberapa luka di siku dan lututnya .


"Eng ... Nona apa kau baik - baik saja ?"


Nico meraih tangan luna yang mencoba berdiri sambil meraih tas yang terlempar di tak jauh dari tempat dia terjatuh


Luna tidak menghiraukan ucapan Nico, dia mengalungkan tas ke pundaknya lalu melangkah terpincang - pincang .


" Nona, kami akan membawamu ke rumah sakit "


Nico mengejar langkah Luna yang mulai menjauh, sedangkan Jun yang berada di dalam mobil memperhatikan interaksi mereka dengan intens.


" Tolong pergilah, aku baik - baik saja "


Setelah mengucapkan itu Luna menyetop taxi yang kebetulan lewat lalu masuk kedalamnya, setelah taxi yang membawa luna pergi, Nico tersadar dari rasa kagetnya tertegun beberapa saat lalu dia kembali ke mobil.


"Presdir, gadis itu terluka cukup parah tapi dia pergi begitu saja , apa saya harus menyelidikinya "


" Tidak perlu, dia sendiri yang tidak membiarkan kita bertanggung jawab "


" Gadis yang aneh , biasanya orang akan memanfaatkan keadaan tapi gadis itu justru pergi begitu saja "


Nico mengernyitkan keningnya


" Dia cukup menarik "


Sudut bibir Jun sedikit tertarik kesamping lalu jari telunjuknya mengetuk - ngetuk dagunya sendiri ,dia tersenyum .

__ADS_1


Di tempat yang berbeda Luna sedang duduk termenung di depan nisan ayahnya .


Hari ini adalah peringatan hari peringatan kematian mendiang ayahnya tapi dia yang terlambat pulang di tolak masuk ke rumah oleh ibu tirinya dan di pemakaman inilah dia sekarang berada .


" Ayah, apa kau bersama ibu sekarang ?"


" Apa ayah bahagia ?"


" Hari ini aku terlambat pulang dan Istri baru ayah itu tidak mengijinkan aku masuk ke rumah untuk ikut mendoakanmu jadi aku langsung kesini.


Sebenarnya aku juga tidak ingin terlambat pulang ayah, tapi sebagai karyawan baru aku tidak bisa meminta cuti bahkan di jalan aku tertabrak mobil.


Lihatlah ayah, aku terluka dan ini sakit "


Setelah mencurahkan perasaannya Luna menangis sambil memukul mukul dadanya .


Menjelang sore Luna meninggalkan area pemakaman .


Setibanya di rumah suasana sangat sepi dia pun bergegas menuju kamarnya di lantai dua,


" Beraninya kau terlambat di hari peringatan ayahmu , apa kau ingin jadi anak pembangkang ?"


" Tante , aku kan sudah bilang, selesai jam kerja aku berusaha pulang secepat mungkin tapi aku tertabrak mobil "


" Siapa yang menyuruhmu bekerja , sebaiknya kau segera menikah saja , jangan terus merepotkanku . kau obatilah lukamu itu jangan sampai meninggalkan bekas yang akan membuatmu sulit menikah "


Luna mengabaikan ucapan Ibeth ibu tirinya dan melanjutkan langkahnya menaiki tangga tapi suara ibeth kembali membuatnya berhenti


" Luna, berapa uang yang di berikan orang yang menabrakmu "


" Aku terburu - buru tante jadi akutidak memintanya "


" Apa kau ini bodoh ? orang bodoh sepertimu sebaiknya cepat menikah saja jangan membuatku kesal "

__ADS_1


Luna tidak menghiraukan ucapkan Ibeth dan langsung masuk ke kamarnya.


Dia merebahkan tubuhnya ke kasur setelah meneteskan yodium ke atas luka di siku dan lututnya.


Rasa lelah mengalahkan rasa sakit di seluruh tubuhnya sehingga tidak berselang lama diapun tertidur .


Luna baru saja sampai di halaman kantor, sedari pagi karin sahabatnya sudah mengingatkan bahwa hari ini tidak boleh terlambat karna presdir baru mereka yang baru menjabat beberapa hari lalu itu sangat disiplin.


Luna yang dari kemarin tidak makan hanya sempat membeli satu potong sandwich dan satu cup kecil kopi panas di mini market samping halte bus.


Dia berjalan cepat dengan kaki terpincang - pincang menghampiri karin yang sudah menunggunya di depan lift


" Buuuuugh "


Luna menabrak tubuh seseorang, kopi di tangan kanannya tumpah dan mengotori jas yang di pakai pria jangkung di depannya.


Semua orang di kantor itu menatap ngeri ke arah luna , lalu terdengar bisik - bisik yang mengatakan bahwa karir luna hari ini pasti tamat .


"Maaf , saya benar - benar tidak sengaja "


Jun menatap dingin ke arah luna , alisnya naik lalu dia mengangkat lengan kirinya, mata panjangnya menyipit melihat jam Richard mille yang melingkar di pergelangan tangannya,


" Kau urus dia nanti, sekarang kita tidak cukup banyak waktu "


Nico mengikuti langkah Jun masuk ke lift khusus direksi sedangkan karin yang berada di depan lift untuk karyawan berlari menarik lengan luna


" Luna kau dalam masalah besar "


" Karin memangnya pria itu siapa "


" Apa kau tidak tau, dia presdir kita yang baru"


" Sungguh ? kalau begitu habislah aku "

__ADS_1


Dengan wajah yang cemas karin dan luna masuk ke dalam lift karyawan dengan cepat


menuju ruangan kerja mereka .


__ADS_2