Calon istri kakak ku

Calon istri kakak ku
Ayo kita menikah


__ADS_3

Luna dan karin sedang berjalan menyusuri pasir di sepanjang pantai koh , setelah sarapan tadi beberapa teman mengajaknya bermain voli pantai , suasana hati karin sedang tidak bagus jadi dia melewatkan sarapannya .


Luna sebenarnya sedikit lapar tapi dia memilih untuk menemani karin saja .


Semenjak ken kembali ke beppu ,karin selalu saja murung, luna sudah berkali - kali menyuruh karin pergi ke beppu untuk menemui ken tapi karin selalu menolak .


" Sebenarnya apa yang kau hindari ? kesanalah dan dapatkan jawaban atas kegelisahanmu "


luna kembali membujuk karin , tapi lagi - lagi karin hanya tersenyum , dia merebahkan tubuhnya di bangku pantai lalu memejamkan mata .


Luna tidak mendesaknya lagi , selain lebih dewasa darinya pada dasarnya karin adalah orang yang berfikiran tenang jadi luna yakin pada akhirnya karin akan sanggup mengatasi masalahnya sendiri .


Dari kejauhan luna melihat leon dan raymond berjalan ke arah mereka .


Melihat karin yang memejamkan matanya leon merasa sedikit penasaran dan bertanya pada luna


" Dia kenapa ? "


" Tidak kenapa - kenapa , hanya menampung sinar matahari "


" kau ini, kalau ingin menampung sinar matahari berenang di pantai atau main voli pantai bareng mereka akan dapat sinar matahari lebih banyak loh "


Luna tidak menanggapi ucapan leon , dia hanya tertawa lalu menengok ke arah raymond , luna merasa sifat raymond sekarang jauh berbeda dengan sifatnya saat pertama kali bertemu di ruang perawatan ibeth .


" Dok , saya baru tau kalau ternyata anda sangat pendiam "


" Hahaha raymond sama sekali tidak pendiam , kau jangan tertipu olehnya , dia hanya membangun image baru untuk menggoda gadis - gadis "

__ADS_1


Mendengar ucapan leon ,raymond tertawa lalu meninju pundaknya .


" Ayo kita bergabung dengan mereka bermain voli pantai "


Karin yang tadinya berbaring tiba - tiba bangun dan menarik lengan luna ke arah teman - teman mereka yang sedang bermain voli . raymond dan leon juga mengikuti mereka di belakangnya .


Mereka bermain dengan gembira bahkan suasana hati karin juga berubah membaik.


Dari sudut restoran di resort pingir pantai koh Jun menatap ke arah mereka dengan tajam , Nico yang berdiri di sebelahnya juga tidak berbicara , nico sudah bekerja untuk jun selama bertahun - tahun jadi dia tau dengan pasti dalam situasi ini diam adalah pilihan yang terbaik .


Setelah cukup lama diam sambil mengawasi, akhirnya jun berjalan ke arah mereka yang sedang bermain voli pantai itu, tanpa mengatakan apapun dia menarik lengan luna dengan kasar


" Presdir , kau ini apa - apaan sih "


" Luna kau ini sudah memiliki pacar , apa pantas kau bermain dengan pria lain dengan memakai pakaian seperti itu ? "


Luna melihat ketubuhnya sendiri , saat ini dia menggunakan kaos berlengan ,walaupun dia menggunakan celana pendek setengah paha tapi kain pantai yang dia ikat di pinggulnya menutupi kaki jenjangnya yang putih , memangnya apa yang salah dengan pakaian yang di gunakannya ini ? kenapa jun sangat marah ?


Jari luna menunjuk ke arah gadis - gadis lain yang bermain voli dengan menggunakan bikini.


" Aku tidak peduli kalaupun mereka telanjang, tapi kau adalah pacarku jadi kau tidak boleh ,kita akan pulang sekarang juga "


" Tapi presdir , hari ini adalah hari terakhir liburan kita aku akan pulang bersama karin dan yang lainnya nanti malam "


" Tidak perlu , kita akan pulang duluan , karin biar pulang bersama Nico"


Tanpa banyak bicara Jun menarik lengan luna masuk ke mobil lalu menguncinya .

__ADS_1


Sebenarnya tanpa di lock pun luna juga tidak berniat untuk kabur jadi dia memilih untuk diam dan menurut.


" Nico , Minta karin untuk membereskan barang - barang luna dan beritahu yang lain aku dan luna pulang duluan "


Setelah menelfon nico , jun melarikan mobilnya dengan kecepatan tinggi , luna tetap diam dan tidak mengucapkan kata - kata apapun , setelah beberapa saat jun mulai mengurangi kecepatan mobilnya, melihat luna yang menurut sepertinya suasana hati jun sedikit membaik .


" kriiuuk " Luna memegang perutnya lalu menunduk .


Awalnya luna mencoba bersikap tenang dan elegan menghadapi jun yang sedang marah tapi bunyi perutnya yang kelaparan menghianatinya .


Jun yang masih sedikit kesal tidak bisa menahan senyumnya , diapun membelokkan mobilnya ke sebuah restoran jepang yang kebetulan lokasinya paling dekat dengan mereka sekarang , jun menatap luna yang makan dengan lahap , diam - diam jun melirik ke arah perut luna yang terlihat rata . sebenarnya kemana larinya makanan sebanyak itu .


Jun mendengar luna bersendawa, diapun menatapnya dengan heran, gadis di depannya ini kenapa tidak punya rasa malu , walaupun begitu dia menyukainya .


" Luna ayo kita menikah "


" Kita baru saja berpacaran , apa presdir sudah yakin ?"


" Aku sudah sangat mengenalmu dan aku tidak pernah membuat keputusan seyakin ini, jadi menikahlah denganku . aku akan menemui tante ibeth untuk melamarmu secara resmi "


" Selain tante ibeth presdir harus menemui satu orang lagi "


" Siapa ?"


" Kakekku "


Jun menautkan alisnya , selama ini dia merasa sudah sangat mengenal luna tapi dia sama sekali tidak tau kalau kakek luna ternyata masih hidup .

__ADS_1


Dua jam kemudian mereka sampai di rumah luna , karna masih sore jun mampir sekalian ingin membicarakan niatnya untuk melamar luna pada ibeth .


Ibeth sudah banyak berubah dan dia menyerahkan keputusannya di tangan luna , jika luna bersedia maka dia akan merestuinya.


__ADS_2