
Karin sedang membantu luna berkemas , setelah seharian bertengka , Ibeth tetap tidak mengijinkan luna untuk pindah.
Semenjak pernikahan luna dan ken di batalkan ibeth menjadi sangat membenci keluarga maria , terutama jun .
Ibeth yakin jun hanya akan mencelakai luna dan membuat luna memiliki bekas luka yang jelek sehingga tidak bisa menikahi pria kaya .
Hari ini bahkan ibeth bertingkah sangat kekanak- kanakan, saat luna selesai mengemas barang - barangnya ibeth akan diam - diam masuk dan mengeluarkannya kembali .
luna benar - benar di buatnya sangat kesal. lalu diapun meneriaki ibeth yang ketauan kembali membongkar isi koper yang sudah di susunnya dengan rapi .
" Tante , kenapa kau membongkarnya lagi , aku sudah lelah seharian bertengkar denganmu "
" Dasar gadis busuk , aku tidak mengijinkanmu pindah kerumah laki-laki sadis itu . dia pernah melukai kepalamu aku tidak yakin dia akan memperlakukanmu dengan baik "
" Tante aku hanya ingin menolong orang , kau tolong mengertilah "
Luna menghentak hentakkan kakinya sambil mengutuki kebodohannya sendiri yang sudah lupa dimana menyimpan gembok kopernya setelah dia pakai untuk menggembok rantai sepeda .
_________°_________
Leon mengundang jun dan raymond ke rumahnya untuk merayakan kesembuhan kakinya .
Raymond yang lebih dulu datang mengernyitkan alisnya melihat jun datang dengan wajah penuh senyuman .
__ADS_1
" Hey , ada khabar gembira apa kiranya , kenapa mukamu begitu berwarna , apa kau sudah berhasil menikung calon istri kakakmu sendiri ?"
" Ray, tidak bisakah mulutmu itu berhenti mengeluarkan racun , aku sungguh ingin menghajarmu ?"
" Hahaha sudahlah cepat ceritakan apa yang membuatmu begitu senang "
" Tadi aku memaksa luna bicara dan akhirnya dia bersedia pindah kerumahku lagi "
" Benarkah ? walaupun aku tidak tau kau menggunakan trik apa untuk membodohi gadis polos itu tapi aku mengucapkan selamat untukmu "
Setelah memukul pundak jun , Raymond yang tidak sempat pulang setelah bertugas dari rumah sakit meminta ijin untuk menumpang mandi sekaligus meminjam pakaian, leon menyerahkan pakaian baru yang pada raymond . tentu saja dia tau bahwa pakaian yang di pinjam itu tidak akan pernah kembali .
Setelah raymond pergi mandi leon menggeser duduknya mendekati jun .
" Tidak boleh , kau jangan pernah bicara secara pribadi dengannya karena saat ini posisiku belum aman "
" Apa maksudmu , kau bilang pertunangan luna dan kakakmu sudah di batalkan ,apalagi yang membuatmu begitu khawatir, apalagi kalian tinggal bersama ?"
" Tinggal bersama yang kami lakukan tidak seperti yang ada dalam pikiranmu .
Luna adalah gadis yang mudah membuat pria jatuh cinta , walaupun dia sudah bersedia pindah kerumahku itu hanya semata - mata ingin menolongku , aku takut dia jatuh cinta pada pria lain dan meninggalkanku "
" Sebenarnya itu sangat mudah ,dapatkan dulu tubuhnya setelah itu kau akan mendapatkan hatinya "
__ADS_1
" Dasar kau pria busuk , apa kau lupa membersihkan otakmu ?"
Jun melempar gelas ke arah leon , tapi leon dengan gesit menghindarinya sambil tertawa dengan keras.
Sepulang dari rumah leon , jun menyapa semua orang yang bekerja di vilka ayodya dengan ramah .
Para asisten rumah tangga yang melihat jun selalu bersikap dingin mrnjadi heran . setelah jun masuk ke kamarnya mereka mulai berbisik satu sama lain dan menganggap tuan mereka sedang kerasukan .
Setelah mandi jun sengaja tidak makan malam , dia merebahkan tubuhnya di ranjang .
Diam - diam dia memikirkan ucapan leon
Dapatkan dulu tubuhnya lalu kau akan dapatkan hatinya juga.
Otak jun bekerja dengan cepat menciptakan beberapa ide .
Satu hari setelah luna datang jun akan mengusir semua asisten rumah tangganya dengan alasan memberi mereka tiket liburan satu hari satu malam .
Setelah semua orang pergi dia akan menyiapkan makan malam yang romantis , lalu diam-diam mencampur minuman luna dengan afrodisiak dan menjadikan luna miliknya seutuhnya .
baiklah , lakukan seperti itu saja .
Jun tersenyum lalu menampar mulutnya sendiri ...
__ADS_1