Calon istri kakak ku

Calon istri kakak ku
Jika sudah pergi akan sulit membawanya kembali


__ADS_3

Ibeth selalu merasa kesal semenjak ken jatuh koma lalu maria membawanya ke beppu dan membuat pernikahan ken dan luna di batalkan .


Melihat luna menarik koper kembali pulang kerumah tadi pagi membuat hati ibeth layaknya bunga yang hampir layu di siram air .


Ibeth tidak membuang waktu untuk menghubungi eric , anak mantan tetangga mereka yang sudah pindah ke perumahan moda .


Sejak mengetahui dirinya menderita infertilitas dan tidak bisa memiliki anak , Ibeth selalu mengincar anak - anak orang kaya untuk di jodohkan dengan luna.


Walaupun ucapannya kasar dan sedikit serakah tapi sebenarnya Ibeth tidak pernah menyakiti luna secara fisik .


" Luna cepat turun , Eric sudah datang "


Luna dan karin melangkah menuruni tangga.


Di ruang tamu duduk seorang pria muda seumuran ken .


Lampu rusng tamu yang terang membuat kulit putih pemuda itu terlihat bercahaya. terlalu cantik untuk.ukuran seorang pria.


Karin menghentikan langkahnya menatap takjub ke arah pria itu.


" Luna , pria itu siapa ?"


" Namanya eric , dulu rumahnya di depan itu "


" Tampan sekali "


Luna tersenyum lalu menarik lengan karin untuk menemui eric.


Saat mereka asik mengobrol , tiba- tiba ponsel karin berbunyi, ternyata ibunya karin menyuruhnya pulang .


Setelah berpamitan dengan ibeth karin pun masuk ke mobilnya untuk meninggalkan rumah luna .


" Luna besok aku jemput "

__ADS_1


" Iya , hati - hati di jalan , jangan ngebut "


" ok "


Tak berselang lama setelah karin pergi , mobil jun masuk ke halaman rumah luna.


" Luna , aku mau bicara "


Tanpa permisi jun langsung masuk dan menarik lengan luna.


Eric yang melihatnya tidak mau tinggal diam , diapun ikut berdiri dan memegang tangan luna yang satunya lagi .


Luna mengibaskan tangan mereka berdua lalu diapun duduk tapi jun dan eric tetap berdiri , mata mereka saling melotot .


" Saya sedang ada tamu , kalau presdir mau bicara maka bicara di sini saja "


" Benar , bicara di sini saja, saya dan luna juga tidak ada hal yang perlu dirahasiakan " eric tersenyum mengejek ke arah jun .


" Luna ,kenapa kau meninggalkan rumah tanpa pamit ?"


" Sepertinya presdir salah faham , saya tidak meninggalkan rumah karena disinilah rumah saya , dan saya sekarang hanya kembali pulang ke rumah .


Lagipula saya tinggal di rumah presdir atas permintaan tante maria untuk menemani presdir , tapi sekarang itu sudah tidak diperlukan lagi karena sekarang ada orang lain yang seharusnya melakukan itu .


" Tapi kau sudah berjanji pada mama untuk menjagaku "


" Sekarang presdir sudah mempunyai kekasih jadi menjaga anda bukan tanggung jawab saya lagi . Saya tau presdir tidak membawa abel ke villa karena takut dia salah faham dengan keberadaan saya , jadi sudah seharusnya saya keluar dari sana "


" Luna kau tidak mengerti alasanku membawamu tinggal di sana "


" Presdir saya mengerti kalau presdir ingin menghormati keputusan ibu anda, tapi Presdir jangan khawatir soal itu , saya sudah menjelaskan semuanya kepada tante maria "


" Apakah alasanmu pulang karena kau berkencan dengan pria itu ?

__ADS_1


" Presdir , apapun alasannya itu adalah urusan pribadi saya . seperti hal nya saya yang tidak mencampuri urusan pribadi anda maka anda juga seharusnya melakukan hal yang sama "


" Jadi kau sungguh berkencan dengan pria itu ? "


Jun yang kesal lantas menarik lengan luna dengan keras, tubuh kurus luna yang tidak siap terbanting membentur meja kaca.


kaca yang pecah itu mengenai lengan dan kepala belakang luna.


" Lunaaaaaaaaaaaaaa"


Melihat darah yang membasahi tubuh belakang luna , Eric membopongnya ke mobil lalu tanpa menghiraukan siapapun dia membawa mobilnya dengan cepat menuju rumah sakit


Ibeth yang baru datang dari rumah tetangganya merasa kaget saat melihat jun terduduk gemetar di antara darah dan pecahan kaca yg berceceran .


" Hey jun , apa yang terjadi, Kenapa kamu di sini , dimana Eric dan Luna ?"


Belum sempat mendapatkan jawaban , terdengar ponsel jun berbunyi lalu ibeth mengangkatnya ternyata itu adalah panggilan dari Nico asisten jun.


" Cepat kemari dan bawa bos mu pulang "


Mengetahui jun berada di rumah luna , Nico pun bergegas menjemputnya dan membawanya ke rumah dokter raymond .


Begitu di beri obat dan merasa tenang , jun lalu membawa mobilnya mencari luna .


Setelah mendatangi beberapa rumah sakit akhirnya jun menemukan luna .


Kebetulan saat itu luna sedang sendirian karna eric sedang mengurus prosedur perawatan.


Jun mendekati luna yang tertidur karena efek anestesi , kapala dan lengannya di balut kain kassa , dia terlihat sangat menyedih kan bahkan banyak luka - luka gores di lengan dan lehernya juga .


" Luna maafkan aku , aku sungguh tidak bermaksud membuatmu terluka "


" Apa yang kau lakukan disini , menjauhlah dari calon istriku, lain kali kalau kau membuatnya terluka lagi sedikit saja , aku pasti akan menghabisimu "

__ADS_1


__ADS_2