
Luna dan jun sedang menyusuri jalan di sepanjang pasar malam di tepi chau river.
Sebenarnya jun tidak menyukai tempat seperti itu tapi luna memaksa jun mengikuti karin dan ken yang juga pergi ke tempat itu .
Entah bagaimana awalnya ken dan karin menghilang begitu saja , luna memang tidak tau , tapi otak pintar jun menyadari bahwa karin dan ken sengaja menciptakan kesempatan untuk jun dan luna .
" Lun kita istirahat dulu , aku cape "
"Tapi karin dan kakak ken mereka pergi kemana ?"
" Mereka lebih besar dari kamu , kenapa kau memperlakukan mereka seperti anak kecil , sudahlah kita duduk dulu "
Jun menarik tangan luna duduk di salah satu bangku taman yang tersedia , lampu temaram di sepanjang sungai chao membuat suasana terasa sangat romantis .
Jun menoleh kearah luna yang duduk di sebelahnya sambil menikmati es krim matcha.
" Cuaca sedang dingin kenapa kau makan es krim sampe belepotan begini sih ? apa kau ini anak kecil ? "
Jun menyeka sudut bibir luna yang terkena eskrim , luna mengangkat wajahnya, di saat yang sama jun juga menatap ke arah manik mata luna yang terlihat begitu murni dan cerah , cahaya lampu yang temaram tidak menghalangi keindahan mata berwarna teh milik luna , bulu mata panjangnya terlihat seperti sebuah kipas mini , bibir luna sedikit pucat di sebabkan oleh es krim yang dingin .
Wajah jun semakin mendekat ,tatapan jun yang inten membuat jantung luna berdetak sangat kencang untuk pertama kalinya ,
" Cup" detik berikutnya bibir jun sudah bertemu dengan bibir luna, sebuah ciuman penuh cinta .
Setelah beberapa saat luna mendorong tubuh jun menjauh , luna melihat ke sekitarnya , untunglah tidak terlalu banyak orang dan mereka juga terlihat tidak peduli .
Luna menundukkan wajahnya dia merasa sangat malu , wajahnya terasa panas seperti terbakar, terlihat merah merona .
jun mengusap wajah luna , membelai rambutnya lalu menggegam telapak tangannya.
" Sudah malam , aku akan mengantarmu pulang "
" Tapi aku sedang menginap di rumah karin , orang tuanya berada di luar negeri "
" Karin sedang bersama kakak , mungkin mereka sekarang sedang bersama . kau jangan ganggu mereka "
" Tidak presdir , tadi karin mengirim pesan bahwa kakak ken dia sudah mengantar karin pulang"
" Baiklah , aku akan mengantarmu ke rumah karin , dan ingat aku adalah pacarmu di luar jam kerja kau tidak boleh memanggilku presdir , panggil aku kakak "
Jun mencubit pipi luna dengan gemas .
Setelah mengantar luna ke rumah karin , jun pulang ke villa ayodya.
Maria dan ken sedang mengobrol di ruang tamu saat melihat jun pulang dengan wajah ceria seperti orang yang mendapatkan jackpot .
" Hai ma , hai kak ,kalian sedang menonton tv ya? aku ke kamar dulu daaa "
Ken dan maria saling pandang . merasa tingkah anak keduanya aneh , maria mencari penjelasan pada ken
__ADS_1
" Ken , ada apa dengan adikmu ? apa dia demam ?"
" Demam apa ? mama tifak lihat suasana hati jun sangat bagus , dia sedang bahagia "
" Benar juga , ada hal baik apa yang terjadi sampai dia begitu bahagia "
Maria mengernyitkan dahinya , tapi ken bisa menebak apa yang sudah terjadi "demi kebahagiaanmu kali ini aku akan mengalah padamu jun " ken menghela nafasnya perlahan, ada sedikit rasa sakit di hatinya tapi dia buru - buru menyembunyikan perasaannya.
kesalahan demi kesalahan terjadi selama dia hilang ingatan , setelah tau maria pernah menyuruh jun menggantikan dia menikahi luna , ken sudah memutuskan untuk mundur .
Satu minggu setelah maria dan ken kembali ke beppu , Karin terlihat sering melamun dan tidak fokus bekerja , hal itu membuat luna merasa kasihan padanya .
" Baru juga satu minggu , kau sudah terlihat seperti pangsit rebus, kalau sangat rindu kau susul lah kesana "
" Bukan begitu lun , sudah tiga hari ken tidak bisa di hubungi "
" Apa yang kau khawatirkan , kakak ken meninggalkan pekerjaannya sewaktu dia di sini , sekarang dia pasti sangat sibuk "
" Benarkah ? tapi aku merasa dia tidak benar - benar menyukaiku "
" Karinku , ayolah , kau berfikir terlalu banyak "
Saat luna sedang menghibur karin , jun dan nico sudah berada di belakang mereka.
para karyawan lain saling berbisik satu sama lain
Karin yang terlebih dulu menyadari kedatangan jun menyapanya sambil mencubit lengan luna .
