
" Bawa seperlunya saja lun , apa kau tidak akan berkunjung ke rumah ini lagi ? "
" Apa tante sudah selesai berkemas ? "
Luna menatap bingung ke arah ibeth yang membantunya berkemas , tanpa sadar luna melihat mata wanita paruh baya itu berkaca - kaca saat mengatakan bahwa dia tidak jadi ikut pindah ke rumah ferdinand .
Ibeth bilang rumah ini terlalu banyak kenangan jadi dia tidak tega untuk meninggalkannya.
Luna mengusap air mata ibeth yang jatuh ke pipinya .
Sejahat apapun wanita itu dulu padanya tapi setelah ibunya meninggal wanita inilah yang membesarkan dia , apalagi srkarang wanita ini sudah banyak berubah .
" Sebenarnya aku ingin tante ikut pindah tapi aku bisa mengerti alasan tante untuk tetap tinggal jadi aku tidak akan memaksa . Nanti aku akan sering datang "
" Bocah nakal , tentu saja kau harus sering datang kalau tidak aku akan kerumah kakekmu dan menyeretmu kembali kesini"
Ibeth mengusap air matanya sambil berpura - pura membantu melipat pakaian yang akan di bawa luna .
Luna menyadari hal itu tapi luna bersikap seolah tidak tau , dia tidak ingin membuat ibeth merasa canggung .
Sekitar jam tujuh malam Bailey datang menjemput .
melihat hanya ada dua buah koper yang di masukkan ke mobil , bailey merasa heran .
" Aku tidak ikut pindah jadi luna tidak membawa semua pakaiannya , setiap akhir pekan luna akan menginap di sini "
Belum sempat bailey bertanya ibeth sudah lebih dulu menjelaskan . Setelah saling memeluk dan menangis , mobil bailey meninggalkan rumah itu. Bailey beberapa kali melirik luna yang memandang ke arah samping sambil termenung.
" Hubunganmu dengan ibu tirimu terlihat sangat baik "
" Awalnya tidak terlalu baik tapi setelah kecelakaan itu dia sudah berubah .
Paman , apa kau sering merindukan orang tuamu ? "
__ADS_1
" Sangat sering , untunglah papa ferdinand dan mendiang mama andini sangat baik jadi aku merasa tidak kehilangan kasih sayang orang tua , apalagi setelah kak laura menikah seluruh kasih sayang mereka menjadi milikku"
" Laura ? "
" Ceritanya sangat panjang , apa kakekmu belum pernah menceritakannya padamu ? atau mungkin kau sudah lupa ? "
Bailey kemudian menceritakan pada luna bahwa laura adalah anak dari seorang perawat rumah sakit yang sengaja menukar anaknya sendiri dan membuang ibunya luna sewaktu bayi tapi pada akhirnya kebohongan itu terbongkar saat akan di lakukan operasi transplantasi ternyata ginjal laura dan anjani tidak cocok.
sewaktu menjadi nona kaya laura sangatlah sombong dan suka merendahkan orang .
Begitu ketauan bahwa dia adalah anak yang di tukar dia hanya bisa menanggung malu dan diam - diam pergi meninggalkan mansion ferdinand dengan membawa semua perhiasan yang pernah di belinya.
Jam tujuh malam mereka sampai di mansion ferdinand . bibi ann dan meta sudah menyambut mereka dengan ceria .
meta adalah anak dari bibi ann , setelah lulus sma meta sengaja datang untuk membantu ibunya .
Di masa lalu bibi ann adalah asisten rumah tangga yang paling dekat dengan anjani bahkan laura yang kejam pun tidak berani menindasnya.
" Selamat datang nona "
Setelah berkenalan luna keluar kamar menuju ruang tamu bawah , meta tetap mengikutinya seperti kucing kecil yang lucu .
Tak berselang lama makan malam selesai di hidangkan . bibi ann bilang ferdinand tidak akan makan malam di rumah karena dia masih berada di luar kota jadi hanya luna dan bailey makan berdua di meja besar itu .
Sampai makan malam berakhir mereka hanya saling diam , terlihat sangat canggung.
Hingga akhirnya bailey pun membuka percakapan untuk menghilangkan kecanggungan
" Jadi pacarmu adalah bossmu sendiri ?"
" Benar "
" Sudah berapa lama ?"
__ADS_1
" Belum lama baru sekitar satu bulan "
" Oo jadi masih baru "
Bailey tersenyum samar , sedikit misterius tapi luna tidak terlalu memperhatikannya .
dan suasana pun kembali canggung , akhirnya luna meminta ijin masuk kamar dengan alasan mengatur baju.
Pagi harinya luna bangun pagi - pagi sekali , jarak kantor dari mansion kakeknya memang sedikit lebih jauh jadi luna berencana berangkat lebih pagi untuk mengambil mobilnya di rumah lamanya terlebih dahulu .
Saat ingin menelfon taxi online tau - tau bailey sudah berada di belakangnya .
" Aku akan mengantarmu kebetulan kita satu arah "
" Baiklah , tapi aku akan mampir ke rumah lama dulu untuk ambil mobilku "
" Sebaiknya kamu ambil setelah pulang kerja saja , jalanan di sini terkafang macet kita juga belum sarapan kan ?"
Tak berselang lama mereka sampai di kantor luna
Bailey sengaja turun untuk membukakan pintu untuk luna , sungguh sangat manis luna bisa merasakan itu bahkan jun belum pernah melakukannya .
Setelah bailey pergi luna membeli dua paket sarapan untuk dirinya sendiri dan jun
Semenjak resmi berpacaran luna selalu membeli sarapan untuk dua orang . awalnya jun sering menelfon untuk mengatakan " sekalian belikan untukku " tapi lama - lama menjadi semacam kwajiban .
" Luna "
" Karin "
" Sarapan buat presdir ya , kau ini pacar apa asisten sih ? wajah dewimu ini sungguh sia - sia "
Karin melirik luna dengan ketus , dia sungguh tidak mengerti luna yang begitu cantik dan kaya bisa-bisanya rela di perlakukan layaknya asisten oleh jun .
__ADS_1
mungkin di masa lalu luna berhutang pada keluarga jun hingga hidupnya sekarang di kendalikan oleh mereka .
bagaimanapun, sebagai teman yang baik karin bertekad untuk membuat luna lebih menghargai dirinya sendiri