Calon istri kakak ku

Calon istri kakak ku
Konspirasi


__ADS_3

Orang bilang wanita yang sakit hati mampu mengeluarkan kemampuan yang tidak terbayangkan untuk melawan.


Jika hatinya putih maka kekuatannya akan menjadi cambuk kesuksesan


tapi jika hatinya hitam maka kekuatannya akan sangat menghancurkan .


Begitupun abel , sakit hatinya terhadap jun membuatnya mampu menerobos segala batasan untuk melihat titik lemahnya ,dan titik lemah jun adalah luna .


Hal itu jugalah yang membuat abel saat ini menemui viola , gadis yang sangat terobsesi pada jun . Viola yang ambisius bahkan rela mencelakai kakaknya sendiri demi mendapatkan perhatian jun .


Nanci awalnya adalah sekretaris jun tapi demi bisa mendekati pria idamannya itu viola bahkan berani menjebak kakaknya sendiri dengan pria mabuk lalu dia menggantikan Nancy menjadi sekretaris jun .


" Abel apa kau bodoh ? membuat pria mabuk lalu membawanya ke kamar hotel adalah cara paling klise dan konyol , apa kau tidak tau kalau boss ku itu tidak pernah membiarkan wanita menyentuhnya ? "


" Tentu saja aku tau, demi menghancurkan pernikahanku dengan leon dia berpura - pura membantuku tapi tidak pernah membiarkan aku berdekatan dengannya "


" Kalau kau tau untuk apa kau membuat rencana bodoh itu ?"


" Viola , tujuan kita kali ini adalah membuat hubungan luna dan jun hancur . aku akan menelfon luna dan mengatakan bahwa jun sedang mabuk , saat melihat kalian berdua berada di kamar hotel yang sama maka luna akan merasa di khianati dan meninggalkan jun. kau membenci luna dan aku membenci jun, dengan cara ini kita akan membunuh dua burung dengan satu kali lemparan . aku akan senang saat melihat rasa sakit jun yg kehilangan luna dan kau akan mendapatkan dia karna orang pasti berfikir kalian sudah menghabiskan malam bersama . walaupun jun tau kalian tidak melakukan apa - apa tapi dia tidak akan mampu menghindari tekanan publik "


Viola sempat meremehkan rencana abel, tapi akhirnya dia merasa bahwa rencana abel tidaklah buruk , setidaknya cara itu akan mampu menyingkirkan satu musuh paling berat .


Entah mengapa terkadang niat jahat mudah sekali mendapat peluang .

__ADS_1


Malam ini adalah pertemuan dengan presdir ophan corp di hotel sukthoi, karena nico harus mengurus kecelakaan kerja yang terjadi saat pengambilan gambar untuk iklan elle cosmetic maka pertemuan malam ini jun hanya membawa viola saja .


Jun bukanlah orang yang kuat minum wine, sebagai sekretarisnya viola tentu akan hal itu tapi dia tetap memesan wine dengan kadar alkohol yang kuat, untuk menghormati tamunya jun terpaksa meminumnya, viola melirik ke arah jun yang wajahnya mulai memerah ada senyuman licik di wajah cantiknya .


saat jun meminta ijin untuk ke toilet ,viola menggunakan kesempatan itu untuk menelfon seseorang, tak berselang lama seorang pria datang lalu dia memapah jun ke kamar hotel yang sudah di booking viola sebelumnya .


Sesampainya di kamar hotel Viola menyuruh pria itu membaringkan jun di ranjang king size yang terdapat di kamar itu , dia memberinya sejumlah uang lalu menyuruhnya pergi , kebetulan sudah jam enam pagi, setelah menelfon abel viola mulai melakukan rencananya , dia melepaskan sepatu dan dan membuka kemeja jun. Viola tidak melepaskan celana dari badan jun karena badan jun terlalu berat .


Melihat postur tubuh jun ,viola sempat berfikir untuk mengambil keuntungan tapi karena waktunya tidak cukup dia mengurungkan niatnya " Tidak masalah ,kelak jun adalah miliknya jafi dia masih punya banyak kesempatan" viola menghibur dirinya sendiri lalu mandi dengan air panas, setelah mengeringkankan tubuhnya viola keluar dan duduk di sofa menunggu luna datang untuk memergoki mereka .


Sesuai rencana jam tujuh pagi abel menelfon luna dengan nomor baru , tapi luna yang sedang mandi tidak mengangkatnya maka abel mengirimi dia pesan , sementara Nico yang selalu bersama jun dalam setiap pertemuan merasa khawatir karena jun tidak memberinya khabar sejak semalam bahkan telfonnya pun tidak di angkat .


Nico yang khawatir ,dia pergi ke hotel tempat pertemuan jun semalam tapi tidak menemukan mereka , lalu dia mendatangi resepsionis di saat yang bersamaan luna yang mendapatkan pesan dari nomor asing untuk menjemput jun juga mendatangi resepsionis itu .


" Pak Nico , saya datang untuk menjemput presdir "


Luna menunjukan pesan yang dia terima kepada nico lalu mereka diantar staff hotel menuju kamar tempat jun dan viola menginap .


" Tok tok tok "


Mendengar ketukan di pintu , viola beranjak ke arah pintu, dari door viewer viola dapat melihat luna , nico dan staff hotel sedang berdiri di depan pintu . viola tidak langsung membukanya , dia sedikit ragu saat mendapati nico juga berada di situ, otak liciknya memberi sign semakin banyak yang lihat semakin bagus ,dengan memasang wajah lelah dia membuka pintu lalu berpura - pura terkejut.


Luna dan nico sontak saling melihat satu sama lain saat melihat di depan mata mereka viola yang hanya menggunakan bath robes membuka pintu dengan wajah lelah .

__ADS_1


" Apa yang kau lakukan pada presdir ?"


Nico memandang tajam pada viola lalu menerobos masuk kedalam kamar di ikuti oleh luna dan staff hotel .


Mendengar suara yang berisik Jun pun membuka matanya , dia melihat orang - orang yang berdiri di sekitarnya ,viola yang terlihat habis mandi , nico yang terlihat sangat marah , pria staff hotel yang memasang wajah datar dan terakhir adalah luna yang berdiri kaku seperti patung .


Dengan tenang jun memakai bajunya lalu melangkah ke arah luna.


" Tidak terjadi apapun di antara kami ,luna kau harus percaya padaku "


Melihat hal itu viola tidak ingin kehilangan kesempatan .


" presdir semalam anda mabuk, anda pasti tidak ingat sudah melakukan hal apa "


" Tutup mulutmu , tidak mungkin terjadi apa - apa di antara kita , kau coba membodohi siapa ?"


Jun mengibaskan tangan viola yang mencoba memeluk lengannya .


" Presdir , setelah melakukan hal itu sebagai laki - laki kau harus bertanggung jawab padaku "


" Baiklah aku akan bertanggung jawab "


Mendengar jawaban jun ,viola melihat ke arah luna dengan senyum mengejek .

__ADS_1


__ADS_2