
Setelah malam itu , Abel semakinsering datang menemui jun di kantor .
Gossip pun berkembang dengan pesat layaknya bunga bermekaran di musim hujan.
Ternyata abel adalah artis pendatang baru , jadi belum banyak yang mengenalnya.
Jun dan luna semakin jarang bertemu .
Semenjak bertemu abel seminggu yang lalu dia selalu berangkat pagi dan pulang larut malam.
Walaupun masih tinggal bersama tapi mereka tidak pernah pergi dan pulang kerja bersama lagi . Jadi karinlah yang selalu mengantar jemput luna , mengingat tidak ada kendaraan umum yang melewati villa ayodya.
" Jadi presdir tidak pernah membawa gadis itu pulang ke rumah ini ?"
" Karin, apa mungkin presdir tidak membawa abel kesini karena tidak ingin abel salah faham saat melihatku tinggal di rumahnya ?"
" Mungkin saja begitu , menurutku kau sebaiknya pindah saja lun . Menghalangi dua orang yang sedang berpacaran apa kau tidak terlalu kejam ?"
" Kau benar karin , kalau begitu bantu aku pindah hari minggu lusa ya .
Luna mengedipkan sebelah matanya membuat karin tertawa dengan tingkah konyol teman masa kecil yang selalu dekat dengannya itu.
___¤___
Karin sedang menggandeng lengan luna untuk mengantarnya pulang saat jun mengajaknya pulang bersama .
Semenjak bertemu abel, jun tidak pernah pulang bersama luna lagi jadi luna merasa heran kenapa hari ini jun mengajaknya pulang bersama lagi .
" Apa hari ini presdir tidak bersama abel?"
__ADS_1
"Tidak , hari ini kita pulang bersama , ada sesuatu yang ingin ku bicarakan denganmu "
" karin , aku pulang bareng presdir ya , jangan lupa tentang janji kita minggu pagi "
Karin membuat symbol ok dengan melingkarkan jempol dan telunjuknya , lalu pergi menuju parkiran mobilnya .
Baru saja luna membuka pintu mobil jun , suara abel membuat luna mengurungkan niatnya untuk naik ke mobil jun .
" Jun , Siapa gadis ini , sepertinya aku pernah melihatnya, tapi kenapa dia naik ke mobilmu ?"
Abel terlihat cemburu melihat luna bersama dengan jun.
" Oh dia calon istri kakakku . Tapi abel , kenapa kau datang, bukankah tadi pagi kita sudah ketemu ?"
" kebetulan aku sedang ada urusan di sekitar sini jadi aku sekalian mampir untuk mengajakmu ketempat leon ."
Dari mobilnya karin melihat suasana canggung itu lalu dia berinisiatif mengirim pesan pada luna untuk pulang bersamanya.
" Luna aku minta maaf ,hari ini aku ada urusan penting jadi aku tidak bisa mengantarmu pulang "
" Tidak masalah presdir, aku akan pulang dengan karin"
" Baiklah , nanti aku akan bicara padamu "
Luna tersenyum lalu pergi bersama karin.
Sementara jun menyuruh abel naik ke mobilnya .
Jun kembali sibuk seperti hari sebelumnya, berangkat lebih pagi dan pulang larut malam. entah apa yang membuatnya begitu sibuk semenjak sebulan lalu bertemu abel. Bahkan di hari minggu ini dia sudah perhi sedari pagi, Sepertinya jun sudah melupakan apa yang ingin dia bicarakan dengan luna.
__ADS_1
Karin sudah datang menjemput luna lalu mereka memasukkan dua koper luna ke mobil karin.
Setelah berpamitan dengan asisten rumah tangga , luna dan karin pun pergi meninggalkan vila ayodya .
Pukul tujuh malam jun pulang ke villa ayodya, dia teringat janjinya beberapa hari lalu untuk bicara dengan luna .
" Tok tok tok "
Jun mengetuk pintu kamar luna beberapa kali
" Dia pergi kemana ?"
Jun bergumam sendiri saat menyadari kamar luna yang gelap . Diapun turun dan pergi ke arah dapur untuk menemui asisten rumah tangganya.
" Bu dayu , apa luna pergi ?"
" Iya tuan ,tadi siang nona luna pergi membawa koper bersama nona karin "
Apa luna bilang mau pergi kemana ?"
"Tidak tuan "
Jun berlari ke kamar luna kembali " Ceklek " dia membuka pintu lalu menyalakan lampu kamar luna .
Jun mengedarkan pandangannya ke kamar luna yang tampak kosong.
Hatinya tiba - tiba terasa sesak saat membuka lemari luna dan terlihat hanya baju yang dia belikan yang masih tergantung rapi lengkap dengan price tagnya.
Jun bergegas keluar dari kamar luna mengambil kunci mobil lalu menyetir mobilnya dengan kencang menuju rumah luna
__ADS_1