
Di lorong rumah sakit beberapa perawat mendorong brankar dengan terburu - buru .
Di belakangnya dua orang wanita dan satu pria yang mengalami luka di pelipisnya berlari mengejar .
" Tante tenanglah , ken pasti akan baik baik saja ."
Luna memeluk maria yang terduduk lemas di depan pintu ruang Icu dengan gemetar , dia berusaha menenangkan calon mertuanya itu walaupun sebenarnya diapun sama khawatirnya.
Setelah maria mulai tenang, luna melihat ke arah jun yang menyandarkan tubuhnya di tembok , luna merasa heran melihat jun yang bahkan tidak menghiraukan darah yang masih menetes dari pelipisnya.
" Presdir dahimu terluka , Anda juga harus di obati "
Luna menarik lengan jun untuk mendapatkan perawatan dan saat itu Nico datang dengan langkah cepat mendekati mereka.
" presdir , bagaimana keadaan anda "
" Aku tidak apa - apa "
"Pak niko tolong bawa presdir untuk mendapatkan perawatan , saya akan menemani tante maria "
Nada khawatir di suara luna membuat hati jun terasa hangat , akhirnya diapun pergi untuk mendapatkan perawatan .
Sedangkan luna kembali mendampingi maria yang duduk dengan gelisah.
Tak berselang lama dokter keluar dari ruang icu .
" Dok , bagaimana keadaan putra saya "
" Tidak ada cidera yang serius , Sepertinya air bag di mobil putra anda menghalangi benturan yang keras, hanya saja kejutan yang sangat mendadak mempengaruhi saraf dan membuatnya koma ,butuh waktu ........"
"Buuuuuggg"
Belum selesai dokter itu memberi penjelasan luna yang awalnya berusaha tampak tegar justru jatuh pingsan .
__ADS_1
Maria yang kaget menjerit minta tolong .
Tiga jam kemudian luna membuka matanya , dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan , melihat dia berniat untuk bangun tangan seseorang menahan tubuhnya .
Ternyata itu adalah tangan jun .
" Jangan banyak bergerak, jarum infus itu akan menyakitimu "
" Presdir , aku tidak apa - apa , aku akan menemani kakak ken "
" Mama sudah menemani kakak , kau beristirahatlah dulu tubuhmu masih lemah "
" Tidak presdir , aku harus melihatnya "
" Kau tenanglah , apa kau begitu mencintainya sampai - sampai kau tidak menghiraukan tubuhmu sendiri ? "
Suara jun yang membentak luna dengan keras membuat luna terdiam .
Tanpa sadar dia meneteskan air matanya.
Jun menarik nafas lalu menghrmbuskannya dengan kuat , hatinya terasa seperti terbakar melihat cinta luna yang begitu besar untuk kakaknya.
~○~
Karna calon pengantin pria dalam keadaan koma pernikahan ken dan luna pun di undur .
Tanpa terasa tiga bulan sudah berlalu .
Dokter mengatakan seluruh organ vital ken dalam keadaan normal tapi hanya keinginan kuat pasien lah yang akan membuatnya bangun dari koma.
Maria menatap sedih ke arah luna yang sedang menyiapkan makan untuk maria .
" Luna sebaiknya kau pulang dulu sayang , setiap hari sepulang kerja kau langsung kemari apa kau tidak lelah nak "
__ADS_1
" Tante , aku tidak lelah . tante makanlah dulu"
" Luna , tante akan membawa ken ke beppu untuk mendapatkan perawatan di sana.
Ini sudah tiga bulan dan tidak ada perubahan yang signifikan pada kondisi ken .
Ken sudah terbiasa di beppu, mungkin perubahan situasi akan membuatnya bangun, apalagi pamanmu yonan abe juga sedang sakit di sana jadi akan lebih mudah mengurusi dua orang sakit yang berdekatan "
" Memangnya apa yang terjadi tante , paman abe sakit apa ? "
Maria memanggil luna untuk mendekat , dia pun menceritakan bahwa dua tahun lalu sekolah jun memenangkan kompetisi basket . saat yonan abe ayahnya jun menjemput tiba - tiba di tengah jalan ada beberapa orang yang menghadang mobil mereka lalu menyiksa yonan abe hingga lumpuh.
Dia juga menderita trauma berat yang membuatnya tidak bisa bicara.
Maria bilang ,Jun sangat nakal di masa sma nya jadi maria yakin bahwa orang yang menyiksa suaminya itu adalah salah satu orang yang membenci jun.
Sejak saat itu maria menumpahkan semua kesalahan padanya .
" Luna sayang , boleh tante minta tolong ?"
" Tentu, tante katakan saja , apapun itu luna akan melakukannya "
" Bagaimanapun juga jun tetaplah anak tante. Setelah omanya meninggal selama hampir dua tahun ini dia hidup sendiri, Dia pasti merasa kesepian .
bisakah tante menitipkan jun padamu ?"
" Presdir tidak kekurangan teman tante , dengan posisinya saat ini banyak orang yang berlomba mendekatinya "
" Kau adalah calon kakak iparnya dan kau juga bekerja di perusahaannya jadi tante akan lebih tenang kalau kau yang mengurusnya , lagi pula jun juga sudah setuju ."
" Tante memberi tahu presdir "
" Tentu saja , melihat sifat keras kepalanya apa mungkin dia membiarkan orang lain mengurusinya ?"
__ADS_1
Setelah terus di bujuk akhirnya luna menyetujui permintaan maria , dia tidak habis fikir dengan jalan pikiran wanita di depannya itu , jika ada orang yang paling kesepian di dunia ini tentu itu adalah dia bukan jun