Calon istri kakak ku

Calon istri kakak ku
Milikku tak akan pernah ku lepaskan


__ADS_3

" Luna di panggil ke ruangan presdir "


Dengan suara yang manja Nindi mencolek lengan luna.


Lunapun bergegas masuk ke dalam lift dan memencet tombol 4 dimana kantor presdir jun berada .


" Tok tok "


" Silahkan masuk "


Suara berat terdengar dari dalam ruangan , lalu lunapun melangkah masuk.


Mata Jun menatap nico lalu asisten pribadinya itu meninggalkan jun dan luna berduaan.


Nico yang sudah bekerja cukup lama untuk jun mengerti semua kode yang di berikan oleh sahabat sekaligus bosnya itu.


" Silahkan duduk "


Setelah luna duduk , jun pun mengikuti duduk di depannya .


" Luna maaf , sebenarnya aku tidak pernah bermaksud menyakitimu , aku tidak menyangka sifat emosionalku membuatmu terluka ."


" Tidak apa - apa presdir , saya tau anda tidak sengaja lagipula saya juga sudah sembuh maka lupakan saja "


" Jadi , kapan kau akan kembali tinggal di rumahku ?"


" Maaf presdir , saya tidak akan kembali ke rumah anda . Saya sudah menjelaskan semuanya pada tante maria .


apalagi sekarang kakak ken sudah menikahi orang lain jadi kita tidak ada hubungan apa - apa lagi sekarang.

__ADS_1


Lagi pula kalau saya tinggal di rumah anda akan menimbulkan kesalah fahaman"


" Siapa yang kau khawatirkan , apakah eric ?"


" Itu tidak ada hubungannya dengan eric , dia hanya teman masa kecil saya saja kok "


" Lalu kenapa kau menolak ? Apa kau tidak bisa masih memikirkan kakakku ?"


" Tidak , saya justru lega kalau kakak ken menemukan seseorang yang bisa membuatnya bahagia "


" Lantas sebenarnya apa alasanmu menolak, aku merasa hubungan kita selama ini cukup baik, apa menolongku begitu sulit ? aku tifak berfikir kau adalah orang yang begitu pelit "


" Saya tidak seperti itu , saya akan menolong orang lain dengan senang hati tapi saya tidak ingin menyinggung orang lain . tolong presdir mengertilah , Kalau tidak ada hal yang penting untuk di bicarakan maka saya permisi "


Luna berdiri dari duduknya, saat dia ingin melangkah keluar jun menarik lengan luna dan memeluknya dengan erat .


luna berusaha untuk melepaskan pelukan jun tapi semakin dia memberontak lengan besar jun semakin erat memeluknya .


" Aku tidak peduli, memangnya siapa yang akan salah faham saat aku memeluk calon istriku "


" Presdir sedang becanda apa, jangan bilang anda salah mengenali orang . saya luna bukan abel ? "


" Luna dengarkan dulu , aku dan abel tidak ada hubungan apa - apa .


Leon meminta tolong padaku untuk membongkar kedok abel yang menjebaknya .


aku sungguh tidak ada hubungan apapun dengannya "


"Saya tidak mengerti . lagipula itu tidak ada hubungannya denganku . tolong lepaskan "

__ADS_1


" Aku akan melepaskanmu tapi berjanjilah kau akan mendengarkan penjelasanku sampai selesai "


" Baiklah saya janji "


Jun melepaskan pelukannya lalu dia membawa luna kembali duduk di sofa .


Setelah menceritakan tentang permintaan leon untuk membongkar kedok abel , jun sempat ragu untuk menceritakan tentang penyebab insomnia yang di deritanya selama ini , tapi dorongan untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama membuatnya memutuskan untuk tidak menutupi apapun lagi .


Pada awalnya jun menyangka luna akan menyalahkannya karena menyebabkan ibunya meninggal tapi tidak di sangka luna menerimanya dengan ikhlas, jun menggengam lengan luna tapi luna melepasksnnya dengan sopan .


" Luna , aku akan terima kalau kau ingin memukulku atau menyalahkanku karena akulah yang menyebabkan ibumu meninggal "


" Presdir , Hidup mati seseorang adalah takdir dan takdir akhir hidup mama adalah menyelamatkanmu , itu adalah takdir mama jadi itu bukan salahmu "


" Luna , kenapa kalian ibu dan anak begitu baik . Luna ayo kita menikah ,aku janji aku akan membahagiakanmu , Maukah ?"


Luna menatap tajam manik mata jun , dia mencari ketulusan dalam sorot mata itu ,lalu diapun tersenyum .


" Presdir , menikah adalah hal yang sangat besar , Setelah pernikahanku dengan kakak ken gagal , saya terus berfikir bahwa keputusanku untuk menikah waktu itu terlalu terburu - buru . tapi saya senang karena kakak ken akhirnya menemukan kebahagiaannya "


Jun yang sudah mengetahui kebenaran tentang ken menelan ludahnya dengan pahit .


" Setidaknya bisakah kau tinggal di rumahku ?


Raymond bilang jika dosis obat untuk membantuku tidur di naikkan itu akan melukai ginjalku , saat kau di dekatku aku bisa tidur tanpa khawatir jadi bisakah ?


Jangan khawatir kau akan menempati kamarmu yang dulu "


"Baiklah presdir , saya akan pindah ke rumah anda "

__ADS_1


Jun tersenyum bahagia , dia berdiri terburu - buru untuk memeluk luna . saat lengannya hampir menyentuh badan luna , luna lebih dulu berlari keluar.


__ADS_2