Calon istri kakak ku

Calon istri kakak ku
Mari hancur bersama saja


__ADS_3

Viola meninggalkan kantor jube circle dengan tergesa - gesa , suara hinaan para karyawan yang berkumpul di ruang meeting terus berdengung di telinganya .


Tidak menunggu abel menjemputnya viola langsung menyetop taxi yang kebetulan lewat .


" Ke apartemen Royal "


Sopir taxi itu adalah seorang pria muda dari wajahnya pria itu terlihat sedikit konyol , di dahinya dia menempelkan sticker bulat bertuliskan jangan lihat kau akan jatuh hati


pria itu melirik sekilas wajah viola yang merah padam diapun menyungingkan senyumnya


" kehilangan pekerjaan bukankah masih bisa cari lagi , kenapa marah sampai muka seperti tomat begitu ? "


" Tau apa kau , sopir sepertimu tidak akan mengerti "


Viola menjawab ucapan sopir taxi itu dengan ketus .


Taxi berhenti di depan apartement royal, tanpa melihat angka di argo ,viola membayar ongkos taxi lalu bergegas turun , baru dua langkah suara sopir taxi menghentikan langkah viola.


"ongkosnya masih kurang tapi karena anda baru saja di pecat anggap saja saya menolong orang miskin "


Sopir taxi itu menyeringai sekilas lalu menjalankan mobilnya meninggalkan viola yang baru saja menyadari bahwa dia menaiki taxi premium yang tentu saja tarifnya lebih tinggi dari taxi yang biasa dia naiki.


Viola duduk di bangku sisi jalan, menarik nafasnya perlahan saat ingin melangkah masuk ke area apartemen tanpa sengaja matanya melihat ke sebuah papan iklan dengan tulisan besar every action has a consequence membaca tulisan itu viola yang hampir meredakan emosi kembali merasa di telanjangi , dia melepas high heels nya lalu melemparkannya ke papan iklan itu .


Dia merasa hari ini semua orang mencemooh dirinya bahkan sopir taxi dan papan iklan pun menyindirnya .


viola menggepalkan tangannya , kalau bukan karena abel dia tidak akan jatuh sampe serendah ini .


Kalau harus hancur maka hancur bersama saja .

__ADS_1


" Ting tong "


Viola memencet bel pintu berkali kali tapi tidak ada yang membuka pintunya, lalu dia menelfon ke ponsel abel tapi tidak tersambung.


Saat viola menendang pintu apartement abel penghuni apartemen sebelah viola menyapanya dengan ramah .


" Nona cari siapa ya ?"


" Saya cari abel , bapak tau gak abel pergi kemana ya ? "


"Oh nona yang tinggal di sini sepertinya sudah pindah, kemarin saya liat dia membawa beberapa koper dan barang keluar"


" Gadis kurang ajar itu beraninya melarikan diri " viola mengeram sambil menggeretakkan giginya .


Mau tidak mau akhirnya viola pulang kerumah orang tuanya.


" Sudah menyinggung orang , kau masih tau jalan pulang ?"


Kasus tentang viola yang menjebak jun menjadi berita utama seluruh media bahkan menjadi topic pencarian terpanas.


Nancy dan kedua orang tuanya sudah memutuskan untuk mengirim viola ke luar negeri .


Setelah kasus viola jun memutuskan tidak akan menggunakan sekretaris lagi . nico saja sudah cukup .


awalnya nico menyarankan luna sebagai pengganti viola tapi tentu saja jun tidak setuju .


Menjadi sekretaris akan bertemu banyak orang dan jun ridak berniat memiliki banyak saingan.


Luna sebenarnya gadis yang sangat cantik , kulitnya putih dan matanya bulat berwarna coklat sedikit kehijauan, terlihat cerah dan murni seperti pucuk daun teh , sayangnya poni tebalnya yang terlalu panjang menutupi keindahan matanya, hari ini karin memaksa luna untuk membereskan rambutnya di salon langganan karin.

__ADS_1


poni panjang luna di potong hingga sebatas alis dan rambut panjangnya di potong hingga sebatas punggung .


Aura kecantikan luna benar - benar terpancar . dia bahlan terlihat seperti anak sma berumur 17 an tahun, bukan hanya karin bahkan karyawan salon juga di buat takjub oleh kecantikan luna .


Drrrtt .. drrrttt...


Ponsel luna bergetar lalu diapun mengangkatnya


" Hallo , apakah anda putrinya nyonya ibeth ?"


" Benar , ini dengan siapa ? "


" Ini dari rumah sakit , ibu anda mengalami kecelakaan dan sekarang sedang berada di ruang operasi "


Luna dan karin bergegas menuju rumah sakit tempat ibeth di rawat , tak berselang lama setelah mereka tiba operasi sudah selesai di lakukan dan ibeth sudah berada di ruang perawatan .


Saat luna ingin mengurus prosedur pembayaran ternyata biaya perawatan itu sudah di bayar lunas , sepertinya orang yang menabrak ibeth cukup bertanggung jawab .


Sudah hampir tiga jam karin minta ijin untuk membeli makanan dan membawa baju ganti untuk luna tapi belum juga kembali , luna sudah merasa sangat kelaparan .


Baru saja luna ingin menelfon karin sebuah suara berat menegurnya .


" Apa kau putrinya nyonya ibeth ?"


Seorang pria paruh baya yang masih tampak gagah seperti bangsawan eropa masuk keruangan vip tempat ibeth di rawat , di belakang pria tua itu berdiri dua orang bodyguard dan satu orang asisten .


Saat luna menengok , pria itu tertegun cukup lama lalu dia mengalihkan tatapannya ke arah ibeth .


" Ibumu sudah lepas dari bahaya , dia kehilangan cukup banyak darah jadi masih pingsan , kau jangan khawatir "

__ADS_1


Belum sempat luna untuk menanggapi ucapan pria di depannya , karin sudah menerobos masuk sambil membawa makanan dan baju ganti untuk luna . Setelah karin datang belum juga sepuluh menit pria itu meminta ijin pulang dan dia berjanji akan kembali lagi .


Setelah keluar dari ruang perawatan ibeth, pria tua itu menyuruh asistennya untuk menyelidiki tentang asal usul luna .


__ADS_2