" eh iya presdir halo , selamat pagi , eh selamat siang "
Luna yang kaget juga buru - buru menyapa jun , karena gugup kata - katanya menjadi berantakan .
Jun mengusap pucuk hidup luna dengan jari telunjuknya lalu perlahan mencubit pipinya pelan .
" Terhadap pacar sendiri ,kenapa begitu gugup ? nanti tunggu aku ya , kita pulang bersama saja "
Jun berbisik pelan sambil mendekatkan bibirnya ke telinga luna , membuat wajah luna merah merona , hal itu di sadari oleh semua karyawan yang melihatnya.
tidak ingin terlibat gosip lunapun berusaha menolak
" Tapi presdir , saya bawa mobil loh "
" Tidak apa - apa , nico akan membawa mobilmu, mulai besok jangan bawa mobil , sepasang kekasih pergi dan pulang bersama baru benar "
Tanpa menunggu jawaban dari luna , jun dan nico meninggalkan ruangan itu , di iringi tatapan iri karyawan wanita yg lain ke terhadap luna.
Untuk merayakan keberhasilan mereka dalam menangani beberapa proyek dengan hasil yang memuaskan. jube circle mengadakan liburan ke pulau koh , sebuah resort dengan pemandangan pantai yang indah .
Jun mengajak raymond dan leon pergi bersama mereka .
__ADS_1
Jun dan teman- temannya datang untuk makan malam , melihat karin dan luna sedang duduk berdua di depan sebuah meja panjang , jun dan teman - temannya menghampiri mereka lalu duduk melingkari meja itu.
Saat melihat luna yang sangat cantik ,Leon teringat bahwa jun pernah mengatakan wajah luna seperti hantu , dia merasa jun hanya mencari alasan untuk menyembunyikan luna. leon pun berniat untuk menggoda jun ,sebelum bicara leon memberi kode kepada raymond terlebih dahulu
" Ray , kau tau aku baru saja melihat hantu yang sangat cantik dan aku jatuh cinta padanya , menurutmu apakah aku harus mengejarnya ? "
" Wah Leon sepertinya kita jatuh cinta pada hantu yang sama , awalnya ku pikir hantu itu sudah memilki kekasih tapi sepertinya pikiranku salah ,pria itu sama sekali bukan kekasihnya. karena aku bukan orang yang pelit jadi kita akan bersaing secara adil ?"
" Nico , apakah kau juga ingin mengejar hantu yang menawan itu ?"
Nico yang menyadari sindiran leon , dengan ragu menjawab sambil tersenyum
" Tidak , aku tidak akan ikut berkompetisi tapi mungkin bossku akan dengan senang hati bersaing dengan kalian ,bukan begitu boss ?"
Awalnya jun tidak terlalu memperhatikan percakapan leon dan raymond tapi setelah mendengar ucapan nico jun teringat dia pernah mengatakan bahwa wajah luna seperti hantu , mengingat hal itu jun mengerti kalau hantu cantik yang ingin di kejar leon dan raymond adalah luna.
" Nico , Jun sama sekali tidak tertarik pada hantu , kalau kau tidak ikut berarti aku hanya bersaing dengan leon"
" Hantu itu sekarang sudah punya kekasih , jadi kalian jangan buang - buang waktu "
Jun menanggapi ucapan raymond dengan ketus .
Berbeda dengan luna yang tidak peduli , mendengar kata hantu berkali kali membuat karin merasa terganggu
" Bagaimanapun hantu dan manusia memilki dunia yang berbeda , bagaimana mungkin demi berebut hantu kalian tidak melihat kami berdua yang sangat cantik ini ,
Lun ayok kita pindah meja dekat cowok ganteng itu , berada di sekitar orang - orang aneh ini membuatku takut "
Jun ingin mencegah luna pergi tapi terlambat, tangan luna sudah di tarik oleh karin menjauhi mereka.
Saat menikmati makan malam banyak pria yang kedapatan mencuri pandang ke arah luna .
Jun yg duduk di meja lain merasa sangat kesal.
Sampai luna dan karin kembali ke kamar mereka . jun tidak bisa menikmati makan malamnya dengan benar , Raymond melihat kegelisahan jun
" Jun kau kenapa , suasana hatimu terlihat buruk "
" Ray , hantu yang kau bicarakan dengan leon tadi luna kan ?
Luna adalah wanitaku , apa kau masih berniat mengejar wanita milikku ?"
" Waktu di rumah leon dulu kau bilang aku boleh mengejarnya setelah kau sembuh , sekarang kau sudah sembuh jadi aku akan mulai mengejarnya "
" Kau benar ray , aku juga masih ingat waktu di rumahku jun bilang wajah luna seperti hantu , setelah meihatnya sendiri ternyata luna sangat cantik, bahkan jika jun bilang dia seperti hantu berarti semua pria jatuh cinta pada hantu "
" Aku sudah berubah pikiran , sekarang luna adalah wanitaku , jadi wanita milikku kalian jangan pernah memikirkannya "
Jun meninggalkan teman - temannya dengan gusar , sementara leon , raymond dan nico tertawa penuh arti .
__ADS_1