
Jun duduk diam diantara ibu dan kakaknya.
Dia menyambut dingin kedatangan dua orang terdekatnya itu .
Seharusnya keluarga memang menjadi orang terdekat, tapi pada kenyataannya buat jun tidak lah begitu .
setelah cukup lama saling diam, maria memulai percakapan sambil menepuk punggung tangan jun.
" Bagaimana keadaanmu jun , ku dengar bisnismu berkembang pesat di sini "
" Hanya perusahaan kecil, tidak ada apa - apanya jika di bandingkan dengan perusahaan keluarga Abe "
" Kau adalah putra kedua keluarga Abe , kenapa kau bicara seperti orang luar ?"
Jun mendengus mendengar ucapan ibunya yang baginya terdengar sangat tidak tulus, dia membuang pandangannya kesamping.
Jun beranjak dari duduknya lalu suara datarnya yang terdengar sinis terasa menghantam dada maria
" Kalian sudah lelah silahkan beristirahat, kamar juga sudah siap "
Setelah mengucapkan itu jun melangkah menuju kamarnya sendiri di lantai dua.
Ken yang sedari awal hanya diam menatap lurus ke arah mata ibunya terlihat jelas ada kerinduan dan kebencian di mata itu , dia membantu wanita itu berdiri untuk masuk ke kamar yang di sudah siapkan.
" Istirahatlah ma, jangan menghawatirkan apapun "
" Kau juga istirahatlah , besok kita akan bertemu calon istrimu "
" Ma , tidak kah ini terlalu cepat ?
Aku bahkan belum pernah melihat wajah gadis itu "
" Ken , mendiang dona adalah teman terbaik mama kau mengerti , luna adalah putri satu -satunya, jadi kau harus bersikap baik padanya, bisakah ? "
" Aku mengerti "
Ken keluar dari kamar maria lalu masuk ke kamar lain di sebelahnya .
Selesai membereskan pakaiannya ken lalu menyusul ke kamar jun
"Ceklek"
__ADS_1
"Bisa kita bicara "
Ken melihat jun bersandar di pagar balkon, lantas dia pun menghampirinya
" Kakak ada perlu bicara apa ?"
" Jun temani aku bertemu dengannya besok "
" Kurasa kalian pergi berdua sudah cukup "
" Tidak jun, kalau ada kamu kakak akan merasa lebih tenang "
" Kakak ini bicara apa , umur sudah setua ini masih takut apa "
Jun tertawa mengejek membuat ken merasa kesal dan meninju pundak nya , jun yang tidak mau kalah juga memukul balik dan akhirnya mereka berdua tertawa bersama .
~○~
" Luna , cepat ganti baju yang bagus , jangan lupa berias , orang yang akan datang melamarmu kali ini adalah putra dari teman mendiang ibumu .
kau sendiri dengar, wanita itu bilang ,sebelum meninggal ibumu dan wanita itu sudah menjodohkan kalian, jadi kau tidak boleh menolak karna akan membuat ibumu tidak bisa tidur tenang di sana "
sebenarnya dia merasa kesal tapi dia juga tidak ingin membuat mendiang ibunya sedih .
Pukul tujuh malam , mobil jun memasuki halaman rumah luna .
perlahan seorang maria turun di dampingi di dampingi oleh ken , sedangkan jun berjalan di belakang mereka.
Setelah mempersilahkan tamunya masuk, ibeth menyuruh asisten rumah tangganya menghidangkan minuman dan makanan kecil di meja .
" Silahkan di minum nyonya ,mereka berdua adalah ... ?"
Ibeth menggantung pertanyaannya saat dia melihat ada dua pria yang datang bersama maria
" Yang ini Ken putra sulung saya dan yang sebelah sana itu Jun adiknya "
" Oh jadi yang akan menikahi putri saya adalah Ken "
Maria mengangguk lalu diapun mengedarkan pandangannya mencari luna .
Berbeda dengan ken yang duduk dengan tegang , jun justru tampak asik bermain dengan ponselnya .
__ADS_1
Melihat kegelisahan tamunya , ibeth pun pamit untuk memanggil luna .
tak berselang lama mereka berdua pun turun .
" Luna , ucap salam untuk calon mertuamu "
" Hallo tante ?"
" Wah luna , kau cantik sekali sayang "
Maria mengusap rambut luna yang mencium tangannya .
Sementara jun yang mendengar nama luna mengangkap wajahnya , diapun menatap wajah luna dengan terkejut , hatinya bergetar hebat , ada perasaan aneh yang tidak bisa dia ungkapkan.
Sementara ken yang tidak menyangka bahwa gadis yang di jodohkan dengannya sangat cantik menjadi sangat senang.
" Luna, ini adalah ken calon suamimu "
Maria menggenggam punggung tangan luna sedangkan Luna melihat ke arah pria yang di tunjuk oleh Maria .
Saat luna melihat ke arahnya spontan luna berteriak
" Kakak senior , sudah lama sekali tidak ketemu , apa kau mengingatku ?"
Mata luna berbinar - binar , dia tidak menyangka akan bertemu dengan kakak kelas nya di masa sma dulu .
Sebenarnya luna sudah jatuh cinta dengan ken dari pertama kali melihatnya dulu .
tapi sebagai kapten basket yang selalu di kelilingi para gadis luna tidak berani mengungkapkan perasaannya dan memendamnya sendiri.
Tidak di sangka akhirnya orang yang akan menikah dengannya adalah cinta pertamanya itu.
" Luna yang itu adiknya ken namanya Jun , walaupun dia lebih tua darimu tapi dia akan menjadi adik iparmu "
Suara maria mengaggetkan luna , diapun tersipu malu dan menlihat ke arah pria yang satunya lagi , melihat jun yang duduk terdiam dengan tegang senyum luna pun menghilang, wajahnya menjadi pucat pasi .
tersadar dari rasa kagetnya luna pun kembali tersenyum untuk menyembunyikan rasa gugupnya.
Selama hampir dua jam luna sama sekali tidak bisa mencerna obrolan antara calon mertua dan ibu tirinya .
Dengan gelisah dia menatap ke arah ken dan jun bergantian, luna tidak pernah berfikir akan ada hari seperti hari ini . Bahkan sampai tamunya pulang luna belum tau keputusan apa yang para orang tua mereka sudah buat .
__ADS_1