
"Presdir tolong baca dulu, kalau tidak ada masalah langsung tanda tangan boleh ?"
Kedua sisi alis jun mengernyit lalu tangannya mengambil lembaran kertas yang di letakkan luna di atas meja di depannya .
Dua lembar kertas yang sama dengan isi tulisan yang sama juga.
" Apa ini ?
" Perjanjian tinggal bersama , saya dan presdir adalah dua orang berstatus lajang jadi untuk menghindari masalah yang timbul kita harus membuat batasan yang jelas .
Saya sudah tanda tangan di kedua berkas itu ,Setelah presdir tanda tamgan nantinya masing - masing dari kita akan pegang satu "
Jun mengambil kertas itu, membaca pointnya satu persatu , di point ke tiga tiba - tiba dia menyipitkan matanya lalu menatap luna dengan tajam .
"Tidak boleh ada kontak fisik ? point ini apa maksudnya , apa kau pikir aku orang yang mesum ?"
Jun mendengus kesal.
Baru juga sore tadi gadis ini pindah tapi malamnya sudah membuat perjanjian konyol yang tidak masuk akal , melihat luna yang mengedikkan bahunya dia menjadi semakin kesal ,tapi tak berselang lama wajah gelapnya berangsur- angsur berubah menjadi merah , dia teringat bahwa kemarin dia sempat berfikir akan menggunakan zat afrodisiak demi mendapatkan tubuh luna dan memaksanya tetap tinggal di sisinya.
Saat membaca perjanjian itu jun merasa luna sedang menelanjangi pikirannya , " Apa dia itu hantu pembaca pikiran "
Jun bergumam pelan , luna yang sedang menggunakan earphone di telinganya tentu saja tidak dengar .
Luna kembali ke kamarnya setelah mengambil satu lembar perjanjian yang sudah di tanda tangani dan meninggalkan lembar yang satunya untuk jun
Di kamar tidurnya luna merebahkan tubuhnya di ranjang sambil membawa setumpuk buku tentang bisnis , investasi dan statistik .
walaupun tidak terlihat dari penampilanya tapi luna termasuk type gadis Nerd yang mudah tertarik untuk mempelajari banyak hal.
__ADS_1
" Tok tok "
Jun mengetuk kamar luna untuk mengajaknya makan malam.
Setelah makan malam mereka jalan - jalan di sekitar villa untuk membakar kalori .
Jun melirik ke arah luna yang rambutnya di kuncir kuda.
di bawah sorot lampu jalan yang sedikit temaram leher putih luna terlihat sangat mempesona , Jun menelan ludahnya sendiri .
" Apa presdir kenal dengan istri kakak ken "
Suara lembut luna menghancurkan imajinasi jun yang mulai liar, dengan tergagap dia menjawab bahwa dia juga tidak tau .
Luna merasa ada sesuatu yang salah karna sebagai adik, jun bahkan tidak mengenal istri dari kakaknya sendiri .
" Sejak kecelakaan itu aku tidak dekat dengan keluargaku "
Luna tidak bisa mengerti , pada saat jun menceritakan tragedi itu, luna tau dengan pasti kalau jun sama sekali tidak bersalah.
Itu adalah perbuatan emily, sekretaris yonan abe dan dalam kasus ini yang paling tersakiti selain jun tentu saja luna karena dia harus kehilangan ibunya untuk selamanya, tapi kenapa tante maria tidak berusaha menjernihkan kesalah fahaman ini .
Sebenarnya apa yang coba di tutupi .
Luna menatap sedih ke arah jun ,dia meraih jari pria itu, menggengamnya lalu menariknya duduk di pinggir danau .
kali pertama luna merasa bahwa pria yg selalu terlihat dingin dan kejam itu begitu kasihan .
" Presdir jangan khawatir, Setidaknya orangtuamu masih ada dan sehat ,suatu saat mereka akan menyadari kesalahan mereka .
__ADS_1
lagipula ..... bukankah kau masih memiliki aku di sisimu ?"
Mendengar ucapan luna jun merasa hatinya bermekaran layaknya musim semi , dia terus menggengam telapak tangan luna dan tidak melepaskannya, karena sudah cukup malam dengan bersemangat dia menarik lengan luna pulang ke villa.
Luna yang terkejut dengan tingkah jun mengikuti langkahnya dengan pandangan aneh .
jun yang menyadari tatapan aneh luna padanya , dia menghentikan langkahnya lalu menatap balik ke arah luna.
" Ada apa ? , kenapa kau menatapku begitu ?"
" Apa presdir sangat bahagia ?"
" Apa sangat terlihat ?"
" Tidak , hanya saja tangan dan kaki presdir melangkah bersamaan itu agak sedikit kurang cocok "
" Itu karna aku mengimbangi kakimu yang pendek itu "
ucapan jun hanya berusaha untuk menutupi rasa malunya , tapi luna tidak mempermasalahkan itu.
Setelah hari itu Jun dan luna semakin dekat , gosip yang beredar di perusahaan menjadi simpang siur .
ada yang suka , ada yang tidak peduli dan tentu saja yang benci lebih banyak.
Minggu tersibuk di tahun ini , hampir seluruh karyawan lembur setiap hari .
di sudut cafe lantai bawah gedung perkantoran Jube circle , abel sedang duduk bersama seorang gadis yang seumuran dengan luna .
yah ..dia adalah viola adik dari Nancy kepala bagian humas .
__ADS_1
Semenjak abel gagal menikah dengan leon dia terus mencari cara untuk membalas dendam pada jun .
Setelah cukup lama mencari informasi akhirnya abel memutuskan bahwa pembalasan dendamnya harus di mulai dari luna