
Pria itu berdiri mematung di depan jendela kaca kamar besarnya yg mewah.
Matanya tuanya berkabut , setelah menerima laporan Darwin tadi pagi hatinya seperti di tusuk ratusan jarum .
" kenapa putri dan cucuku harus menderita karena keluarga itu ?" dia bergumam sendiri sambil menarik nafasnya yang berat .
" Darwin, Jemput cucuku kemari dari kantornya "
" Baik tuan "
Darwin bergegas meninggalkan mansion bergaya mediterania yang terkesan dingin itu , di belakang mobilnya ada mobil lain yang berisi dua orang pengawal mengikutinya .
40 tahun lalu Andini , istri ferdinand melahirkan seorang putri .
awalnya ferdinand sempat merasa ragu karena putri yang di lahirkan andini bermata gelap, bagaimana mungkin putrinya sama sekali tidak mewarisi gen darinya yang seorang pria berdarah franka murni . tapi demi menjaga perasaan istrinya , ferdinand mengabaikan perasaannya.
Satu tahun lalu andini harus melakukan transplantasi ginjal dan akhirnya keraguan ferdinand terjawab, ginjal laura tidak cocok .
Setelah di telusuri ternyata salah satu perawat di rumah sakit itu sengaja menukar cucunya sendiri dan membuang bayi yang di lahirkan andini ke depan pintu sebuah panti asuhan . sayangnya di hari dia menerima laporan bahwa putri kandungnya sudah meninggal di hari yang sama istrinya juga meninggal .
Jika bukan karena cucunya masih hidup , ferdinand tidak akan mampu menghadapi dua pukulan besar yang menghantamnya secara bersamaan itu.
" Nona , tuan ferdinand ingin bertemu dengan anda ? "
Setelah mendapat penjelasan bahwa ferdinan adalah orang yang menabrak ibeth , luna memaksa karin untuk ikut pergi bersama dengannya menemui ferdinand .
" Sudah datang "
__ADS_1
Ferdinand melangkah ke arah luna dan karin yang duduk dengan canggung .
Ferdinand terus menatap luna dengan lembut , dengan suara pelan ferdinand menjelaskan bahwa dia adalah kakek kandung luna.
awalnya luna tidak percaya tapi setelah menatap wajah pria tua di depannya , luna menyadari bahwa wajah itu sangat mirip dengan wajah dona, ibunya . terutama mata dan bibirnya benar - benar serupa.
"Tok tok tok "
" Masuk "
" Ceklek " Jun membuka pintu kamar luna lalu menarik kursi di samping luna lalu duduk disana . jun melihat luna yang menangkupkan wajahnya dimeja .
" kau kenapa ? kalau mengantuk tidurlah di ranjang bukan di meja. sudah lebih sebulan tidak bertemu kau bahkan tidak bicara padaku"
Jun menjitak kepala luna tapi luna hanya diam saja .
" Saya dengar dari dokter raymond , presdir sudah sembuh ya ?"
" Benar , Raymond bilang penyakitku adalah masalah kejiwaan sementara, sewaktu kau di rumah sakit aku bisa tidur, aku tidak meminum obat lagi , sekarang aku sudah sembuh total .
" Bagus sekali presdir , kalau begitu besok saya akan kembali ke rumah. tante ibeth baru saja sembuh saya harus mengurusnya. kalau tidak ada lagi hal penting yang mau di bicarakan saya akan mengemasi barang - barang saya dulu sebelum tidur "
" Baiklah , karena aku sudah sembuh aku tidak akan menahanmu lagi . terima kasih kau sudah membantuku selama ini "
Jun baru saja bangun dari duduknya saat luna mengangkat wajahnya ke arah jun yang masih berdiri sampingnya , tiba - tiba jun merasa tubuhnya menjadi kaku , antara bingung dan tidak percaya matanya menatap luna tanpa berkedip.
Gadis di depannya ini hanya merubah gaya rambutnya tapi perubahannya begitu besar , wajah putih bersih itu terlihat jelas dengan bibir alami seperti buah cherry , mata jernih seperti warna pucuk daun teh dengan bulu mata lentik dan panjang yang sangat indah.
__ADS_1
Benarkah ini luna?
" Presdir , apa masih ada hal penting yang mau di bicarakan denganku ? "
" Ohh tidak - tidak aku akan keluar , kau cepatlah istirahat kalau sudah selesai berkemas "
Jun bergegas keluar dari kamar luna lalu masuk ke kamarnya sendiri .
Dia membanting tubuhnya ke atas ranjang lalu menyentuh dadanya, jantungnya berdetak sangat kencang .
Selama ini dia tidak terlalu memperhatikan luna karna wajahnya selalu tertutup oleh poni tebal yang panjang bahkan dia berfikir luna terlihat seperti hantu .
Dia memang menyukai luna tapi di banding rasa suka akan lebih cocok kalau di bilang dia itu butuh , yah dia butuh luna untuk menyembuhkan penyakitnya jadi dia menggunakan segala cara untuk membuat luna selalu berada di sampingnya dan membuat orang - orang berfikir mereka adalah pasangan . sebenarnya hubungan mereka tidak seperti itu . jun butuh pertolongan dan sebagai putri dari sahat ibunya luna menolongnya . hanya seperti itu.
Beberapa hari lalu jun berkumpul bersama teman - temannya di rumah leon .
Rumah leon yang besar dan mudah di jangkau membuat mereka suka berkumpul di rumahnya .
Hari itu Raymond bertanya apa jun sengaja menyembunyikan luna yang begitu cantik karena takut mereka merebutnya dan jun mengatakan kalau luna itu cantik berarti raymond pasti sudah buta
Jun mengatakan di depan teman - temannya bahwa penampilan luna sama sekali tidak menarik jadi luna tidak cukup layak untuk di kenalkan pada mereka.
Saat raymond terus menyangkalnya jun justru mengatakan bahwa setelah dia sembuh raymond boleh mengejarnya .
Tapi saat ini , melihat gadis di depannya ini bukankah membuat semua ucapannya di depan raymond menjadi seperti sebuah lelucon .
Dia tidak mengerti hanya satu bulan tidak bertemu dan penampilan luna berubah sangat drastis .
__ADS_1
Luna bukan hanya cantik tapi dia itu sangat cantik , bahkan lebih cantik dari para artis yang wara wiri di dalam tv sepanjang hari .